alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Mahir Baca Puisi

RadarBanyuwangi.id – Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Banyuwangi Nuriyatus Sholeha ternyata piawai dalam membaca puisi. Kecakapan membaca puisi itu ditunjukkan Nuriyatus dalam acara penyerahan penghargaan nasional Festival Aksara di kantor Dispendik Banyuwangi kemarin (9/9).

Dalam Festival Aksara itu, Nuriyatus juga mendapatkan penghargaan sebagai pegiat perempuan. Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.

Usai penyerahan penghargaan, Nuriyatus meninggalkan tempat duduknya. Dia berjalan  menuju panggung sembari menggenggam buku berisi kumpulan puisi. Mengenakan pakaian khas Banyuwangi, Nuriyatus membaca puisi berjudul ”Senyuman Lembah Ijen”.

Suara tepuk tangan membahana di aula Dipendik siang itu. Tamu undangan yang hadir seolah ”terhipnotis” dengan rangkaian kata yang meluncur dari bibir Nuriyatus. Mereka memberikan aplaus kepada pejabat Dispendik yang tinggal di Kelurahan Tamanbaru tersebut. ”Bu Nuri ternyata mahir baca puisi. Dia sangat menjiwai isinya,” ujar salah seorang tamu undangan.   

Puisi tersebut dikemas dalam sebuah buku Antologi Puisi Nusantara ”Senyuman Lembah Ijen. Buku tersebut berisi karya 191 penyair dari berbagai pelosok Indonesia, bahkan Malaysia.

Nuriyatus masih menyimpan antologi puisi yang disunting oleh Samsudin Adlawi dan Desy Ariyani tersebut. Karya besar tersebut tak lepas dari kerja keras tim curator D. Zawawi Imron, Ahmadun Yosi Herfanda, Wayan Jengki Sunarta, dan Hasan Aspahani. Antologi Puisi Nusantara tersebut dicetak bulan April 2018.

RadarBanyuwangi.id – Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Banyuwangi Nuriyatus Sholeha ternyata piawai dalam membaca puisi. Kecakapan membaca puisi itu ditunjukkan Nuriyatus dalam acara penyerahan penghargaan nasional Festival Aksara di kantor Dispendik Banyuwangi kemarin (9/9).

Dalam Festival Aksara itu, Nuriyatus juga mendapatkan penghargaan sebagai pegiat perempuan. Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.

Usai penyerahan penghargaan, Nuriyatus meninggalkan tempat duduknya. Dia berjalan  menuju panggung sembari menggenggam buku berisi kumpulan puisi. Mengenakan pakaian khas Banyuwangi, Nuriyatus membaca puisi berjudul ”Senyuman Lembah Ijen”.

Suara tepuk tangan membahana di aula Dipendik siang itu. Tamu undangan yang hadir seolah ”terhipnotis” dengan rangkaian kata yang meluncur dari bibir Nuriyatus. Mereka memberikan aplaus kepada pejabat Dispendik yang tinggal di Kelurahan Tamanbaru tersebut. ”Bu Nuri ternyata mahir baca puisi. Dia sangat menjiwai isinya,” ujar salah seorang tamu undangan.   

Puisi tersebut dikemas dalam sebuah buku Antologi Puisi Nusantara ”Senyuman Lembah Ijen. Buku tersebut berisi karya 191 penyair dari berbagai pelosok Indonesia, bahkan Malaysia.

Nuriyatus masih menyimpan antologi puisi yang disunting oleh Samsudin Adlawi dan Desy Ariyani tersebut. Karya besar tersebut tak lepas dari kerja keras tim curator D. Zawawi Imron, Ahmadun Yosi Herfanda, Wayan Jengki Sunarta, dan Hasan Aspahani. Antologi Puisi Nusantara tersebut dicetak bulan April 2018.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/