RadarBanyuwangi.id – Setelah resmi difungsikan, pengunjung Museum Geologi Banyuwangi bakal dikenakan tarif.
Seperti diketahui, sebagai salah satu anggota Unesco Global Geopark (UGG), Banyuwangi resmi memiliki Museum Geologi pertama di Jawa Timur.
Letak bangunan museum Geologi menempati bekas wisma atlet di Jalan Gajah Mada, Penataban, Giri, Banyuwangi.
”Untuk sementara pendaftaran bisa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pengunjung lebih dulu mengunjungi museum Disbudpar, dari sana mendapat bonus berkunjung ke Museum Geologi,’’ kata Abdillah.
Ketersediaan properti yang menjadi pendukung Museum Geologi nantinya akan terus di-update oleh Kementerian ESDM.
Dari pengalaman di daerah lain yang sudah menerima properti tambahan, sebagian tidak digunakan sehingga menjadi poin negatif yang dihindari di wilayah Banyuwangi.
”Dari Kementerian ESDM meminta agar properti dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak menjadi barang mati. Harus terus dikembangkan dan menjadi pengetahuan pengunjung. Kami juga menyiapkan pemandu yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris,” jelas Abdillah.
Menurut Abdillah, tarif yang dikenakan bagi pengunjung berbeda. Untuk kalangan pelajar biaya masuknya sebesar Rp 5.000. Sedangkan bagi masyarakat umum sebesar Rp 10.000.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M.Y. Bramuda menyatakan kekagumannya terhadap Museum Geologi yang berisi informasi geologi di Banyuwangi tersebut.
Menurut Bramuda, pusat informasi geologi sangat inovatif. Tidak hanya menghadirkan berbagai visual Ijen Geopark, namun di-setting menarik dengan konsep ramah disabilitas.
”Di sini juga ada fasilitas dengan pengadaan huruf braile dan beberapa mural yang berguna bagi siswa tingkat rendah yang belum begitu mengerti geologi itu seperti apa,” jelas Bramuda.
Salah satu siswa SMKN 1 Banyuwangi Nur Almira Nirwana yang pertama kali mengunjungi lokasi tersebut mengaku takjub.
Sebab, pusat informasi geologi tersebut memiliki konsep yang menarik, unik, dan dilengkapi video dan audio pendukung.
”Meskipun belum banyak yang dimengerti, tapi di dalam banyak penjelasan yang bisa dibaca. Di dalam museum terdapat alat-alat canggih. Selama kunjungan, kami dipandu dengan baik. Pemandu menjelaskan benda-benda yang dipajang di museum,’’ tandas Almira. (tar/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin