Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Muhammadiyah Puasa Hanya 29 Hari, NU dan Pemerintah Bisa 30 Hari

Ali Sodiqin • Senin, 24 Februari 2025 | 18:38 WIB
Ilustrasi pemantauan hilal. (Foto: Artificial Intelligence)
Ilustrasi pemantauan hilal. (Foto: Artificial Intelligence)

RADAR BANYUWANGI – Awal puasa Ramadan tahun 2025 ini kemungkinan bersamaan antara Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan pemerintah.

Namun, kemungkinan akan mengalami perbedaan pada 1 Syawal 1446 H mendatang.

Seperti dilansir dari umj.ac.id, ada kemungkinan perbedaan penetapan untuk Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H antara Muhammadiyah dan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Sebab, berdasarkan Kalender Hijrah Global Tunggal (KHGT) yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Ahad, 30 Maret 2025.

Sedangkan dari kalender Kemenag, tanggal 1 Syawal 1446 H diperkirakan akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Muhammadiyah sendiri telah menetapkan awal puasa Ramadan 1446 H akan dimulai pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Dengan demikian, baik Muhammadiyah maupun pemerintah diperkirakan akan memulai puasa Ramadan pada tanggal yang sama.

Namun, perbedaan muncul pada penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H mendatang.

Menurut maklumat PP Muhammadiyah, 1 Syawal 1446 H jatuh pada 30 Maret 2025, sedangkan Kemenag menyatakan bahwa 1 Syawal 1446 H kemungkinan akan jatuh pada 31 Maret 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa bulan Ramadan 1446 H menurut pemerintah akan berlangsung selama 30 hari, sedangkan versi Muhammadiyah hanya 29 hari.

Penting untuk dicatat bahwa penetapan tanggal pasti Hari Raya Idul Fitri masih bergantung pada hasil sidang isbat yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Sidang isbat ini bertujuan untuk menentukan secara resmi tanggal 1 Syawal berdasarkan pengamatan hilal.

Bagaimana dengan puasa dan Idul Fitri versi Nahdlatul Ulama? Seperti biasanya, NU akan mengamini apapun keputusan pemerintah.

Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu senantiasa mengikuti hasil sidang isbat yang dikeluarkan pemerintah.

Berikut adalah tanggal-tanggal penting yang ditetapkan oleh Muhammadiyah berdasarkan KHGT:

Meski ada kemungkinan Idul Fitri tahun ini bebeda, namun umat Islam di Indonesia diharapkan dapat memahami dan menghormati keputusan masing-masing organisasi dalam menentukan tanggal penting dalam kalender Islam. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#awal puasa #Versi #1 syawal #1 ramadan #pemerintah #perbedaan #idul fitri #awal ramadan #sidang isbat #muhammadiyah #nu