alexametrics
24.9 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Hindari Tidur di Pagi Hari

Konon politik melahirkan negara. Kemudian  negara membuahkan penguasa, lalu dari rahim penguasa muncul produk hukum dan norma. Berikutnya norma membentuk suasana. Bahwa kemudian warga negara bisa menikmati suasana ibadah yang meriah tentu tak lepas dari fatsun politik.

Jagat politik kesehariannya biasa mengajarkan tradisi jual-beli pukulan. Yang merasa kuat bisa langsung memukul. Jika seimbang adu pukulan adalah pilihan. Namun, saat posisi lemah strategi merangkul lawan jamak dilakukan.

Teknik merangkul bisa dalam bentuk kompromi. Namanya koalisi. Bisa pula model  mengasingkan diri dengan menutup pintu komunikasi. Seperti yang dilakukan oleh tujuh pemuda Kahfi saat berhadapan dengan rezim Dikyanus yang memaksa seluruh penduduk negeri untuk menyembah berhala.

Untuk penyelamatan mereka memilih bersembunyi dalam gua ditemani anjing bernama Qithmir. Kemudian secara politik ”ditidurkan” oleh Allah selama tiga ratus sembilan tahun dan dibangunkan kembali saat rezim jahat berganti penguasa yang baik hati.

Tidur adalah siklus kimiawi akibat meningkatnya hormon melatonin yang berfungsi  sebagai sumber ketenangan dan kesegaran. “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat”. (QS: Annaba: 9). Tidur sekaligus menyempurnakan proses pencernaan makanan yang telah masuk dalam perut.

Baca Juga :  Tas Kulit Ular Terkendala Pengiriman Selama Masa Pandemi

Dalam tinjauan para psikologis, tidur memiliki kesamaan dengan mati. “Allah memegang jiwa ketika matinya dan memegang jiwa yang belum mati ketika tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa orang yang ditetapkan kematiannya. Dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai batas yang ditentukan. (QS: Az Zumar: 42).

Dari fakta ini wajar jika doa sebelum dan sesudah tidur berkait dengan hidup dan mati, yaitu “Dengan namaMu Ya Allah aku hidup dan aku mati”. Dibaca sebelum tidur. “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati dan hanya kepadaNya kami dikembalikan. Dibaca sesudah tidur.

Khusus pada saat jiwa merasa gelisah, doa yang dibaca adalah “Aku berlindung dengan kalimat kalimat Allah yang sampurna dari murkaNya, siksaNya, darj kejahatan hamba-hambaNya, dari godaan para setan dan dari kedatangan mereka kepadaKu”. (HR Turmudzi).

Supaya tulang-punggung belakang dan leher senantiasa sehat maka posisi tidur telentang sangat dianjurkan seperti yang sering dilakukan oleh Nabi SAW dengan menaikkan kaki di atas kaki yang lain.

Baca Juga :  Evakuasi Temui Jalan Buntu, Bangkai Paus Berencana Ditenggelamkan Dekat Tabuhan

Dokter Hiromi Shinya, penulis buku The Miracle of Enzyme menyatakan, hadirnya rasa kantuk usai makan siang adalah akibat banyaknya enzim yang digunakan ketika bangun dan bergerak.  Memaksakan terus bekerja justru tindakan yang kontraproduktif, homestatis atau pemulihan diri adalah hal penting yang harus dikerjakan. Solusinya adalah tidur sejenak yang dalam Islam disebut Qoilulah.

“Tidur sejenaklah kamu sekalian di siang hari, kàrena sesungguhnya setan tidak tidur sejenak siang”. Hadis Hasan menurut Al Albani

Sepesial pagi hari, saat berkumandang seruan muadzin “Salat itu lebih baik daripada tidur” tiap subuh sejatinya mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum emas berupa udara segar untuk kebaikan paru paru, jantung, otak, sekaligus menikmati keberkahannya.

“Ya Allah berkahilah umatku di waktu paginya”. Demikian doa Nabi SAW untuk umatnya agar menghindari tidur di pagi hari supaya mendapatkan berkah yang melimpah…..tidur pagi No…. (*)

Konon politik melahirkan negara. Kemudian  negara membuahkan penguasa, lalu dari rahim penguasa muncul produk hukum dan norma. Berikutnya norma membentuk suasana. Bahwa kemudian warga negara bisa menikmati suasana ibadah yang meriah tentu tak lepas dari fatsun politik.

Jagat politik kesehariannya biasa mengajarkan tradisi jual-beli pukulan. Yang merasa kuat bisa langsung memukul. Jika seimbang adu pukulan adalah pilihan. Namun, saat posisi lemah strategi merangkul lawan jamak dilakukan.

Teknik merangkul bisa dalam bentuk kompromi. Namanya koalisi. Bisa pula model  mengasingkan diri dengan menutup pintu komunikasi. Seperti yang dilakukan oleh tujuh pemuda Kahfi saat berhadapan dengan rezim Dikyanus yang memaksa seluruh penduduk negeri untuk menyembah berhala.

Untuk penyelamatan mereka memilih bersembunyi dalam gua ditemani anjing bernama Qithmir. Kemudian secara politik ”ditidurkan” oleh Allah selama tiga ratus sembilan tahun dan dibangunkan kembali saat rezim jahat berganti penguasa yang baik hati.

Tidur adalah siklus kimiawi akibat meningkatnya hormon melatonin yang berfungsi  sebagai sumber ketenangan dan kesegaran. “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat”. (QS: Annaba: 9). Tidur sekaligus menyempurnakan proses pencernaan makanan yang telah masuk dalam perut.

Baca Juga :  Perahu Naga Ramaikan Fish Market Festival di Kampung Mandar

Dalam tinjauan para psikologis, tidur memiliki kesamaan dengan mati. “Allah memegang jiwa ketika matinya dan memegang jiwa yang belum mati ketika tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa orang yang ditetapkan kematiannya. Dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai batas yang ditentukan. (QS: Az Zumar: 42).

Dari fakta ini wajar jika doa sebelum dan sesudah tidur berkait dengan hidup dan mati, yaitu “Dengan namaMu Ya Allah aku hidup dan aku mati”. Dibaca sebelum tidur. “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati dan hanya kepadaNya kami dikembalikan. Dibaca sesudah tidur.

Khusus pada saat jiwa merasa gelisah, doa yang dibaca adalah “Aku berlindung dengan kalimat kalimat Allah yang sampurna dari murkaNya, siksaNya, darj kejahatan hamba-hambaNya, dari godaan para setan dan dari kedatangan mereka kepadaKu”. (HR Turmudzi).

Supaya tulang-punggung belakang dan leher senantiasa sehat maka posisi tidur telentang sangat dianjurkan seperti yang sering dilakukan oleh Nabi SAW dengan menaikkan kaki di atas kaki yang lain.

Baca Juga :  Evakuasi Temui Jalan Buntu, Bangkai Paus Berencana Ditenggelamkan Dekat Tabuhan

Dokter Hiromi Shinya, penulis buku The Miracle of Enzyme menyatakan, hadirnya rasa kantuk usai makan siang adalah akibat banyaknya enzim yang digunakan ketika bangun dan bergerak.  Memaksakan terus bekerja justru tindakan yang kontraproduktif, homestatis atau pemulihan diri adalah hal penting yang harus dikerjakan. Solusinya adalah tidur sejenak yang dalam Islam disebut Qoilulah.

“Tidur sejenaklah kamu sekalian di siang hari, kàrena sesungguhnya setan tidak tidur sejenak siang”. Hadis Hasan menurut Al Albani

Sepesial pagi hari, saat berkumandang seruan muadzin “Salat itu lebih baik daripada tidur” tiap subuh sejatinya mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum emas berupa udara segar untuk kebaikan paru paru, jantung, otak, sekaligus menikmati keberkahannya.

“Ya Allah berkahilah umatku di waktu paginya”. Demikian doa Nabi SAW untuk umatnya agar menghindari tidur di pagi hari supaya mendapatkan berkah yang melimpah…..tidur pagi No…. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/