Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menghidupkan Kalimati

Samsudin Adlawi
Penulis: Samsudin Adlawi❯
Oleh: Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.
Oleh: Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Muncar sedang panen raya. Tapi tunggu dulu. Bukan panen ikan. Melainkan panen sampah. Panen raya itu terjadi pekan lalu (26 - 30 Oktober 2026). Lokasi panen rayanya tidak jauh dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Muncar. Tepatnya, di sepanjang sungai Kalimati. 

Kalimati adalah dusun. Masuk Desa Kedungrejo. Kecamatan Muncar. Sungai Bacin. Begitu masyarakat sekitar sering menyebut sungai Kalimati. Sebutan itu merujuk ke aromanya. Baunya sangat menyengat. Tajam sekali. Butuh beberapa lembar masker untuk menangkalnya.

Saya merasakan langsung tajamnya sengatan bau tak sedap itu. Rabu (27/10/26), saya bersama tim Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP RaBa) melihat langsung kondisi sungai Kalimati. Menyaksikan aktivitas pengangkatan sampah di sana. Tak tampak air di sungai itu. Yang terlihat hanya tumpukan sampah. Tebal sekali lapisan sampahnya. Menutupi permukaan sungai sepanjang 800-an meter.

Advertisement

Sampahnya komplit. Mulai sampah alam hingga sampah rumah tangga. Sampah-sampah itu saling mengikat. Kuat sekali. Sulit terurai oleh air. ‘’Saat laut pasang, airnya memang masuk ke sungai Kalimati. Tapi hanya lewat bawah tumpukan sampah. Sedangkan sampahnya tetap rapi. Tak beringsut sama sekali. Begitu juga saat airnya kembali ke muara,’’ kata kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudra kepada saya di lokasi.

Camat Muncar Ainur Rofiq memimpin langsung pengerukan. Tak peduli kondisi di lapangan sangat berat. Sebanyak 50 personil diterjunkan. Setiap hari. Terus menerus. Dimulai Senin (26/10/26) hingga Jumat (30/10/26). Memang, saat melantiknya sebagai camat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas memberi tugas khusus kepada Rofiq. Harus bisa membereskan persoalan sampah di kawasan pesisir. Terutama di sungai Kalimati dan sekitarnya. Pesan Ipuk berikutnya lebih tegas: penanganan sampahnya harus menyeluruh dan berkelanjutan. Agar persoalan sampah (khususnya di Muncar) tidak terus berulang.

Rofiq menjawab tantangan itu. Baru sepekan menjabat, ia mengajak para pihak terkait bergotong royong mengangkat sampah sungai Kalimati. Mulai DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Dinas Pengairan, perwakilan karyawan pabrik sekitar lokasi sungai Kalimati, Sungai Watch, kelompok nelayan, dan masyarakat sekitar.

Advertisement

Hasilnya sangat luar biasa. Sebanyak 20 dump truck berhasil diangkat dari sungai Kalimati. Setiap truk berisi 5 ton sampah. ‘’Berarti total sampah yang berhasil diangkat oleh tim selama lima hari sebanyak 100 ton. Sangat banyak ternyata sampahnya,’’ tutur Rofiq puas.

Hebatnya lagi, 100 ton sampah itu diangkat menggunakan tangan kosong. Puluhan personil terjun ke sungai. Sepertiga badannya tercelup di sungai sampah. Pelan-pelan sampah dipungut pakai tangan. Lalu dimasukkan ke dalam jaring dan ditarik ke atas. Saat diangkat, bau bacin cukup menyengat.

Pengangkatan sampah terpaksa dilakukan secara manual. Sebab, alat berat yang sudah disiapkan tidak bisa diturunkan ke sungai. Tidak ada akses yang bisa dilewati alat berat. Pasalnya, sepanjang sepadan sungai sudah dipenuhi bangunan rumah warga. Juga beberapa warung dan bangunan lainnya.

Kendala itu membuat Rofiq dan tim pusing. Sebab, hingga kini belum berhasil menemukan akses jalan alat berat menuju muara. Bagian terakhir dari aksi bersih-bersih sungai Kalimati. Muara Kalimati menjadi salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah di aliran sungainya. Sebab, di sana terdapat sekitar 50 bangkai kapal. Kapal-kapal rusak itu posisinya malang melintang tak karuan. Bahkan sebagian bodinya sudah tertimbun dalam lumpur. Menyumbat muara sungai Kalimati. Sampah-sampah dari sungai Kalimati terjebak. Menyumbat. Menjadi penyebab sampah menumpuk di area muara Kalimati. Tak bisa mengalir ke laut.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Mengguyur, Sungai Kalimati Tetap Bersih, Warga Buru Pembuang Sampah

Hujan Mengguyur, Sungai Kalimati Tetap Bersih, Warga Buru Pembuang Sampah

Sungai Kalimati Muncar kembali bersih setelah puluhan ton sampah diangkat. Warga dan petugas kini berjaga agar sungai tak kembali tercemar.

45,7 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Kalimati Muncar, Kini Warga dan Petugas Jaga Tiap Malam

45,7 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Kalimati Muncar, Kini Warga dan Petugas Jaga Tiap Malam

45,7 ton sampah dibersihkan dari Sungai Kalimati Muncar. Kini warga dan 10 petugas pengairan bergiliran berjaga setiap malam cegah sampah kembali.

45,7 Ton Sampah Diangkut dari Kalimati Muncar, Nelayan Berharap Tak Terulang

45,7 Ton Sampah Diangkut dari Kalimati Muncar, Nelayan Berharap Tak Terulang

Sebanyak 45,7 ton sampah diangkut dari Sungai Kalimati, Muncar, Banyuwangi, dalam empat hari. Nelayan berharap penanganan sampah berkelanjutan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer