alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Nikmat Kemerdekaan

HIDUP adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada makhluk-Nya. Untuk masing-masing komunitas makhluk terdapat  karakteristik yang satu sama lain berbeda.  Begitu pun kualitasnya, ada yang sederhana seperti hewan dan pepohonan sampai yang super rumit seperti manusia.

Kekuatan hidup ikan misalnya, bukan terletak pada tulang-punggung yang terhubung dengan sirip dan otot hingga membuatnya lincah bergerak dalam air, tapi adanya sistem kantung-kantung udara yang dikosongkan untuk bermanuver menyelam ke dasar air dan mengisinya kembali untuk muncul aktif di permukaan.

Untuk pernapasan, ikan dilengkapi insang yang berfungsi mengekstrak oksigen yang larut dalam air dan mengeluarkan karbon dioksida.  Bahwa kulit ikan tak terluka sedikitpun walau  sepanjang hayatnya berendam dalam air, bisa jadi karena adanya lapisan mengkilat di kulit terluarnya.

Pola hidup yang demikian berbeda sekali dengan pohon kurma yang kuat berdiri di tengah gurun pasir yang tandus, mula-mula komunitas akarnya yang tumbuh masuk ke dalam tanah mencari sumber air. Berikutnya ia tumbuhkan tunas dan batangnya sekalipun bebatuan keras menimbun tubuhnya.

Pada komunitas burung yang kebutuhan oksigennya tinggi, pertukaran udara di paru-paru menggunakan kàntung udara yang tekniknya seperti ubub yang memindahkan udara ke sistem pernapasan hingga memungkinkan organ paru menjaga volume udara dalam jumlah yang stabil.

Baca Juga :  Tanpa Dana dari Pemkab Banyuwangi, Sanggar Seni Berusaha Hidup Mandiri

Sistem kehidupan pada makhluk bernama manusia, konon kekuatannya bertumpu pada organ tubuh yang disebut jantung. Tugasnya amat berat sekaligus terus-menerus bekerja keras, karena tiap menitnya harus berdetak sampai 100 kali untuk memompa lima literan darah ke seluruh tubuh.

Untuk keperluan yang demikian, pada jantung tersedia atrium kiri yang bertugas menerima darah dari paru-paru. Ada pula atrium kanan untuk menerima darah dari seluruh tubuh selain paru paru dilengkapi pula dengan ventrikel kiri yang memompa darah ke seluruh tubuh dan ventrikel kanan ke paru-paru.

Namun, semuanya memiliki pola yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup, lelaku prihatin dan mengakrabi tantangan adalah ikhtiar yang tiada henti untuk dilewati.  Dalam buku Do Fish Feel Pain, Braitwaite memaparkan bukti, bahwa untuk meningkatkan ketahanan hidupnya ikan harus dikondisikan untuk siap berhadapan dengan predator pemangsa dan di arahkan untuk mandiri memenuhi kebutuhan hidup minimalnya.

Baca Juga :  Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Gagal Temukan Jejak Korban

Sedangkan pohon kurma, timbunan batu menjadi usaha alamiahnya untuk menekan pertumbuhan tunas dan mendorong kekuatan akar yang maksimal sampai bertemu langsung dengan mata air hingga tiba saatnya batu terguling atau bahkan pecah. Pada manusia ujian selalu disajikan untuk peningkatan kualitas hidupnya.  “…. seseorang akan diuji sesuai dengan kualifikasinya,  apabila  tinggi kualitasnya, maka semakin berat pula ujiannya  apabila kualitasnya rendah , maka ia akan diuji sesuai  dengan kapasitasnya, seorang hamba akan senantiasa mendapat cobaan hingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa” HR Tirmizi dan Ibnu Majah.

Kemerdekaan hidup adalah nikmat lanjutan yang dihadiahkan kepada manusia yang lulus dan lolos uji untuk bisa berenang seperti ikan yang dengan kreativitasnya lahirlah teknologi perkapalan. Berdiri kokoh seperti pohon, dari olah cerdasnya menjulang megah beton pencakar langit.

Bahkan bebas menyusuri angkasa, laksana burung hingga dari petualangan intelektualnya  ruang angkasa menjadi koloni baru yang hingga ujung jutaan cahaya tak lepas dari kontrol jemari tangannya hingga lahir jabang bayi dari rahim para pahlawan bernama “Merdeka itu Sejahtera”. (*)

HIDUP adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada makhluk-Nya. Untuk masing-masing komunitas makhluk terdapat  karakteristik yang satu sama lain berbeda.  Begitu pun kualitasnya, ada yang sederhana seperti hewan dan pepohonan sampai yang super rumit seperti manusia.

Kekuatan hidup ikan misalnya, bukan terletak pada tulang-punggung yang terhubung dengan sirip dan otot hingga membuatnya lincah bergerak dalam air, tapi adanya sistem kantung-kantung udara yang dikosongkan untuk bermanuver menyelam ke dasar air dan mengisinya kembali untuk muncul aktif di permukaan.

Untuk pernapasan, ikan dilengkapi insang yang berfungsi mengekstrak oksigen yang larut dalam air dan mengeluarkan karbon dioksida.  Bahwa kulit ikan tak terluka sedikitpun walau  sepanjang hayatnya berendam dalam air, bisa jadi karena adanya lapisan mengkilat di kulit terluarnya.

Pola hidup yang demikian berbeda sekali dengan pohon kurma yang kuat berdiri di tengah gurun pasir yang tandus, mula-mula komunitas akarnya yang tumbuh masuk ke dalam tanah mencari sumber air. Berikutnya ia tumbuhkan tunas dan batangnya sekalipun bebatuan keras menimbun tubuhnya.

Pada komunitas burung yang kebutuhan oksigennya tinggi, pertukaran udara di paru-paru menggunakan kàntung udara yang tekniknya seperti ubub yang memindahkan udara ke sistem pernapasan hingga memungkinkan organ paru menjaga volume udara dalam jumlah yang stabil.

Baca Juga :  Obama suka pecel

Sistem kehidupan pada makhluk bernama manusia, konon kekuatannya bertumpu pada organ tubuh yang disebut jantung. Tugasnya amat berat sekaligus terus-menerus bekerja keras, karena tiap menitnya harus berdetak sampai 100 kali untuk memompa lima literan darah ke seluruh tubuh.

Untuk keperluan yang demikian, pada jantung tersedia atrium kiri yang bertugas menerima darah dari paru-paru. Ada pula atrium kanan untuk menerima darah dari seluruh tubuh selain paru paru dilengkapi pula dengan ventrikel kiri yang memompa darah ke seluruh tubuh dan ventrikel kanan ke paru-paru.

Namun, semuanya memiliki pola yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup, lelaku prihatin dan mengakrabi tantangan adalah ikhtiar yang tiada henti untuk dilewati.  Dalam buku Do Fish Feel Pain, Braitwaite memaparkan bukti, bahwa untuk meningkatkan ketahanan hidupnya ikan harus dikondisikan untuk siap berhadapan dengan predator pemangsa dan di arahkan untuk mandiri memenuhi kebutuhan hidup minimalnya.

Baca Juga :  Pelari Kenya Libas Kelas 27 K

Sedangkan pohon kurma, timbunan batu menjadi usaha alamiahnya untuk menekan pertumbuhan tunas dan mendorong kekuatan akar yang maksimal sampai bertemu langsung dengan mata air hingga tiba saatnya batu terguling atau bahkan pecah. Pada manusia ujian selalu disajikan untuk peningkatan kualitas hidupnya.  “…. seseorang akan diuji sesuai dengan kualifikasinya,  apabila  tinggi kualitasnya, maka semakin berat pula ujiannya  apabila kualitasnya rendah , maka ia akan diuji sesuai  dengan kapasitasnya, seorang hamba akan senantiasa mendapat cobaan hingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa” HR Tirmizi dan Ibnu Majah.

Kemerdekaan hidup adalah nikmat lanjutan yang dihadiahkan kepada manusia yang lulus dan lolos uji untuk bisa berenang seperti ikan yang dengan kreativitasnya lahirlah teknologi perkapalan. Berdiri kokoh seperti pohon, dari olah cerdasnya menjulang megah beton pencakar langit.

Bahkan bebas menyusuri angkasa, laksana burung hingga dari petualangan intelektualnya  ruang angkasa menjadi koloni baru yang hingga ujung jutaan cahaya tak lepas dari kontrol jemari tangannya hingga lahir jabang bayi dari rahim para pahlawan bernama “Merdeka itu Sejahtera”. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/