RADAR BANYUWANGI – Akhir-akhir ini sering dijumpai anak-anak yang membawa mainan berbentuk dua bola kecil yang diikat menyatu dengan ujung ikatan atas diberi semacam pegangan. Mainan jadul itu kini kembali jadi tren.
Permainan yang dikenal etek-etek atau lato-lato ini memiliki warna yang bervariasi. Mulai dari warna biasa atau lebih gelap hingga yang dapat bersinar dalam kegelapan. Antara lain merah, kuning, hijau, biru, pink, ungu, dan lainnya.
Tak heran, banyak anak mulai melirik mainan etek-etek ini. Momen ini menjadi peluang bagi para pedagang untuk mendapat penghasilan yang lebih banyak.
Salah satu pedagang etek-etek yang berjualan di area Pasar Banyuwangi yaitu Mohammad, 72, mengaku seluruh etek-etek laris dibeli anak-anak. Seluruh varian warna sukses menarik perhatian para anak kecil.
Namun, Mohammad mengaku terdapat beberapa warna yang menjadi sasaran pertama para pembeli. Seperti warna pink dan oranye yang paling banyak dibeli anak-anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki lebih memilih warna biru, hijau, kuning, merah, dan ungu. ”Semua laris dibeli anak-anak,” ujarnya.
Harga etek-etek bergantung pada model dan warnanya. Untuk warna yang dapat menyala di dalam gelap, dibanderol Rp 10 ribu. Sedangkan etek-etek yang berwarna lebih gelap dipatok Rp 8 ribu. ”Sehari bisa dapat hampir satu juta dari penjualan ini (etek-etek),” katanya sambil memegang etek-etek.
Pedagang lain yang menjajakan barang dagangannya di area parkiran Pasar Banyuwangi Asmami, 65, merasa mendapat berkah dari penjualan etek-etek. Dalam sehari dia dapat menjual hingga 30 biji mainan etek-etek. Dengan harga per biji Rp 10 ribu. ”Warna yang menyala dalam gelap paling banyak dibeli karena warnanya yang cerah,” pungkasnya. (cw4/bay/c1)