alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Dinas Pendidikan Perkuat Layanan PAUD-HI

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani terus mendorong implementasi layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Banyuwangi. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Banyuwangi.

Bupati Ipuk menuturkan, PAUD-HI sangat penting diimplementasikan mengingat usia dini merupakan periode emas (golden period) yang menentukan kualitas seseorang di masa yang akan datang. ”Usia dini merupakan periode emas yang akan menentukan perkembangan mereka pada tahap selanjutnya. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini,” ujarnya saat menghadiri workshop Bunda PAUD di aula kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Kamis lalu (30/6).

Dikatakan Ipuk, pendidikan dan pemenuhan hak-hak dasar anak usia dini menjadi sesuatu yang sangat penting. ”Sehingga ke depan bisa mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing,” kata dia.

Baca Juga :  Daftar dan Bayar Uji Kir Kendaraan Bisa lewat Online

Sekadar diketahui, PAUD-HI dilakukan secara holistik atau menyeluruh. Dimulai dengan memberikan layanan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin, dilanjutkan layanan bagi ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan hingga berusia enam tahun. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang meliputi layanan pendidikan, layanan kesehatan dan gizi, layanan pengasuhan, layanan perlindungan, serta layanan kesejahteraan.

”Implementasinya membutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak. Ini bukan hanya tugas Dispendik saja, namun butuh kerja sama para orang tua, organisasi perangkat daerah (OPD), dan berbagai pihak lainnya,” beber Ipuk.

Untuk optimalisasi pelaksanaan PAUD-HI tersebut, pada rangkaian workshop tersebut Ipuk juga mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa/kelurahan sebagai kepanjangan tangan Pokja Bunda PAUD tingkat kabupaten. Mereka bertugas menggerakkan elemen masyarakat di wilayahnya agar pelaksanaan PAUD-HI bisa berjalan optimal.

Tugas Pokja PAUD dimaksud antara lain mengajak para orang tua, keluarga, dan para pengasuh untuk memastikan semua anak usia dini terpenuhi hak-haknya. Seperti kebutuhan nutrisi, pelayanan kesehatan dasar, stimulasi motorik, sensorik, dan kognitif, serta lingkungan yang sehat. ”Ini juga bagian upaya menekan angka stunting di Banyuwangi. Dengan sinergi berbagai pihak, termasuk Pokja Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, kita berharap angka stunting di Banyuwangi bisa terus ditekan,” harap perempuan yang berulang tahun setiap 10 September tersebut.

Baca Juga :  Hari Pertama Kerja sebagai Bupati, Ipuk Ngantor di Desa Bayu

Workshop Bunda PAUD kali ini digelar secara hybrid. Sebanyak 100 Bunda PAUD kecamatan dan desa mengikuti secara langsung di aula Dispendik, sementara 250 guru PAUD mengikuti secara virtual. Acara ini menghadirkan narasumber Dr Ratna Megawangi yang merupakan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sekaligus pendiri pendidikan holistik berbasis karakter. (sgt/bay/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani terus mendorong implementasi layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Banyuwangi. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Banyuwangi.

Bupati Ipuk menuturkan, PAUD-HI sangat penting diimplementasikan mengingat usia dini merupakan periode emas (golden period) yang menentukan kualitas seseorang di masa yang akan datang. ”Usia dini merupakan periode emas yang akan menentukan perkembangan mereka pada tahap selanjutnya. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini,” ujarnya saat menghadiri workshop Bunda PAUD di aula kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Kamis lalu (30/6).

Dikatakan Ipuk, pendidikan dan pemenuhan hak-hak dasar anak usia dini menjadi sesuatu yang sangat penting. ”Sehingga ke depan bisa mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing,” kata dia.

Baca Juga :  Kasus Pengganda Uang Ada Kemungkinan Diselesaikan Secara Restorative Justice

Sekadar diketahui, PAUD-HI dilakukan secara holistik atau menyeluruh. Dimulai dengan memberikan layanan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin, dilanjutkan layanan bagi ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan hingga berusia enam tahun. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang meliputi layanan pendidikan, layanan kesehatan dan gizi, layanan pengasuhan, layanan perlindungan, serta layanan kesejahteraan.

”Implementasinya membutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak. Ini bukan hanya tugas Dispendik saja, namun butuh kerja sama para orang tua, organisasi perangkat daerah (OPD), dan berbagai pihak lainnya,” beber Ipuk.

Untuk optimalisasi pelaksanaan PAUD-HI tersebut, pada rangkaian workshop tersebut Ipuk juga mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa/kelurahan sebagai kepanjangan tangan Pokja Bunda PAUD tingkat kabupaten. Mereka bertugas menggerakkan elemen masyarakat di wilayahnya agar pelaksanaan PAUD-HI bisa berjalan optimal.

Tugas Pokja PAUD dimaksud antara lain mengajak para orang tua, keluarga, dan para pengasuh untuk memastikan semua anak usia dini terpenuhi hak-haknya. Seperti kebutuhan nutrisi, pelayanan kesehatan dasar, stimulasi motorik, sensorik, dan kognitif, serta lingkungan yang sehat. ”Ini juga bagian upaya menekan angka stunting di Banyuwangi. Dengan sinergi berbagai pihak, termasuk Pokja Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, kita berharap angka stunting di Banyuwangi bisa terus ditekan,” harap perempuan yang berulang tahun setiap 10 September tersebut.

Baca Juga :  THL Menjadi Prioritas dan Bupati Adakan Konsolidasi

Workshop Bunda PAUD kali ini digelar secara hybrid. Sebanyak 100 Bunda PAUD kecamatan dan desa mengikuti secara langsung di aula Dispendik, sementara 250 guru PAUD mengikuti secara virtual. Acara ini menghadirkan narasumber Dr Ratna Megawangi yang merupakan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sekaligus pendiri pendidikan holistik berbasis karakter. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/