alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Di Ruang Terbuka Boleh Tak Pakai Masker

SITUBONDO – Pemerintah mulai memperbolehkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker di ruang terbuka. Ini karena sudah minimnya kasus persebaran positif Covid 19. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau masyarakat tetap berhati-hati. Sebab, kasus pandemi Covid-19 belum selesai.

Kepala Dinkes Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, dalam ruang terbuka warga bebas untuk tidak menggunakan masker. Namun di area tertentu, penggunaan masker tetap penting untuk dilakukan. “Seperti di ruangan tertutup dan angkutan umum, warga tetap menggunakan,” ucap Dwi Herman Susilo, Rabu (18/5).

Dwi mengatakan, pelonggaran untuk tidak menggunakan masker dalam rangka peralihan keadaan.  Dari situasi kondisi pandemi menuju masa endemi. “Masa endemi itu menandakan penyakit Covid tidak lagi menjadi penyakit yang menakutkan hingga mengakibatkan orang meninggal. Namun penyakit kategori endemi itu seperti penyakit yang biasa orang alami. Seperti flu dan batuk. Nanti akan sembuh dengan sendirinya,” ungkapnya.

Dia menilai, setiap warga yang mengalami kondisi flu dan batuk harus menggunakan masker. Agar tidak mengakibatkan lingkungan di sekitarnya tertular. “Meski hanya sedang mengalami flu dan batuk biasa. lebih baik tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Dwi menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi di Situbondo tetap terus dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh. Capaian vaksinasi saat ini jumlahnya terus bertambah. “Untuk capian vaksinasi dosis kesatu sekitar 87,73 persen. Dan untuk capaian vaksinasi pada dosis kedua sekitar 73,38 persen,” ungkap Dwi. (wan/pri)

SITUBONDO – Pemerintah mulai memperbolehkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker di ruang terbuka. Ini karena sudah minimnya kasus persebaran positif Covid 19. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau masyarakat tetap berhati-hati. Sebab, kasus pandemi Covid-19 belum selesai.

Kepala Dinkes Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, dalam ruang terbuka warga bebas untuk tidak menggunakan masker. Namun di area tertentu, penggunaan masker tetap penting untuk dilakukan. “Seperti di ruangan tertutup dan angkutan umum, warga tetap menggunakan,” ucap Dwi Herman Susilo, Rabu (18/5).

Dwi mengatakan, pelonggaran untuk tidak menggunakan masker dalam rangka peralihan keadaan.  Dari situasi kondisi pandemi menuju masa endemi. “Masa endemi itu menandakan penyakit Covid tidak lagi menjadi penyakit yang menakutkan hingga mengakibatkan orang meninggal. Namun penyakit kategori endemi itu seperti penyakit yang biasa orang alami. Seperti flu dan batuk. Nanti akan sembuh dengan sendirinya,” ungkapnya.

Dia menilai, setiap warga yang mengalami kondisi flu dan batuk harus menggunakan masker. Agar tidak mengakibatkan lingkungan di sekitarnya tertular. “Meski hanya sedang mengalami flu dan batuk biasa. lebih baik tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Dwi menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi di Situbondo tetap terus dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh. Capaian vaksinasi saat ini jumlahnya terus bertambah. “Untuk capian vaksinasi dosis kesatu sekitar 87,73 persen. Dan untuk capaian vaksinasi pada dosis kedua sekitar 73,38 persen,” ungkap Dwi. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/