alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Lampu Selang; Makin Terang Makin Senang

RadarBanyuwangi.id – Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, biasanya pernik-pernik atau lampu hias Agustusan ramai menghiasi jalan.

Lampu hias tak hanya marak di wilayah perkotaan. Wilayah kampung maupun pedesaan juga tak kalah semarak. Mulai dari di sekitar taman, gapura masuk perkampungan, hingga di sepanjang jalan. Model lampu hias Agustus tidak jauh berbeda dengan lampu-lampu hias light emitting diode (LED) pada umumnya.

”Menjelang perayaan biasanya lampu warna-warni untuk hiasan akan banyak diburu,” ujar Untung Hariyanto, salah seorang pedagang lampu dan alat listrik di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Menurut Untung, beragam lampu yang biasa dibeli oleh masyarakat untuk hiasan perayaan Agustusan ada lampu tumblr motif anggur bulat, lampu twinkle light, lampu hias strip LED, lampu rustik mini, lampu tumblr motif bintang, dan lampu tumblr motif tirai. ”Harganya bermacam-macam, sesuai jenis dan ukurannya,” ujar Untung.

Masyarakat memiliki selera tersendiri dalam menentukan lampu hiasan yang dibelinya. Meski terlihat sama saja sebagai hiasan, tetapi penempatan lampu juga memengaruhi. ”Kalau lampu yang dililitkan di pohon agar tampak rapi atau di gapura biasanya menggunakan lampu strip LED, kalau untuk rumbai-rumbai biasanya pakai lampu tumblr motif tirai,” jelas warga Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi ini.

Selama pandemi ini, kata Untung, penjualan lampu hiasan Agustusan memang menurun dibanding sebelum pandemi. Apalagi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, penjualan juga diprediksi akan turun. ”Tapi ada saja yang sudah cari untuk dibeli, hanya masih tidak seramai sebelum adanya pandemi,” katanya.

Salah satu lampu hias yang paling diburu pembeli adalah lampu hias strip LED. Lampu jenis ini dinilai lebih praktis, rapi saat dipasang. Ditambah daya listrik yang digunakan juga hemat listrik karena lampu LED.

Biasanya, lampu strip LED ini digunakan sebagai lampu dekorasi kamar atau plafon rumah. Tetapi, dalam perkembangannya juga digunakan sebagai lampu hias Agustusan untuk objek-objek outdoor. Misalnya dipasang dengan dililitkan di pohon atau gapura pintu masuk perumahan.

Lampu strip LED ini dikenal juga dengan nama lampu selang. Jika dilihat sepintas, lampu ini memang seperti diwadahi dalam selang. Lampu ini tahan panas dan tahan air karena sudah ada lapisan water proof sehingga meski terkena air juga tidak perlu khawatir terjadi korsleting listrik.

Lampu strip ini harganya juga sangat terjangkau. Satu meter dijual dengan harga Rp 10 ribu. Tapi jika beli satu rol dengan panjang 100 meter, bisa lebih murah dijual, yakni sekitar Rp 750 ribu. ”Ada berbagai jenis warna yang bisa dipilih, ada merah, putih, hijau, biru, kuning, tergantung permintaan pembeli,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, biasanya pernik-pernik atau lampu hias Agustusan ramai menghiasi jalan.

Lampu hias tak hanya marak di wilayah perkotaan. Wilayah kampung maupun pedesaan juga tak kalah semarak. Mulai dari di sekitar taman, gapura masuk perkampungan, hingga di sepanjang jalan. Model lampu hias Agustus tidak jauh berbeda dengan lampu-lampu hias light emitting diode (LED) pada umumnya.

”Menjelang perayaan biasanya lampu warna-warni untuk hiasan akan banyak diburu,” ujar Untung Hariyanto, salah seorang pedagang lampu dan alat listrik di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Menurut Untung, beragam lampu yang biasa dibeli oleh masyarakat untuk hiasan perayaan Agustusan ada lampu tumblr motif anggur bulat, lampu twinkle light, lampu hias strip LED, lampu rustik mini, lampu tumblr motif bintang, dan lampu tumblr motif tirai. ”Harganya bermacam-macam, sesuai jenis dan ukurannya,” ujar Untung.

Masyarakat memiliki selera tersendiri dalam menentukan lampu hiasan yang dibelinya. Meski terlihat sama saja sebagai hiasan, tetapi penempatan lampu juga memengaruhi. ”Kalau lampu yang dililitkan di pohon agar tampak rapi atau di gapura biasanya menggunakan lampu strip LED, kalau untuk rumbai-rumbai biasanya pakai lampu tumblr motif tirai,” jelas warga Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi ini.

Selama pandemi ini, kata Untung, penjualan lampu hiasan Agustusan memang menurun dibanding sebelum pandemi. Apalagi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, penjualan juga diprediksi akan turun. ”Tapi ada saja yang sudah cari untuk dibeli, hanya masih tidak seramai sebelum adanya pandemi,” katanya.

Salah satu lampu hias yang paling diburu pembeli adalah lampu hias strip LED. Lampu jenis ini dinilai lebih praktis, rapi saat dipasang. Ditambah daya listrik yang digunakan juga hemat listrik karena lampu LED.

Biasanya, lampu strip LED ini digunakan sebagai lampu dekorasi kamar atau plafon rumah. Tetapi, dalam perkembangannya juga digunakan sebagai lampu hias Agustusan untuk objek-objek outdoor. Misalnya dipasang dengan dililitkan di pohon atau gapura pintu masuk perumahan.

Lampu strip LED ini dikenal juga dengan nama lampu selang. Jika dilihat sepintas, lampu ini memang seperti diwadahi dalam selang. Lampu ini tahan panas dan tahan air karena sudah ada lapisan water proof sehingga meski terkena air juga tidak perlu khawatir terjadi korsleting listrik.

Lampu strip ini harganya juga sangat terjangkau. Satu meter dijual dengan harga Rp 10 ribu. Tapi jika beli satu rol dengan panjang 100 meter, bisa lebih murah dijual, yakni sekitar Rp 750 ribu. ”Ada berbagai jenis warna yang bisa dipilih, ada merah, putih, hijau, biru, kuning, tergantung permintaan pembeli,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

PPNI Kembangkan Nursing Tourism

Rapat Banmus Gagal Bahas Keputusan BK

Artikel Terbaru

/