alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Berdiri Gugusan Rumah Osing dengan View Selat Bali

BANYUWANGI – Agrowisata Tamansuruh (AWT) tengah bersolek. Destinasi wisata yang berlokasi di kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, itu tidak hanya dimanfaatkan sebagai kebun bunga dan ragam tanaman pertanian. Lebih dari itu, di lokasi tersebut bakal dibangun berbagai sarana penunjang pariwisata, termasuk gugusan rumah Osing, toilet publik, musala, dan lain sebagainya.

Pembangunan AWT tersebut merupakan bagian dari sokongan pemerintah RI pada kabupaten the Sunrise of Java. Apalagi, Banyuwangi menjadi bagian program pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sebagaimana diketahui, AWT merupakan destinasi yang memadukan pariwisata dan sektor pertanian di lahan seluas sekitar 10,5 hektare. Di lokasi tersebut dikembangkan berbagai jenis komoditas pertanian unggulan. Termasuk padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik.

Agrowisata tersebut juga dikonsep sebagai tempat edukasi pertanian. Mengingat semua tanaman di lahan ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar dan berbuah. Di kawasan ini masyarakat bisa belajar cara bertanam dan berkebun dengan teknik yang tepat.

Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang bisa mendokumentasikan Banyuwangi di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tanpa mengubah yang sudah ada, pemkab telah menyusun konsep semacam Kampung Osing di lokasi tersebut. Termasuk adanya perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi di kawasan AWT.

Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran senilai Rp 25,7 miliar untuk menata kawasan AWT. Dana sebesar itu bersumber dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Perkembangan terbaru, pengerjaan proyek penataan kawasan Agrowisata Tamansuruh yang dikerjakan PT Lingkar Persada tersebut sudah berjalan 50 persen. Di lokasi tersebut bakal dibangun pedestrian, jalan untuk akses kendaraan dan mobil, area entrance dan parkir bus, ticketing kendaraan, ruang tunggu sopir, serta area parkir mobil dan motor. Selain itu, bangunan inti ground water tank, toilet publik, musala, rump deck new deck, dan 12 rumah Kampung Osing.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Banyuwangi Dani Al Sofyan mengatakan, pembangunan yang kini dilakukan di kawasan AWT merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemkab Banyuwangi. ”Pemkab mendapat bantuan dalam bentuk pekerjaan senilai sekitar Rp 26 miliar,” ujarnya.

Dani menuturkan, pembangunan kawasan AWT tersebut dilakukan dengan anggaran tahun jamak (multi years). ”Tender dimulai tahun 2021 dan pelaksanaannya ditarget tuntas tahun ini,” kata dia.

Menurut Dani, pemerintah pusat tidak ujug-ujug memberikan bantuan untuk pengembangan AWT di Banyuwangi. Dikatakan, bantuan tersebut diberikan untuk menyokong pengembangan pariwisata kabupaten ujung timur Pulau Jawa. ”Pusat sedang mengembangkan kawasan selingkar Ijen. Ini karena pusat memandang pariwisata Banyuwangi sedang menggeliat,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Agrowisata Tamansuruh (AWT) tengah bersolek. Destinasi wisata yang berlokasi di kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, itu tidak hanya dimanfaatkan sebagai kebun bunga dan ragam tanaman pertanian. Lebih dari itu, di lokasi tersebut bakal dibangun berbagai sarana penunjang pariwisata, termasuk gugusan rumah Osing, toilet publik, musala, dan lain sebagainya.

Pembangunan AWT tersebut merupakan bagian dari sokongan pemerintah RI pada kabupaten the Sunrise of Java. Apalagi, Banyuwangi menjadi bagian program pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sebagaimana diketahui, AWT merupakan destinasi yang memadukan pariwisata dan sektor pertanian di lahan seluas sekitar 10,5 hektare. Di lokasi tersebut dikembangkan berbagai jenis komoditas pertanian unggulan. Termasuk padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik.

Agrowisata tersebut juga dikonsep sebagai tempat edukasi pertanian. Mengingat semua tanaman di lahan ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar dan berbuah. Di kawasan ini masyarakat bisa belajar cara bertanam dan berkebun dengan teknik yang tepat.

Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang bisa mendokumentasikan Banyuwangi di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tanpa mengubah yang sudah ada, pemkab telah menyusun konsep semacam Kampung Osing di lokasi tersebut. Termasuk adanya perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi di kawasan AWT.

Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran senilai Rp 25,7 miliar untuk menata kawasan AWT. Dana sebesar itu bersumber dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Perkembangan terbaru, pengerjaan proyek penataan kawasan Agrowisata Tamansuruh yang dikerjakan PT Lingkar Persada tersebut sudah berjalan 50 persen. Di lokasi tersebut bakal dibangun pedestrian, jalan untuk akses kendaraan dan mobil, area entrance dan parkir bus, ticketing kendaraan, ruang tunggu sopir, serta area parkir mobil dan motor. Selain itu, bangunan inti ground water tank, toilet publik, musala, rump deck new deck, dan 12 rumah Kampung Osing.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Banyuwangi Dani Al Sofyan mengatakan, pembangunan yang kini dilakukan di kawasan AWT merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemkab Banyuwangi. ”Pemkab mendapat bantuan dalam bentuk pekerjaan senilai sekitar Rp 26 miliar,” ujarnya.

Dani menuturkan, pembangunan kawasan AWT tersebut dilakukan dengan anggaran tahun jamak (multi years). ”Tender dimulai tahun 2021 dan pelaksanaannya ditarget tuntas tahun ini,” kata dia.

Menurut Dani, pemerintah pusat tidak ujug-ujug memberikan bantuan untuk pengembangan AWT di Banyuwangi. Dikatakan, bantuan tersebut diberikan untuk menyokong pengembangan pariwisata kabupaten ujung timur Pulau Jawa. ”Pusat sedang mengembangkan kawasan selingkar Ijen. Ini karena pusat memandang pariwisata Banyuwangi sedang menggeliat,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/