Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bali Makin Macet, DPR Usulkan Bus Laut Jadi Solusi Cepat

Lugas Rumpakaadi
Penulis: Lugas Rumpakaadi❯
Trase tol Gilimanuk-Mengwi yang ditetapkan Pemprov Bali pada 8 Maret 2022 dan berakhir pada 7 Maret 2026. Pemerintah memprioritaskan pembangunan ruas Pekutatan-Soka-Mengwi (berwarna ungu).
Trase tol Gilimanuk-Mengwi yang ditetapkan Pemprov Bali pada 8 Maret 2022 dan berakhir pada 7 Maret 2026. Pemerintah memprioritaskan pembangunan ruas Pekutatan-Soka-Mengwi (berwarna ungu).

RADARBANYUWANGI.ID - Kemacetan di Bali kian menjadi sorotan seiring meningkatnya jumlah wisatawan setiap tahun.


Advertisement

Kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan pariwisata dinilai sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendorong pengembangan transportasi bus laut sebagai solusi alternatif yang dinilai realistis dan cepat direalisasikan.

Dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Lasarus menekankan pentingnya optimalisasi pelabuhan yang sudah ada.

Advertisement

Menurutnya, pemanfaatan jalur laut dapat mengurangi beban kendaraan di jalan raya, terutama untuk mobilitas wisatawan dari satu kawasan pantai ke pantai lainnya.

Berdasarkan hasil kunjungan kerja dan simulasi awal, terdapat sejumlah pelabuhan di Bali yang berpotensi dikembangkan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan bus laut.

Dengan konsep ini, pergerakan penumpang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur darat yang saat ini sangat padat.

Advertisement

Pengembangan bus laut dinilai lebih cepat dibandingkan pembangunan moda transportasi lain seperti kereta api atau bandara baru.

Mengingat kontribusi devisa pariwisata Bali mencapai sekitar Rp173 triliun per tahun, kelancaran mobilitas menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing destinasi wisata tersebut.

Selain berfungsi mengurai kemacetan, bus laut juga berpotensi meningkatkan pengalaman wisata.

Perjalanan antarpelabuhan dapat menjadi atraksi tersendiri, memberikan sudut pandang berbeda bagi wisatawan dalam menikmati pesona pesisir Bali.

Ke depan, Kementerian Perhubungan diharapkan lebih proaktif menyiapkan regulasi, dukungan teknis, serta koordinasi lintas pihak agar implementasi bus laut dapat segera terwujud.

Optimalisasi pelabuhan dinilai sebagai langkah jangka pendek paling efektif sambil menunggu pembangunan infrastruktur besar yang membutuhkan waktu dan investasi tidak sedikit.

Advertisement
Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menuju Terowongan Banyuwangi–Bali

Menuju Terowongan Banyuwangi–Bali

Kisah tentang Goa Lungun Cemoro yang konon memiliki jalan rahasia menembus Bali telah lama mengalir dari mulut ke mulut.

Peserta dari Banyuwangi Ikut Meriahkan Lovina Festival 2026, Pemkab Buleleng Bali Optimistis Festival Dongkrak Kunjungan dan Ekonomi Lokal

Peserta dari Banyuwangi Ikut Meriahkan Lovina Festival 2026, Pemkab Buleleng Bali Optimistis Festival Dongkrak Kunjungan dan Ekonomi Lokal

Pemkab Buleleng menargetkan 25 ribu kunjungan wisatawan pada Lovina Festival 2026 yang berlangsung 24-28 Juli. Festival lima hari ini diyakini meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, dan memperkuat pariwisata.

Kereta Api ke Stasiun Ketapang Banyuwangi Semakin Diminati, Lebih dari 402 Ribu Penumpang Dilayani dalam Enam Bulan

Kereta Api ke Stasiun Ketapang Banyuwangi Semakin Diminati, Lebih dari 402 Ribu Penumpang Dilayani dalam Enam Bulan

Stasiun Ketapang Banyuwangi melayani 402.462 pergerakan penumpang selama Semester I 2026, naik 7,06 persen. Kenaikan memperkuat peran kereta api sebagai akses utama menuju Pelabuhan Ketapang dan penyeberangan ke Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer