alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Wandra Restusiyan Buka Kafe di Halaman Rumah

RadarBanyuwangi.id – Bermacam usaha dilakukan saat job manggung terbatas. Penyanyi Wandra memilih menyulap halaman rumahnya menjadi sebuah kafe kontainer.

Bangunan megah tampak di tepi Jalan Raya Cluring, perbatasan Desa Sarimulyo dan Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Dari tepi jalan, terlihat papan nama ”Keliwat Kangen”. Sedangkan pada dinding bangunan rumah itu terdapat tulisan ”One Nada”.

Keliwat Kangen merupakan nama kafe milik penyanyi muda Ainur Rofik Wandra Restusiyan. Sementara tulisan ”One Nada” yang menempel pada dinding bangunan, merupakan nama studio musik milik penyanyi dan pencipta lagu yang populer dengan sebutan Wandra itu.

Anak kedua pasangan suami istri H Tusiana dan Hj Indriyati ini baru saja merintis usaha kecil-kecilan berupa kafe di halaman depan rumahnya. ”Masih belum diresmikan, mestinya tanggal 3 Juli 2021 lalu, tapi pas bersamaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) Darurat, jadi gagal total,” ujar Wandra.

Sebelum memiliki usaha kafe di halaman depan studio musik dan rumahnya itu, dia merintis usaha studio musik. Studio tersebut juga melayani les privat musik atau sekolah musik dan studio rekaman.

Mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua yang belajar musik di studio itu. Jumlahnya sampai ratusan orang. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Hampir setiap hari, studio tak pernah sepi dari hilir mudik orang belajar musik.

Maklum, di studio tersebut, hampir semua jenis alat musik tersedia. Mulai dari piano, terompet, kendang, gitar, bass, dan drum. Hanya, sebagian besar orang berlatih musik piano.

Karena tak pernah sepi dari aktivitas masyarakat yang datang, Wandra mencoba membuka kafe. Mengingat, setiap orang yang datang sembari menunggu berlatih musik, membutuhkan makanan dan minuman.

Di sisi lain, kafe tersebut juga untuk tempat nongkrong anak-anak muda. ”Konsep kafenya memang saya buat menggunakan boks kontainer yang dimodifikasi,” jelas alumnus Fakultas Ekonomi Untag 1945 Banyuwangi itu.

Selain memiliki usaha kafe tersebut, penyanyi berusia 26 tahun ini juga masih memiliki dua usaha waralaba di Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Kalibaru. Total karyawannya mencapai 44 orang.

Selama pandemi, Wandra juga sempat kelimpungan. Sebab, dia tak mungkin merumahkan semua karyawan. Hingga akhirnya, dia berusaha sekuat tenaga agar mereka tetap memiliki pemasukan untuk menyambung hidup. ”Saya atur, bagaimana mereka tetap bisa bekerja walaupun tidak setiap hari. Kondisinya saat ini memang serba sulit,” terang adik kandung Wendri Dewi Fitrianingrum itu.

Sementara itu, job manggung di sejumlah kota juga batal. Jumlahnya mencapai puluhan. Praktis, musisi One Nada pimpinannya berhenti manggung. Wandra hanya berkreasi di balik studio rekaman dengan memproduksi lagu-lagu Banyuwangi yang ditayangkan lewat YouTube. Dalam sebulan, dia bisa memproduksi lagu yang dirilis ulang. ”Saya hanya bisa berusaha dan terus berdoa, semoga pandemi ini segera berkahir dan bisa hidup normal kembali,” tandas peraih penghargaan musisi muda berbakat versi PWI Banyuwangi itu. (ddy/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Bermacam usaha dilakukan saat job manggung terbatas. Penyanyi Wandra memilih menyulap halaman rumahnya menjadi sebuah kafe kontainer.

Bangunan megah tampak di tepi Jalan Raya Cluring, perbatasan Desa Sarimulyo dan Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Dari tepi jalan, terlihat papan nama ”Keliwat Kangen”. Sedangkan pada dinding bangunan rumah itu terdapat tulisan ”One Nada”.

Keliwat Kangen merupakan nama kafe milik penyanyi muda Ainur Rofik Wandra Restusiyan. Sementara tulisan ”One Nada” yang menempel pada dinding bangunan, merupakan nama studio musik milik penyanyi dan pencipta lagu yang populer dengan sebutan Wandra itu.

Anak kedua pasangan suami istri H Tusiana dan Hj Indriyati ini baru saja merintis usaha kecil-kecilan berupa kafe di halaman depan rumahnya. ”Masih belum diresmikan, mestinya tanggal 3 Juli 2021 lalu, tapi pas bersamaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) Darurat, jadi gagal total,” ujar Wandra.

Sebelum memiliki usaha kafe di halaman depan studio musik dan rumahnya itu, dia merintis usaha studio musik. Studio tersebut juga melayani les privat musik atau sekolah musik dan studio rekaman.

Mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua yang belajar musik di studio itu. Jumlahnya sampai ratusan orang. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Hampir setiap hari, studio tak pernah sepi dari hilir mudik orang belajar musik.

Maklum, di studio tersebut, hampir semua jenis alat musik tersedia. Mulai dari piano, terompet, kendang, gitar, bass, dan drum. Hanya, sebagian besar orang berlatih musik piano.

Karena tak pernah sepi dari aktivitas masyarakat yang datang, Wandra mencoba membuka kafe. Mengingat, setiap orang yang datang sembari menunggu berlatih musik, membutuhkan makanan dan minuman.

Di sisi lain, kafe tersebut juga untuk tempat nongkrong anak-anak muda. ”Konsep kafenya memang saya buat menggunakan boks kontainer yang dimodifikasi,” jelas alumnus Fakultas Ekonomi Untag 1945 Banyuwangi itu.

Selain memiliki usaha kafe tersebut, penyanyi berusia 26 tahun ini juga masih memiliki dua usaha waralaba di Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Kalibaru. Total karyawannya mencapai 44 orang.

Selama pandemi, Wandra juga sempat kelimpungan. Sebab, dia tak mungkin merumahkan semua karyawan. Hingga akhirnya, dia berusaha sekuat tenaga agar mereka tetap memiliki pemasukan untuk menyambung hidup. ”Saya atur, bagaimana mereka tetap bisa bekerja walaupun tidak setiap hari. Kondisinya saat ini memang serba sulit,” terang adik kandung Wendri Dewi Fitrianingrum itu.

Sementara itu, job manggung di sejumlah kota juga batal. Jumlahnya mencapai puluhan. Praktis, musisi One Nada pimpinannya berhenti manggung. Wandra hanya berkreasi di balik studio rekaman dengan memproduksi lagu-lagu Banyuwangi yang ditayangkan lewat YouTube. Dalam sebulan, dia bisa memproduksi lagu yang dirilis ulang. ”Saya hanya bisa berusaha dan terus berdoa, semoga pandemi ini segera berkahir dan bisa hidup normal kembali,” tandas peraih penghargaan musisi muda berbakat versi PWI Banyuwangi itu. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/