alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Sulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Berkelas

RadarBanyuwangi.id – Ban bekas biasanya hanya menjadi sampah lingkungan. Namun, di tangan Imron Mishadi, ban bekas bisa disulap menjadi tempat sampah yang kuat dan berkelas.

Lelaki berusia 51 tahun yang tinggal di Jalan Ikan Kembang Waru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi ini memang berjodoh dengan ban. Keterampilan tangannya membuahkan banyak produk dari bahan ban bekas. Kini karyanya menjadi produk bernilai ekonomi dan berkelas.

Ban bekas dibuat menjadi bak sampah yang unik dan bernilai jual. Ada juga yang disulap menjadi pot bunga, kursi, tempat pakan ternak, dan berbagai aneka kerajinan lainnya.

Usaha yang sudah digeluti Imron sejak 27 tahun silam ini banyak diminati masyarakat. Para pemesan produk kreatif dan tahan lama ini adalah masyarakat umum, perkantoran, hingga lembaga pendidikan. Tidak hanya dari Banyuwangi, produknya juga laku di luar daerah seperti Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Jember.

Untuk membuat kreasi bak sampah ini cukup mudah. Imron hanya membutuhkan ban bekas sebagai bahan utama. Kemudian dilakukan pemotongan atau mengiris ban bekas menggunakan pisau cutter sesuai bentuk yang diinginkan.

Selanjutnya ban bekas yang telah diiris halus tersebut direkatkan dengan cara dipaku dan diberi tutup pada bagian bawah tempat sampah. Proses akhir dicat sesuai motif yang diinginkan untuk mempercantik tampilan. ”Motif catnya bisa polos, motif batik, dan warna sesuai pesanan,” ungkap warga yang membuka usaha di Jalan Ikan Wader Pari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi itu.

Ban bekas hasil karyanya banyak diburu dan diminati masyarakat. Selain melayani pembeli langsung, Imron juga melayani pesanan dari lembaga pendidikan, sekolah, hingga pengembang perumahan. ”Pokoknya semua jenis ban, mulai dari ban sepeda motor hingga truk semua bisa saya kerjakan. Daripada dibuang jadi limbah dan sampah, eman lebih baik dimanfaatkan,” katanya.

Selain tong sampah dan pot bunga, Imron juga bisa memenuhi pesanan sesuai permintaan. Seperti ayunan dan hiasan taman serta bak mandi. Harga jual kerajinan bak sampah dari ban bekas tersebut dijual mulai Rp 65.000 sampai Rp 115.000 sesuai ukuran.

Bahan dasar ban bekas cukup mudah ditemukan sehingga tidak perlu mencari dari luar Banyuwangi. Ban bekas diperoleh Imron dari sejumlah tempat usaha tambal ban di pinggir jalan, juga dari garasi kendaraan, pengusaha kendaraan, serta hasil keliling kampung. Untuk harganya, ban motor dibeli mulai harga seribu rupiah hingga Rp 25 ribu. Tergantung kondisi ban. ”Kebanyakan kalau dulu dibuang percuma, kalau sekarang tidak ada yang buang cuma-cuma. Makanya saya beli,” tandas bapak dua anak itu. (ddy/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Ban bekas biasanya hanya menjadi sampah lingkungan. Namun, di tangan Imron Mishadi, ban bekas bisa disulap menjadi tempat sampah yang kuat dan berkelas.

Lelaki berusia 51 tahun yang tinggal di Jalan Ikan Kembang Waru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi ini memang berjodoh dengan ban. Keterampilan tangannya membuahkan banyak produk dari bahan ban bekas. Kini karyanya menjadi produk bernilai ekonomi dan berkelas.

Ban bekas dibuat menjadi bak sampah yang unik dan bernilai jual. Ada juga yang disulap menjadi pot bunga, kursi, tempat pakan ternak, dan berbagai aneka kerajinan lainnya.

Usaha yang sudah digeluti Imron sejak 27 tahun silam ini banyak diminati masyarakat. Para pemesan produk kreatif dan tahan lama ini adalah masyarakat umum, perkantoran, hingga lembaga pendidikan. Tidak hanya dari Banyuwangi, produknya juga laku di luar daerah seperti Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Jember.

Untuk membuat kreasi bak sampah ini cukup mudah. Imron hanya membutuhkan ban bekas sebagai bahan utama. Kemudian dilakukan pemotongan atau mengiris ban bekas menggunakan pisau cutter sesuai bentuk yang diinginkan.

Selanjutnya ban bekas yang telah diiris halus tersebut direkatkan dengan cara dipaku dan diberi tutup pada bagian bawah tempat sampah. Proses akhir dicat sesuai motif yang diinginkan untuk mempercantik tampilan. ”Motif catnya bisa polos, motif batik, dan warna sesuai pesanan,” ungkap warga yang membuka usaha di Jalan Ikan Wader Pari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi itu.

Ban bekas hasil karyanya banyak diburu dan diminati masyarakat. Selain melayani pembeli langsung, Imron juga melayani pesanan dari lembaga pendidikan, sekolah, hingga pengembang perumahan. ”Pokoknya semua jenis ban, mulai dari ban sepeda motor hingga truk semua bisa saya kerjakan. Daripada dibuang jadi limbah dan sampah, eman lebih baik dimanfaatkan,” katanya.

Selain tong sampah dan pot bunga, Imron juga bisa memenuhi pesanan sesuai permintaan. Seperti ayunan dan hiasan taman serta bak mandi. Harga jual kerajinan bak sampah dari ban bekas tersebut dijual mulai Rp 65.000 sampai Rp 115.000 sesuai ukuran.

Bahan dasar ban bekas cukup mudah ditemukan sehingga tidak perlu mencari dari luar Banyuwangi. Ban bekas diperoleh Imron dari sejumlah tempat usaha tambal ban di pinggir jalan, juga dari garasi kendaraan, pengusaha kendaraan, serta hasil keliling kampung. Untuk harganya, ban motor dibeli mulai harga seribu rupiah hingga Rp 25 ribu. Tergantung kondisi ban. ”Kebanyakan kalau dulu dibuang percuma, kalau sekarang tidak ada yang buang cuma-cuma. Makanya saya beli,” tandas bapak dua anak itu. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/