Warna asli dari marmer adalah putih, tetapi terdapat warna pengotor yang justru membuat warna marmer menjadi menarik, seperti warna kehijauan, abu-abu, atau kecokelatan.
Berdasar kegunaannya, marmer dibagi menjadi dua jenis. Ada marmer ordinario untuk bangunan. Ada pula marmer statuario untuk seni pahat. Untuk seni, pada umumnya digunakan marmer dengan kristal yang relatif bening dan tekstur berlapis yang menarik sering dikenal sebagai onix.
Sedangkan untuk bangunan, pemanfaatan marmer cukup beragam. Mulai sebagai pelapis tembok hingga lantai. Soal harga, relatif. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa penggunaan marmer dapat menimbulkan kesan mewah suatu bangunan. Tak heran, banyak yang rela merogoh kocek dalam untuk mengaplikasikan marmer di hunian pribadi maupun hotel dan perkantoran.
Penjual keramik di Kecamatan Blimbingsari Ahmad Sauqi, 45, mengatakan, marmer adalah jenis batuan yang dapat digunakan sebagai perabotan. ”Selain untuk lantai, bahan tersebut juga bisa digunakan untuk membuat meja. Bisa juga untuk patung prasasti, papan nama, dan lain sebagainya,” tandasnya. (tar/sgt/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono