Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki ”kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak jika dimasak. Biasanya diolah dengan cara digoreng atau dibakar.
Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut atau manyung yang tergolong dalam keluarga yang berbeda yaitu Ariidae. Sementara habitat ikan dari famili Clariidae ini meliputi sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, dan sawah yang tergenang air.
Bahkan, ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan. Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu lebih aktif di malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap.
Meski hidup di lahan yang cukup kumuh, lele memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Di antaranya yaitu menjaga berat badan, menjaga kesehatan sel dan jaringan tubuh, meningkatkan kesehatan saraf dan otak, serta menjaga kesehatan jantung.
”Selain orang tua, anak-anak juga sangat menggemari ikan lele goreng. Meskipun memiliki daging yang sedikit, namun teksturnya lembut dan gurih,” ujar Sri Wahyuni, penjual ikan di Pasar Banyuwangi. (tar/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono