alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Kampanye Bersih Laut, Dua Anggota Kopaska Renang Seberangi Selat Bali

WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dua anggota Kopaska TNI AL, Selasa (19/7) mendarat dengan selamat di Pantai Grand Watudodol (GWD), Kecamatan Wongsorejo. Mereka berhasil menaklukkan Selat Bali dengan cara berenang selama kurang lebih satu jam nonstop.

Kedua anggota Kopaska yang tiba di Pantai GWD itu tampak segar bugar usai mengarungi selat yang terkenal dengan arus kencangnya itu. Dengan celana pendek dan sangkur yang masih terpasang rapi di kaki mereka, keduanya tampak tenang meladeni beberapa orang yang ingin mendengar pengalaman kedua perenang laut itu.

”Ini pengalaman pertama kita, arus Selat Bali memang sangat kencang. Meskipun jaraknya cuma 2,7 kilometer, tapi arusnya kencang sekali,” kata Kelasi Kepala (Klk) Julyad Edward Aji, 31.

Pria asal Lampung itu mengatakan, sejak dia dan rekannya didrop dari Pura Segara Rupek, Buleleng, arus kencang langsung menyambut. Julyad memperkirakan kecepatan arus antara 7–8 knot. Saking kencangnya arus, mereka berdua sempat terseret sejauh satu kilometer ke arah Pabrik Semen Gresik ketika hampir mendekati Pantai GWD. ”Kita pilih arus atas untuk menghindari seretan arus. Dibanding Selat Madura yang jaraknya sekitar 7 kilometer, Selat Bali jauh lebih berat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam Dihentikan
TAKLUKKAN LAUTAN: Dua anggota Kopaska dari Koarmada I Jakarta berenang melintasi Selat Bali, Selasa (19/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Perenang laut lainnya, Kelasi Satu (Kls) Leorudolf Zega, 26, menambahkan, mereka nyaris frustasi melihat kuatnya arus di selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu. Namun, dengan tekad kuat untuk mengampanyekan kondisi sampah laut kepada masyarakat, Leo berusaha keras mencari celah di antara ombak untuk tetap bisa mencapai garis finis.

Leo pun berharap, upaya keras yang dilakukan dia dan Julyad bisa menjadi pelajaran. Bagaimana usaha keras yang dilakukan dengan tekad yang kuat bisa berbuah keberhasilan. Termasuk untuk membersihkan lautan dari sampah-sampah yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah. ”Kebetulan kita berdua atlet, jadi punya energi lebih untuk mengarungi Selat Bali. Kita biasanya turun di lomba OBA, OWS, dan triatlon,” tegas anggota Satkopaska Koarmada I Jakarta itu.

Baca Juga :  Pengusaha Nahdliyin Berperan Strategis Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Sementara itu, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori mengatakan, pihaknya bersama anggota Lanal terus memantau pergerakan para perenang. Meski keduanya cukup terlatih, Lanal tetap mengantisipasi agar kampanye bersih laut yang dilakukan kedua prajurit itu tetap berjalan lancar.

”Apalagi, ombak dan arus cukup kencang. Jadi kita antisipasi dengan mengerahkan beberapa kapal. Kita berharap gerakan yang didukung TNI AL, Pokmas, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan ini bisa menggugah perhatian masyarakat,” tandas mantan Komandan KRI Nanggala itu. (fre/afi/c1)

WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dua anggota Kopaska TNI AL, Selasa (19/7) mendarat dengan selamat di Pantai Grand Watudodol (GWD), Kecamatan Wongsorejo. Mereka berhasil menaklukkan Selat Bali dengan cara berenang selama kurang lebih satu jam nonstop.

Kedua anggota Kopaska yang tiba di Pantai GWD itu tampak segar bugar usai mengarungi selat yang terkenal dengan arus kencangnya itu. Dengan celana pendek dan sangkur yang masih terpasang rapi di kaki mereka, keduanya tampak tenang meladeni beberapa orang yang ingin mendengar pengalaman kedua perenang laut itu.

”Ini pengalaman pertama kita, arus Selat Bali memang sangat kencang. Meskipun jaraknya cuma 2,7 kilometer, tapi arusnya kencang sekali,” kata Kelasi Kepala (Klk) Julyad Edward Aji, 31.

Pria asal Lampung itu mengatakan, sejak dia dan rekannya didrop dari Pura Segara Rupek, Buleleng, arus kencang langsung menyambut. Julyad memperkirakan kecepatan arus antara 7–8 knot. Saking kencangnya arus, mereka berdua sempat terseret sejauh satu kilometer ke arah Pabrik Semen Gresik ketika hampir mendekati Pantai GWD. ”Kita pilih arus atas untuk menghindari seretan arus. Dibanding Selat Madura yang jaraknya sekitar 7 kilometer, Selat Bali jauh lebih berat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam Dihentikan
TAKLUKKAN LAUTAN: Dua anggota Kopaska dari Koarmada I Jakarta berenang melintasi Selat Bali, Selasa (19/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Perenang laut lainnya, Kelasi Satu (Kls) Leorudolf Zega, 26, menambahkan, mereka nyaris frustasi melihat kuatnya arus di selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu. Namun, dengan tekad kuat untuk mengampanyekan kondisi sampah laut kepada masyarakat, Leo berusaha keras mencari celah di antara ombak untuk tetap bisa mencapai garis finis.

Leo pun berharap, upaya keras yang dilakukan dia dan Julyad bisa menjadi pelajaran. Bagaimana usaha keras yang dilakukan dengan tekad yang kuat bisa berbuah keberhasilan. Termasuk untuk membersihkan lautan dari sampah-sampah yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah. ”Kebetulan kita berdua atlet, jadi punya energi lebih untuk mengarungi Selat Bali. Kita biasanya turun di lomba OBA, OWS, dan triatlon,” tegas anggota Satkopaska Koarmada I Jakarta itu.

Baca Juga :  Ketapang-Gilimanuk Sudah Dibuka Pagi Ini

Sementara itu, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori mengatakan, pihaknya bersama anggota Lanal terus memantau pergerakan para perenang. Meski keduanya cukup terlatih, Lanal tetap mengantisipasi agar kampanye bersih laut yang dilakukan kedua prajurit itu tetap berjalan lancar.

”Apalagi, ombak dan arus cukup kencang. Jadi kita antisipasi dengan mengerahkan beberapa kapal. Kita berharap gerakan yang didukung TNI AL, Pokmas, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan ini bisa menggugah perhatian masyarakat,” tandas mantan Komandan KRI Nanggala itu. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/