alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Ombak Besar, Nelayan Grajagan Nekat Melaut

PURWOHARJO, Radar Genteng – Ombak besar di Laut Selatan, ternyata tidak menyurutkan nyali para nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Mereka banyak yang nekat melaut untuk memburu ikan, Senin (18/7).

Para nelayan yang nekat bekerja itu, menganggap ombak di Laut Selatan sudah tidak sebesar beberapa hari sebelumnya.  “Hari ini sudah lumayan aman dibandingkan kemarin-kemarin,” ucap Suwandi, 50, salah satu nelayan asal Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Menurut Suwandi, ombak di Laut Selatan, terutama di sekitar perairan Plawangan, saat ini tingginya sekitar 2,5 meter. Ombak setinggi itu, dianggap masih aman. “Kemarin itu tinggi ombak sempat empat meter lebih, kalau itu kita tidak berani berangkat,” tuturnya.

Baca Juga :  Dihajar Puting Beliung, Puluhan Rumah Dihajar Puting Beliung

Meski baru ada perahu terbalik di perairan Plawangan hingga menelan dua korban jiwa, dan dua lainnya masih dalam pencarian, Suwandi dan nelayan lainnya tidak takut. Mereka masih nekat mencari ikan di laut. “Saya tahu ada yang terbalik, kita tetap bekerja karena ini pekerjaan sehari-hari,” dalihnya.

Suwandi menyebut saat ini cuaca di perairan Grajagan sedang sulit diprediksi. Seperti sekarang, meski jarang turun hujan, angin dan ombak serin tinggi dan besar hingga membahayakan nyawa nelayan. “Apalagi di Plawangan, kalau jam terbangnya (pengalaman bawa kapal) masih kurang, jangan coba-coba, sangat berbahaya,” tuturnya.

Nelayan Grajagan lainnya, Agus Suwito, 48, menyampaikan angin dan ombak besar itu sudah biasa terjadi. Apalagi pada Agustus nanti ombak juga akan besar. “Biasanya, para nelayan tidak akan melaut karena cuaca yang tidak bersahabat itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Musim Hujan, Petani Tangkal Serangan Belalang

Padahal, masih kata dia, saat ini ikan tongkol sedang banyak di lautan. Tapi, banyaknya ikan itu juga sebanding dengan risiko yang muncul. “Kalau nekat melaut, risikonya sangat besar,” pungkasnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Para nelayan yang melaut itu, juga diimbau oleh tim SAR untuk ikut membantu mencari dua nelayan yang hilang Muhadi, 40, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu, dan Zainul, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Kalau menemukan di tengah laut, akan kami bawa ke daratan,” katanya.(sas/abi)

PURWOHARJO, Radar Genteng – Ombak besar di Laut Selatan, ternyata tidak menyurutkan nyali para nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Mereka banyak yang nekat melaut untuk memburu ikan, Senin (18/7).

Para nelayan yang nekat bekerja itu, menganggap ombak di Laut Selatan sudah tidak sebesar beberapa hari sebelumnya.  “Hari ini sudah lumayan aman dibandingkan kemarin-kemarin,” ucap Suwandi, 50, salah satu nelayan asal Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Menurut Suwandi, ombak di Laut Selatan, terutama di sekitar perairan Plawangan, saat ini tingginya sekitar 2,5 meter. Ombak setinggi itu, dianggap masih aman. “Kemarin itu tinggi ombak sempat empat meter lebih, kalau itu kita tidak berani berangkat,” tuturnya.

Baca Juga :  Kalajengking

Meski baru ada perahu terbalik di perairan Plawangan hingga menelan dua korban jiwa, dan dua lainnya masih dalam pencarian, Suwandi dan nelayan lainnya tidak takut. Mereka masih nekat mencari ikan di laut. “Saya tahu ada yang terbalik, kita tetap bekerja karena ini pekerjaan sehari-hari,” dalihnya.

Suwandi menyebut saat ini cuaca di perairan Grajagan sedang sulit diprediksi. Seperti sekarang, meski jarang turun hujan, angin dan ombak serin tinggi dan besar hingga membahayakan nyawa nelayan. “Apalagi di Plawangan, kalau jam terbangnya (pengalaman bawa kapal) masih kurang, jangan coba-coba, sangat berbahaya,” tuturnya.

Nelayan Grajagan lainnya, Agus Suwito, 48, menyampaikan angin dan ombak besar itu sudah biasa terjadi. Apalagi pada Agustus nanti ombak juga akan besar. “Biasanya, para nelayan tidak akan melaut karena cuaca yang tidak bersahabat itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Airlangganomic Antarkan Ketum Golkar di Posisi Teratas Elektabilitas Capres

Padahal, masih kata dia, saat ini ikan tongkol sedang banyak di lautan. Tapi, banyaknya ikan itu juga sebanding dengan risiko yang muncul. “Kalau nekat melaut, risikonya sangat besar,” pungkasnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Para nelayan yang melaut itu, juga diimbau oleh tim SAR untuk ikut membantu mencari dua nelayan yang hilang Muhadi, 40, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu, dan Zainul, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Kalau menemukan di tengah laut, akan kami bawa ke daratan,” katanya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/