alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Perahu Dihajar Ombak di Plawangan, Dua Nelayan Tewas, Dua Selamat, Dua Hilang

PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Kecelakaan laut terjadi di perairan Plawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo pada Sabtu (16/7) sekitar pukul 17.00. Perahu Hokky 88 yang dinaiki lima pemancing tersebut terbalik akibat dihajar ombak. Dua orang meninggal, dua masih dalam pencarian, dan dua orang selamat dari maut.

Perahu yang dinakhodai Jarwanto tersebut terbalik setelah diiterjang ombak besar  setinggi empat meter. “Cuaca kurang bagus, ombaknya lagi besar,” ujar Suwarno, 54, salah satu nelayan asal Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Dua nelayan yang ditemukan meninggal adalah Sapuan, 50, dan Abas, 60. Keduanya warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Sedangkan dua nelayan yang masih hilang adalah Muhadi, 40, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu dan Moh. Zainul, 44, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Dua pemancing yang selamat Zainul warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, dan sang nakhoda Jarwanto,” ungkap nelayan yang ikut melakukan evakuasi para korban itu.

Baca Juga :  Ombak di Plawangan Grajagan Menggila

Menurut Suwarno, para pemancing dari Kecamatan Genteng dan Sempu tiba di Pantai Grajagan sekitar pukul 16.00. Rombongan berjumlah lima orang itu, berencana pergi ke tengah laut untuk memancing ikan. “Datangnya sudah sore, mereka sudah biasa mancing di sini,” katanya.

Karena cuaca sedang tidak bersahabat, para penyewa perahu sudah melarang rombongan pemancing itu untuk pergi ke tengah laut. “Orang-orang (nelayan) sudah mengingatkan, tapi mereka tetap memaksa berangkat. Akhirnya diantar Jarwanto,” jelasnya.

Saat mesin perahu sudah hidup dan rombongan mulai meninggalkan bibir Pantai Grajagan, tiba-tiba baling-baling perahu menyangkut tali kapal lain yang sedang parkir hingga mesinnya mati. “Pas mesinnya mati itu datang ombak di Plawangan, langsung menghantam perahu dan terbalik,” cetusnya.

Baca Juga :  Pengunjung Pulau Merah Nyaris Meninggal Terseret Ombak

Melihat ada perahu yang diterjang ombak dan terbalik, sejumlah nelayan yang ada di sekitar pantai langsung berhamburan untuk menolong. “Ada dua yang bisa diselamatkan, yang lain ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dan hilang,” katanya.

Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan mengaku baru mendapat laporan ada perahu yang terbalik di daerah Plawangan pada Sabtu (17/7) sekitar pukul 17.30. “Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju ke lokasi,” katanya.

Dalam kecelakaan laut itu, ada dua penumpang yang ditemukan sudah meninggal, dua hilang, dan dua lainnya selamat. “Yang meninggal dan selamat langsung dikirim ke rumahnya,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng. (sas/abi)

PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Kecelakaan laut terjadi di perairan Plawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo pada Sabtu (16/7) sekitar pukul 17.00. Perahu Hokky 88 yang dinaiki lima pemancing tersebut terbalik akibat dihajar ombak. Dua orang meninggal, dua masih dalam pencarian, dan dua orang selamat dari maut.

Perahu yang dinakhodai Jarwanto tersebut terbalik setelah diiterjang ombak besar  setinggi empat meter. “Cuaca kurang bagus, ombaknya lagi besar,” ujar Suwarno, 54, salah satu nelayan asal Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Dua nelayan yang ditemukan meninggal adalah Sapuan, 50, dan Abas, 60. Keduanya warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Sedangkan dua nelayan yang masih hilang adalah Muhadi, 40, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu dan Moh. Zainul, 44, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Dua pemancing yang selamat Zainul warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, dan sang nakhoda Jarwanto,” ungkap nelayan yang ikut melakukan evakuasi para korban itu.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Nelayan Pancer Tetap Berburu Ikan di Laut Selatan

Menurut Suwarno, para pemancing dari Kecamatan Genteng dan Sempu tiba di Pantai Grajagan sekitar pukul 16.00. Rombongan berjumlah lima orang itu, berencana pergi ke tengah laut untuk memancing ikan. “Datangnya sudah sore, mereka sudah biasa mancing di sini,” katanya.

Karena cuaca sedang tidak bersahabat, para penyewa perahu sudah melarang rombongan pemancing itu untuk pergi ke tengah laut. “Orang-orang (nelayan) sudah mengingatkan, tapi mereka tetap memaksa berangkat. Akhirnya diantar Jarwanto,” jelasnya.

Saat mesin perahu sudah hidup dan rombongan mulai meninggalkan bibir Pantai Grajagan, tiba-tiba baling-baling perahu menyangkut tali kapal lain yang sedang parkir hingga mesinnya mati. “Pas mesinnya mati itu datang ombak di Plawangan, langsung menghantam perahu dan terbalik,” cetusnya.

Baca Juga :  Persewangi Jadikan Hasil Lawan Timnas Modal Away ke Kediri

Melihat ada perahu yang diterjang ombak dan terbalik, sejumlah nelayan yang ada di sekitar pantai langsung berhamburan untuk menolong. “Ada dua yang bisa diselamatkan, yang lain ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dan hilang,” katanya.

Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan mengaku baru mendapat laporan ada perahu yang terbalik di daerah Plawangan pada Sabtu (17/7) sekitar pukul 17.30. “Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju ke lokasi,” katanya.

Dalam kecelakaan laut itu, ada dua penumpang yang ditemukan sudah meninggal, dua hilang, dan dua lainnya selamat. “Yang meninggal dan selamat langsung dikirim ke rumahnya,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng. (sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/