alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Sedot Animo Anggota TNI-Polri dan Pelari Nasional

BANYUWANGI – Even ecotourism Banyuwangi Ijen Green Run kedua akan dihelat Minggu (23/7) besok. Even ini mendapat perhatian besar para pecinta olahraga lari alam bebas alias trail run. menjelang pelaksanaan, kuota 500 pelari yang diterapkan oleh Dispora Banyuwangi pun sudah terpenuhi. Baik para pelari baik dari dalam, maupun luar negeri.
Sebagian besar dari mereka tertantang untuk mengikuti lomba lari yang menyajikan pemandangan indah lereng Gunung Ijen ini. Sejumlah runner yang pernah mengikuti London Marathon dan Singapore Marathon, juga ada yang ikut berlaga di even ini.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, konsep yang memadukan antara olahraga dalam balutan event wisata atau yang biasa disebut sport tourism adalah sarana efektif untuk mendatangkan wisatawan. Terutama komunitas-komunitas tertentu.
“Kita memang sedang gencar main di pemasaran wisata berbasis komunitas. Seperti trail run ini komunitas yang mulai banyak hadir di kota-kota besar di Indonesia. Jadi ini keuntungannya ada dua. Pertama, peserta sekaligus wisatawannya datang, dan otomatis menginap serta belanja di Banyuwangi. Kedua, ini sekaligus destinasi wisatanya ikut terangkat promosinya, dalam hal ini Kawah Ijen,” kata Anas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi Wawan Yadmadi menambahkan, berdasarkan data sistem pendaftaran online panitia, para peserta Banyuwangi Ijen Green Run 2017 datang dari Denmark, Belanda, Jerman, dan Kenya.”Dari Kenya, ada Samson Karega Kamau yang sering juara trail run di berbagai negara. Juga ada jajaran nama besar di olahraga lari nasional seperti Siti Muawanah dan Ester Summah yang juga peraih emas SEA Games,” ujar Wawan.
Dari pelari domestik di Indonesia, tercatat peserta datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Denpasar, Sragen, Padang, Bandung, Magelang, Blora, Salatiga, dan Semarang. Selain itu, tak ketinggalan ada juga pelari dari Jambi, Surakarta, Tasikmalaya, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Bojonegoro, Kediri, Malang, dan Probolinggo.”Bahkan ada juga kelompok peminat lari dari teman-teman TNI dan Polri. Di data pendaftaran kami, ada dari teman-teman Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Polda Jatim. Jumlah peserta bisa bertambah karena pendaftaran online baru kami tutup hari ini, kita terpaksa menolak beberapa pendaftar karena kuota sudah penuh” ujar Wawan.
Ratusan peserta itu, sambung Wawan, mayoritas datang ke Banyuwangi pada Sabtu (22/7), tapi ada juga yang sudah mulai berdatangan pada Jumat (21/7). “Tentu semakin lama mereka tinggal di Banyuwangi, semakin bagus karena ada belanja yang dikeluarkan untuk makanan, suvenir, oleh-oleh. Peserta     juga dipersilakan melihat-lihat rute,” ujarnya. (fre/als)

Baca Juga :  Sandiaga Uno Apresiasi Pemulihan Ekonomi

BANYUWANGI – Even ecotourism Banyuwangi Ijen Green Run kedua akan dihelat Minggu (23/7) besok. Even ini mendapat perhatian besar para pecinta olahraga lari alam bebas alias trail run. menjelang pelaksanaan, kuota 500 pelari yang diterapkan oleh Dispora Banyuwangi pun sudah terpenuhi. Baik para pelari baik dari dalam, maupun luar negeri.
Sebagian besar dari mereka tertantang untuk mengikuti lomba lari yang menyajikan pemandangan indah lereng Gunung Ijen ini. Sejumlah runner yang pernah mengikuti London Marathon dan Singapore Marathon, juga ada yang ikut berlaga di even ini.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, konsep yang memadukan antara olahraga dalam balutan event wisata atau yang biasa disebut sport tourism adalah sarana efektif untuk mendatangkan wisatawan. Terutama komunitas-komunitas tertentu.
“Kita memang sedang gencar main di pemasaran wisata berbasis komunitas. Seperti trail run ini komunitas yang mulai banyak hadir di kota-kota besar di Indonesia. Jadi ini keuntungannya ada dua. Pertama, peserta sekaligus wisatawannya datang, dan otomatis menginap serta belanja di Banyuwangi. Kedua, ini sekaligus destinasi wisatanya ikut terangkat promosinya, dalam hal ini Kawah Ijen,” kata Anas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi Wawan Yadmadi menambahkan, berdasarkan data sistem pendaftaran online panitia, para peserta Banyuwangi Ijen Green Run 2017 datang dari Denmark, Belanda, Jerman, dan Kenya.”Dari Kenya, ada Samson Karega Kamau yang sering juara trail run di berbagai negara. Juga ada jajaran nama besar di olahraga lari nasional seperti Siti Muawanah dan Ester Summah yang juga peraih emas SEA Games,” ujar Wawan.
Dari pelari domestik di Indonesia, tercatat peserta datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Denpasar, Sragen, Padang, Bandung, Magelang, Blora, Salatiga, dan Semarang. Selain itu, tak ketinggalan ada juga pelari dari Jambi, Surakarta, Tasikmalaya, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Bojonegoro, Kediri, Malang, dan Probolinggo.”Bahkan ada juga kelompok peminat lari dari teman-teman TNI dan Polri. Di data pendaftaran kami, ada dari teman-teman Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Polda Jatim. Jumlah peserta bisa bertambah karena pendaftaran online baru kami tutup hari ini, kita terpaksa menolak beberapa pendaftar karena kuota sudah penuh” ujar Wawan.
Ratusan peserta itu, sambung Wawan, mayoritas datang ke Banyuwangi pada Sabtu (22/7), tapi ada juga yang sudah mulai berdatangan pada Jumat (21/7). “Tentu semakin lama mereka tinggal di Banyuwangi, semakin bagus karena ada belanja yang dikeluarkan untuk makanan, suvenir, oleh-oleh. Peserta     juga dipersilakan melihat-lihat rute,” ujarnya. (fre/als)

Baca Juga :  Fun Cycling Sembari Cek Route Tour de Ijen

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/