Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zona Megathrust Bergerak, Seberapa Besar Ancaman Tsunami di Pacitan?

Lugas Rumpakaadi
Penulis: Lugas Rumpakaadi❯
Korban luka gempa Pacitan magnitudo 6,4 di Bantul bertambah jadi 15 orang.
Korban luka gempa Pacitan magnitudo 6,4 di Bantul bertambah jadi 15 orang.

RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari.


Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini berasal dari aktivitas zona megathrust selatan Jawa dengan kedalaman dangkal, sehingga guncangan terasa cukup luas di wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh mekanisme pergerakan naik atau thrusting yang merupakan ciri khas zona subduksi.

“Gempa ini terjadi akibat pergerakan naik lempeng di zona megathrust selatan Jawa,” ujarnya.

Advertisement

Ia menambahkan, masyarakat patut bersyukur karena kekuatan gempa masih berada di bawah ambang magnitudo 7,0 yang berpotensi memicu tsunami.

BMKG mencatat wilayah Pacitan memiliki sejarah tsunami pada masa lalu, masing-masing terjadi setelah gempa besar pada 4 Januari 1840 dan 20 Oktober 1859.

Secara geografis, keberadaan teluk-teluk sempit di pesisir selatan Pacitan dinilai dapat memperkuat gelombang tsunami apabila terjadi gempa dengan magnitudo yang lebih besar.

Advertisement

“Karakter pantai Pacitan perlu diwaspadai bila terjadi gempa besar di zona megathrust,” kata Daryono.

Gempa ini berpusat di laut, di tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman sekitar 58 kilometer.

Guncangan kuat dirasakan di Pacitan, Bantul, dan Sleman dengan intensitas IV MMI.

Getaran sedang tercatat di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, dan Surakarta (III MMI), sementara Tuban dan Jepara merasakan guncangan ringan (II MMI).

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 01.35 WIB, belum terpantau adanya gempa susulan.

Sementara itu, data sementara BPBD Jawa Timur mencatat kerusakan terbatas berupa satu rumah rusak berat di Pacitan serta beberapa rumah rusak ringan di Wonogiri, Bantul, dan Sleman.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lumbung Pangan Jawa Bertahan Jika Neraca Air Dibetulkan

Lumbung Pangan Jawa Bertahan Jika Neraca Air Dibetulkan

Oleh: Dr Ir H Guntur Priambodo, MM Tenaga Ahli Ketahanan Pangan, Pendukung Infrastruktur Pertanian dan Lingkungan

Kenaikan Pertamax Menjelang Suro: Ujian Keikhlasan atau Ujian Daya Beli?

Kenaikan Pertamax Menjelang Suro: Ujian Keikhlasan atau Ujian Daya Beli?

Ada yang tirakat, ada yang khataman, ada pula yang sekadar duduk menata niat. Suro bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Jawa-Islam.

Menghapus Hambatan Komunikasi, Membangun Ketangguhan Gempa Bersama Gerkatin

Menghapus Hambatan Komunikasi, Membangun Ketangguhan Gempa Bersama Gerkatin

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan cincin api (Ring of Fire) sehingga memiliki potensi gempa bumi yang tinggi. Dalam situasi darurat, akses terhadap informasi menjadi faktor penting yang dapat menentukan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer