alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Pertina Dibekukan, KONI Siapkan Muskablub

BANYUWANGI – Berdasarkan surat no 18/SKP/PERTINA-JTM/VII/2017 yang diterima KONI Banyuwangi, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Timur memutuskan untuk mencabut SK Kepengurusan dari pengurus Pertina tahun 2016-2019. Surat ini pun bermakna kepengurusan Pertina Banyuwangi dibekukan hingga terbentuk kepengurusan baru.
Wakil Ketua 1 KONI Banyuwangi, Surtiyono menjelaskan, surat yang diterima sekretariat KONI pada Senin (10/7) lalu itu memutuskan beberapa poin. Yang pertama adalah mencabut SK Kepengurusan Pertina Banyuwangi. Kemudian yang kedua menyerahkan administrasi dan organisasi Pertina Banyuwangi kepada KONI Banyuwangi.
Keputusan tersebut keluar didasari surat dari KONI. Kemudian tanggapan dan mosi tidak percaya dari beberapa pengurus sasana dan investigasi Pertina Jatim terkait kepengurusan Pertina Banyuwangi yang dalam temuan tersebut melakukan pelanggaran manipulasi data dan penyalahgunaan anggaran.
“Dari surat tersebut, intinya Pengprov PERTINA mencabut SK Kepengurusan Pertina Banyuwangi. Jadi sejak surat itu kita terima, kepengurusan Pertina Banyuwangi periode 2016-2017 sudah tidak berlaku lagi,” ujar Surtiyono.
Terkait surat itu, menurut Surtiyono, KONI segera mengambil langkah efisien agar Pertina Banyuwangi bisa segera kembali aktif. Rencananya, Senin (17/7) besok, KONI akan mengundang sasana yang menjadi anggota Pertina untuk membahas persiapan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub).
“Kita harus segera mengambil langkah cepat, agar organisasi ini bisa kembali aktif. Karena kalau tidak kasihan, apalagi sebentar lagi akan ada PORKAB. Kita harap tinju bisa berpartisipasi nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait dana pembinaan untuk cabor tinju yang saat ini masih disimpan di kas KONI, Ketua Bidang Organisasi KONI Banyuwangi, Yuli Sudaryanto mengatakan, dana tersebut bisa dicairkan setelah terbentuk kepengurusan Pertina yang baru.
“Jadi, meskipun KONI diberi wewenang oleh Jatim untuk menangani Pertina Banyuwangi, anggaran tetap diperuntukkan bagi pengurus Pertina. Tapi, jika sampai Desember tidak ada kepengurusan baru, maka dana akan kita kembalikan ke BPKAD,” pungkasnya.
Sekedar mengingatkan kembali, pada 16 April 2017 lalu pengurus Pertina Jatim mengunjungi KONI Banyuwangi untuk menemui pengurus Pertina Banyuwangi. Saat itu Pengprov Pertina melakukan investigasi terkait keluhan beberapa sasana yang selama ini merasa tidak diakomodasi oleh pengurus Pertina Banyuwangi. Hasil pertemuan itu pun menjadi salah satu pertimbangan terbitnya surat pencabutan SK Pertina Banyuwangi itu. (fre/als)

Baca Juga :  Perkuat Otot, Atlet Selam Nge-Gym

BANYUWANGI – Berdasarkan surat no 18/SKP/PERTINA-JTM/VII/2017 yang diterima KONI Banyuwangi, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Timur memutuskan untuk mencabut SK Kepengurusan dari pengurus Pertina tahun 2016-2019. Surat ini pun bermakna kepengurusan Pertina Banyuwangi dibekukan hingga terbentuk kepengurusan baru.
Wakil Ketua 1 KONI Banyuwangi, Surtiyono menjelaskan, surat yang diterima sekretariat KONI pada Senin (10/7) lalu itu memutuskan beberapa poin. Yang pertama adalah mencabut SK Kepengurusan Pertina Banyuwangi. Kemudian yang kedua menyerahkan administrasi dan organisasi Pertina Banyuwangi kepada KONI Banyuwangi.
Keputusan tersebut keluar didasari surat dari KONI. Kemudian tanggapan dan mosi tidak percaya dari beberapa pengurus sasana dan investigasi Pertina Jatim terkait kepengurusan Pertina Banyuwangi yang dalam temuan tersebut melakukan pelanggaran manipulasi data dan penyalahgunaan anggaran.
“Dari surat tersebut, intinya Pengprov PERTINA mencabut SK Kepengurusan Pertina Banyuwangi. Jadi sejak surat itu kita terima, kepengurusan Pertina Banyuwangi periode 2016-2017 sudah tidak berlaku lagi,” ujar Surtiyono.
Terkait surat itu, menurut Surtiyono, KONI segera mengambil langkah efisien agar Pertina Banyuwangi bisa segera kembali aktif. Rencananya, Senin (17/7) besok, KONI akan mengundang sasana yang menjadi anggota Pertina untuk membahas persiapan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub).
“Kita harus segera mengambil langkah cepat, agar organisasi ini bisa kembali aktif. Karena kalau tidak kasihan, apalagi sebentar lagi akan ada PORKAB. Kita harap tinju bisa berpartisipasi nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait dana pembinaan untuk cabor tinju yang saat ini masih disimpan di kas KONI, Ketua Bidang Organisasi KONI Banyuwangi, Yuli Sudaryanto mengatakan, dana tersebut bisa dicairkan setelah terbentuk kepengurusan Pertina yang baru.
“Jadi, meskipun KONI diberi wewenang oleh Jatim untuk menangani Pertina Banyuwangi, anggaran tetap diperuntukkan bagi pengurus Pertina. Tapi, jika sampai Desember tidak ada kepengurusan baru, maka dana akan kita kembalikan ke BPKAD,” pungkasnya.
Sekedar mengingatkan kembali, pada 16 April 2017 lalu pengurus Pertina Jatim mengunjungi KONI Banyuwangi untuk menemui pengurus Pertina Banyuwangi. Saat itu Pengprov Pertina melakukan investigasi terkait keluhan beberapa sasana yang selama ini merasa tidak diakomodasi oleh pengurus Pertina Banyuwangi. Hasil pertemuan itu pun menjadi salah satu pertimbangan terbitnya surat pencabutan SK Pertina Banyuwangi itu. (fre/als)

Baca Juga :  Gelar UKT untuk 160 Taekwondoin

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/