alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Lya Variesta Optimalkan Channel YouTube Sekaligus Buka Usaha Kedai

RadarBanyuwangi.id – Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian para pelaku seni di Banyuwangi. Tidak terkecuali para penyanyi alias singer. Pembatasan kegiatan masyarakat menyebabkan order manggung seret. Bahkan, sejak sekitar sebulan terakhir, tidak satu pun order menyanyi yang diterima.

Seperti dialami Lya Variesta. Dia mengaku pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian keluarganya. Apalagi, dia dan sang suami, yakni Victor, sama-sama bergelut di bidang seni musik. Victor adalah salah satu pemain organ yang punya nama di belantika musik Banyuwangi.

Lya mengatakan, sebagai penyanyi, dirinya lebih banyak tampil di acara resepsi pernikahan. Bukan tampil reguler di kafe atau semacamnya. Karena itu, pandemi Covid-19, terutama saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan, job manggung langsung terjun bebas. ”Karena saat PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 diterapkan, tidak diperbolehkan ada resepsi pernikahan,” ujar perempuan yang beralamat di Jalan Letjen R. Suprapto Gang Lombok 1, Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro

Lya mengaku, saat adaptasi kebiasaan baru alias new normal diberlakukan, resepsi pernikahan masih bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Misalnya tamu undangan tidak boleh makan di tempat. Makanan diberikan untuk dibawa pulang alias take away. ”Saat itu masih ada satu atau dua job manggung setiap pekan. Namun saat PPKM diterapkan, order menyanyi di acara resepsi pernikahan menjadi nihil,” akunya.

Kondisi ini berbeda jauh dibanding hari normal. Menurut Lya, dalam kondisi normal, dirinya paling tidak mendapat order menyanyi 24 kali dalam sebulan. Dijelaskan, kebanyakan job menyanyi di acara resepsi pernikahan pada akhir pekan (weekend), yakni Jumat hingga Minggu. ”Pada akhir pekan, job menyanyi di resepsi pernikahan bisa mencapai dua sampai tiga kali dalam sehari,” tuturnya.

Selain tampil di acara resepsi pernikahan, Lya juga kerap mendapat job menyanyi di acara yang digelar instansi, baik swasta maupun acara yang digelar instansi pemerintah.

Sedangkan kini, nihil job manggung, Lya mengandalkan pendapatan dari sumber lain. Dia memiliki usaha warung kecil-kecilan di rumahnya. ”Setelah PPKM diterapkan, saya genjot saja warungnya. Dapat penghasilan sekaligus mengisi waktu agar tidak stres,” kata dia.

Selain itu, Lya juga mengoptimalkan channel YouTube. ”Channel YouTube itu juga kami genjot. Lumayan, dapat penghasilan dari situ,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian para pelaku seni di Banyuwangi. Tidak terkecuali para penyanyi alias singer. Pembatasan kegiatan masyarakat menyebabkan order manggung seret. Bahkan, sejak sekitar sebulan terakhir, tidak satu pun order menyanyi yang diterima.

Seperti dialami Lya Variesta. Dia mengaku pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian keluarganya. Apalagi, dia dan sang suami, yakni Victor, sama-sama bergelut di bidang seni musik. Victor adalah salah satu pemain organ yang punya nama di belantika musik Banyuwangi.

Lya mengatakan, sebagai penyanyi, dirinya lebih banyak tampil di acara resepsi pernikahan. Bukan tampil reguler di kafe atau semacamnya. Karena itu, pandemi Covid-19, terutama saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan, job manggung langsung terjun bebas. ”Karena saat PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 diterapkan, tidak diperbolehkan ada resepsi pernikahan,” ujar perempuan yang beralamat di Jalan Letjen R. Suprapto Gang Lombok 1, Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro

Lya mengaku, saat adaptasi kebiasaan baru alias new normal diberlakukan, resepsi pernikahan masih bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Misalnya tamu undangan tidak boleh makan di tempat. Makanan diberikan untuk dibawa pulang alias take away. ”Saat itu masih ada satu atau dua job manggung setiap pekan. Namun saat PPKM diterapkan, order menyanyi di acara resepsi pernikahan menjadi nihil,” akunya.

Kondisi ini berbeda jauh dibanding hari normal. Menurut Lya, dalam kondisi normal, dirinya paling tidak mendapat order menyanyi 24 kali dalam sebulan. Dijelaskan, kebanyakan job menyanyi di acara resepsi pernikahan pada akhir pekan (weekend), yakni Jumat hingga Minggu. ”Pada akhir pekan, job menyanyi di resepsi pernikahan bisa mencapai dua sampai tiga kali dalam sehari,” tuturnya.

Selain tampil di acara resepsi pernikahan, Lya juga kerap mendapat job menyanyi di acara yang digelar instansi, baik swasta maupun acara yang digelar instansi pemerintah.

Sedangkan kini, nihil job manggung, Lya mengandalkan pendapatan dari sumber lain. Dia memiliki usaha warung kecil-kecilan di rumahnya. ”Setelah PPKM diterapkan, saya genjot saja warungnya. Dapat penghasilan sekaligus mengisi waktu agar tidak stres,” kata dia.

Selain itu, Lya juga mengoptimalkan channel YouTube. ”Channel YouTube itu juga kami genjot. Lumayan, dapat penghasilan dari situ,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/