Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kesalahan Laten

Samsudin Adlawi • Rabu, 6 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Oleh: Samsudin Adlawi*
Oleh: Samsudin Adlawi*

TAK terasa sudah 80 tahun Indonesia merdeka. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini rakyat menyambut momentum kemerdekaan dengan gegap gempita.

Mereka memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul. Tidak hanya pada 17 Agustus. Melainkan sejak 1 Agustus! Baik di depan rumah maupun halaman dan sekitar kantor. Meriah. 

Fenomena lainnya: ucapan selamat ulang tahun kemerdekaan bermunculan. Menghiasi berbagai ruang. Dari kantor pemerintah hingga gang-gang di desa.

Mulai berbentuk spanduk di ruang digital. Baik berbentuk tulisan maupun lisan. Saat berpidato, para pejabat tak lupa menyampaikan selamat HUT RI.

Namun, sangat disayangkan. Masih saja terjadi kesalahan merangkai kalimat ucapan ulang tahun kemerdekaan. Kesalahan laten.

Yang terus terjadi selama 80 tahun! Bukan hanya rakyat. Tapi sebagian besar pejabat juga belum benar dalam mengucapkan selamat ulang tahun kemerdekaan negaranya.

Tersebab itu, saya mengajak semua pembaca Man Nahnu belajar bersama. Menyempurnakan kalimat ucapan ulang tahun kemerdekaan negara tercinta Indonesia. Berdasar kaidah dan tata bahasa Indonesia.

Selama ini, ada puluhan pengucapan selamat ulang tahun kemerdekaan RI yang salah. Kesalahan itu akibat kreativitas.

Ada juga karena ketidaksengajaan. Tepatnya, ketaksengajaan yang disebabkan ketaktahuan. Kurang mengerti tentang aturan main penggunaan bahasa.

Saya yakin, dua belas kesalahan itu pernah kita baca dan atau kita dengar. Bahkan, malah kita tulis sendiri. Seperti, Dirgahayu HUT RI. Ucapannya singkat dan padat.

Juga kelihatannya benar. Padahal salah. Kesalahannya terletak pada penggabungan ‘’dirgahayu’’ dengan HUT. Kata ‘’dirgahayu’’ tidak boleh digabung dengan HUT. Cukup menulis atau mengucapkannya dengan ‘’Dirgahayu Republik Indonesia’’.

Banyak juga yang masih menulis Dirgahayu RI ke-80. Seharusnya ditulis saja ‘’Dirgahayu RI’’. Sebab, dirgahayu tidak diikuti angka tahun. Ada pula yang terlalu kreatif. Ia menulis begini: Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-80.

Bisa saja, dengan menulis lebih panjang si penulis ingin kelihatan keren. Padahal, tambahan frasa yang ditulisnya (‘’kita ke-80’’) itu tidak baku. Lebih keren kalau ia menulisnya seperti ini: ‘’Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia’’.

Lain lagi dengan ucapan yang satu ini: Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Sangat lengkap. Tapi sayang, yang lengkap itu justru dianggap salah. Kesalahannya terletak pada penulisan angka tahun.

Seharusnya angka tahun ditulis sebelum nama negara, sehingga menjadi ‘’Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Kalau angka tahun ditulis setelah ‘’Republik Indonesia’’, maka muncul penafsiran bahwa yang sedang berulang tahun adalah Republik Indonesia ke-80. Padahal negara kita (Indonesia) hanya ada satu, bukan.

Masih banyak lagi versi penulisan angka tahun setelah nama negara. Antara lain Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Peringatan Ulang Tahun RI ke-80, Selamat Hari Ulang Tahun RI ke-80, HUT RI ke-80, Dirgahayu Indonesia ke-80, dan Dirgahayu NKRI ke-80. Sekali lagi, semua model penulisan itu salah!

Ada juga yang menulis H.U.T RI ke-80. Penulisan itu salah dua sekaligus. Kesalahan pertama menulis angka tahun setelah nama negara (RI).

Kesalahan kedua, penulisan HUT pakai titik. Itu tidak perlu. Sebab, sesuai kaidah dan tana bahasa Indonesia, penulisan singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Maka, jangan lagi menulis H.U.T RI ke-80. Tapi ganti dengan HUT ke-80 RI.

Wa ba’du. Apakah selama ini Anda menulis ucapan kemerdekaan dengan salah satu atau salah dua dari contoh-contoh di atas? Tidak usah sungkan. Silakan angka tangan.

Katakan dengan jujur. Meski dalam hati. Yang terpenting adalah mau mengakui kesalahan. Meski pengakuan itu tidak akan sampai membuyarkan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Cuma, kok kebangetan. Salah kok terus berulang. Diulang-ulang. Sampai 80 tahun lagi. Meski tidak akan masuk dalam daftar pertanyaan malaikat penjaga kubur, sebaiknya jangan sampai kita melakukan kesalahan sampai mati. Hahaha…

Agar mudah dan tidak bingung, mari hafalkan penulisan ucapan HUT ke-80 RI. Untuk tahun-tahun berikutnya tinggal mengganti angkanya.

Masak mengganti darah dan harta yang dikorbankan para pejuangan hanya dengan menulis ucapan kemerdekaan secara benar Anda keberatan. Kebangetan! (Pekolom Banyuwangi)

Editor : Ali Sodiqin
#Kesalahan #17 agustus #Dirgahayu #man nahnu #80 tahun #samsudin adlawi