RadarBanyuwangi.id - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Lembaga ini akan mengelola aset BUMN bernilai ribuan triliun rupiah, menjadikannya salah satu badan investasi terbesar di Indonesia.
Pandu bukan orang baru di dunia investasi dan bisnis. Ia adalah keponakan dari Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Ayahnya, Dr Sjahrir, adalah seorang ekonom ternama, sementara ibunya, Kartini Sjahrir, pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Argentina.
Lahir di Boston, Amerika Serikat, pada 17 Mei 1979, Pandu menyelesaikan MBA di Stanford Graduate School of Business pada 2007.
Ia juga memperdalam wawasan bisnis di Universitas Tsinghua, China, dalam program "One Belt One Road" dari 2017 hingga 2020.
Pandu saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Toba Bara Sejahtera Tbk dan memiliki posisi strategis di berbagai perusahaan besar.
Ia merupakan Komisaris di PT Elang Mahkota Teknologi, PT Karya Baru TBS, serta beberapa perusahaan energi dan perkebunan.
Di sektor teknologi, Pandu pernah menjadi Presiden Komisaris SEA Group Indonesia (pemilik Shopee dan Garena), serta menjabat Komisaris Utama GoTo Financial.
Selain itu, ia juga merupakan pendiri AC Ventures, perusahaan modal ventura yang telah berinvestasi di startup besar seperti Xendit, Carsome, Aruna, dan Stockbit. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi