Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Banyuwangi Mulai Boikot Produk Terafiliasi Israel, Roxy Mall Sebut Presentasi Penurunan Hampir 5 Persen

Ayu Lestari • Jumat, 17 November 2023 | 19:36 WIB
Pegawai Roxy Mall Banyuwangi mengemas barang pembelian kosumen. Pembeli sejumlah produk yang diduga terafiliasi dengan Israel mulai berkurang.
Pegawai Roxy Mall Banyuwangi mengemas barang pembelian kosumen. Pembeli sejumlah produk yang diduga terafiliasi dengan Israel mulai berkurang.

RadarBanyuwangi.id – Aksi boikot produk-produk yang diduga mendukung dan terafiliasi dengan Israel merambah Banyuwangi.

Sejak beberapa hari terakhir, warga Banyuwangi ramai-ramai beralih menggunakan produk lain yang tidak terafiliasi dengan negara zionis tersebut.

Pantauan jurnalis Jawa Pos Radar Banyuwangi, penjualan beragam produk, mulai makanan, minuman, hingga produk kecantikan dari perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel turun cukup signifikan.

Buktinya, rak-rak berisi produk makanan atau minuman masih relatif penuh. Itu mengindikasikan produk-produk tersebut tidak selaris sebelum aksi boikot digaungkan.

Fenomena lain, tidak sedikit warga yang sebelumnya mengonsumsi air mineral kemasan galon produksi perusahaan tertentu, kini beralih menggunakan air mineral produksi perusahaan lain yang tidak terafiliasi dengan Israel. Bahkan, beberapa di antaranya rela membeli galon baru.

Tidak hanya itu, salah satu gerai makanan cepat saji yang belum beroperasi pun sudah mulai mendapat ”ancaman”. Warga mulai menyuarakan untuk tidak membeli makanan di gerai tersebut.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru terkait transaksi jual beli produk dari produsen yang mendukung agresi Israel ke Palestina. Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tersebut berisi tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina.

Dalam fatwa ini tertuang bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib. Sebaliknya, mendukung Israel dan pihak-pihak yang mendukung Israel hukumnya haram.

MUI merekomendasikan kepada masyarakat untuk menghindari semaksimal mungkin transaksi jual beli dengan pelaku usaha yang secara nyata memberikan dukungan terhadap agresi dan aktivitas zionisme Israel.

 Hal itu sebagai salah bentuk dukungan kemanusiaan umat muslim terhadap tirani dan kezaliman. Meski demikian, pihak MUI tidak membeber produk-produk yang dimaksud.

Dikonfirmasi berkenaan dengan aksi boikot produk Israel yang dilakukan warga Banyuwangi, Kepala Building Roxy Mall Banyuwangi Bahrun Nasirin mengatakan, dampak dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mulai terasa.

Cukup banyak pembeli yang mulai memilih berganti produk lain yang sesuai anjuran MUI.

”Secara persentase dapat dikatakan hampir 5 persen pembeli sekarang sudah mulai banting setir meninggalkan produk yang marak beredar dan disebut masuk dalam list larangan MUI. Sebagian lainnya masih bertanya-tanya, apa produk A atau produk B termasuk dalam produk larangan atau tidak,” ujar Bahrun.

Meski saat ini sebagian pembeli sudah mulai memilih dan memilah produk, Bahrun mengungkapkan, pihaknya tetap dapat memastikan bahwa stok yang ada tetap terjaga dan tidak kedaluwarsa.

Sehingga tidak merugikan konsumen lain yang masih ingin membeli produk tersebut.

”Sejauh ini kami memang belum ada order ulang terkait beberapa produk yang disebutkan. Stok yang ada adalah sisa barang sebelumnya, tapi tetap kami pastikan jangka konsumsinya. Jika memang minat pembeli sudah sangat menurun, kami akan return,” kata Bahrun. 

Pihaknya mengaku, penurunan jumlah pembeli terhadap beberapa produk yang terafiliasi dengan Israel memang di luar wewenang manajemen Roxy Mall Banyuwangi.

Hal tersebut tumbuh atas dasar kemanusiaan masyarakat Banyuwangi tanpa ada campur tangan dari pihak manajemen atau pun dari sales promotion girl (SPG) di Roxy.

”Kami pun tidak ada wewenang untuk melarang atau menganjurkan untuk membeli produk yang mana. Semua tergantung masyarakat. Yang pasti kami tetap menjalankan kinerja sesuai SOP (standard operating procedure) agar pembeli tetap nyaman,” tegas Bahrun.

Salah satu pedagang toko kelontong di Banyuwangi, Misriah menambahkan, sejauh ini dampak pemboikotan produk pro Israel tersebut belum terlalu berimbas pada toko miliknya.

Beberapa stok produk di tokonya yang masuk dalam list boikot masih ada dan penjualannya relatif masih seperti normal.

”Saya baru tahu informasi ini karena gagap teknologi. Ya mungkin sekarang dihabiskan dulu stok yang ada, kalau memang sudah dilarang untuk kemanusiaan nanti dipertimbangkan untuk tidak menjualnya lagi,” tandasnya. (tar/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#boikot #Israel #produk #penurunan #Roxy #palestina #banyuwangi