alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Haji 2022

Dengarkan Lewat Jaringan Radio, Bisa Paham Isi Khotbah di Makkah

MAKKAH, Radar Banyuwangi – Jemaah haji Indonesia khususnya dari kloter 24 asal Banyuwangi terharu bisa melaksanakan salat Jumat kali pertama di depan Kakbah. Tiga jam sebelum pelaksanaan salat Jumat dimulai, jemaah kloter 24 bergerak memasuki kawasan Masjidilharam sebelum azan berkumandang. Datang lebih awal untuk mengejar saf paling depan.

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo Prayogo melaporkan, suhu di Makkah siang itu mencapai 43 derajat Celsius. Panasnya Kota Makkah tak menyurutkan semangat jemaah ikut salat Jumat. Sembari menunggu waktu salat Jumat tiba, jemaah mengisi waktu dengan membaca Alquran dan sembari bermunajat.

”Beberapa jemaah terlihat melakukan panggilan video kepada keluarganya di Banyuwangi. Mereka menyampaikan hajatnya melalui kamera HP yang diarahkan ke Kakbah,” kata Yudi.

Baca Juga :  Karya Lokal Banyuwangi Di ajang Miss Universe, Bangga Donk

Sebelum memulai salat Jumat, beberapa jemaah lebih dulu mengambil air wudu di tempat yang telah disediakan. Bagi jemaah yang mengenakan pakaian ihram bisa salat di area dekat Kakbah. Sementara, bagi non-ihram, salat Jumat di lantai dua maupun tiga.

Suasana Masjidilharam sangat ramai siang itu. Meski demikian, alur jemaah yang ingin salat Jumat tetap teratur. ”Kami datang lebih awal karena ini momen salat Jumat pertama di Masjidilharam,” kata dosen Untag 1945 Banyuwangi itu.

Bisa melaksanakan salat Jumat kali pertama di Masjidilharam dan di depan Kakbah merupakan pengalaman paling berkesan sepanjang usia. Hal itu sangat dirasakan oleh jemaah kloter 24 asal Banyuwangi. ”Alhamdulillah, kami bisa salat Jumat di depan Kakbah bersama jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia,” tandas Yudi.

Baca Juga :  Panel MCB Meledak, Jemaah Kloter 24 Panik

Khotbah Jumat siang itu disampaikan oleh Yang Mulia Syekh Dr Bandar Balila. Bagi jemaah haji yang berada di Masjidilharam dan ingin mendengarkan khotbah Jumat dengan bahasa Indonesia bisa melalui radio FM 96.800 MHz atau bisa melalui laman (web) https://manaratalharamain.gov.sa/sp/323747840.

Berikut tip untuk bisa mengetahui materi khotbah secara langsung dengan terjemahan bahasa Indonesia. Modalnya ponsel dan headset. Langkah pertama, aktifkan headset ke ponsel Anda. Kedua, aktifkan aplikasi Radio FM, dan ketiga, pilih frekuensi 96.800 FM. ”Bila hendak mendengarkan terjemahan khotbah melalui handphone sebaiknya dipersiapkan sebelum khatib memulai khotbah,” saran Yudi. (ddy/aif/c1)

MAKKAH, Radar Banyuwangi – Jemaah haji Indonesia khususnya dari kloter 24 asal Banyuwangi terharu bisa melaksanakan salat Jumat kali pertama di depan Kakbah. Tiga jam sebelum pelaksanaan salat Jumat dimulai, jemaah kloter 24 bergerak memasuki kawasan Masjidilharam sebelum azan berkumandang. Datang lebih awal untuk mengejar saf paling depan.

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo Prayogo melaporkan, suhu di Makkah siang itu mencapai 43 derajat Celsius. Panasnya Kota Makkah tak menyurutkan semangat jemaah ikut salat Jumat. Sembari menunggu waktu salat Jumat tiba, jemaah mengisi waktu dengan membaca Alquran dan sembari bermunajat.

”Beberapa jemaah terlihat melakukan panggilan video kepada keluarganya di Banyuwangi. Mereka menyampaikan hajatnya melalui kamera HP yang diarahkan ke Kakbah,” kata Yudi.

Baca Juga :  Jelang Armuzna, Kain Kiswah Kakbah Dibersihkan

Sebelum memulai salat Jumat, beberapa jemaah lebih dulu mengambil air wudu di tempat yang telah disediakan. Bagi jemaah yang mengenakan pakaian ihram bisa salat di area dekat Kakbah. Sementara, bagi non-ihram, salat Jumat di lantai dua maupun tiga.

Suasana Masjidilharam sangat ramai siang itu. Meski demikian, alur jemaah yang ingin salat Jumat tetap teratur. ”Kami datang lebih awal karena ini momen salat Jumat pertama di Masjidilharam,” kata dosen Untag 1945 Banyuwangi itu.

Bisa melaksanakan salat Jumat kali pertama di Masjidilharam dan di depan Kakbah merupakan pengalaman paling berkesan sepanjang usia. Hal itu sangat dirasakan oleh jemaah kloter 24 asal Banyuwangi. ”Alhamdulillah, kami bisa salat Jumat di depan Kakbah bersama jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia,” tandas Yudi.

Baca Juga :  Kloter 28 Sepakat Tidak Melaksanakan Tarwiyah

Khotbah Jumat siang itu disampaikan oleh Yang Mulia Syekh Dr Bandar Balila. Bagi jemaah haji yang berada di Masjidilharam dan ingin mendengarkan khotbah Jumat dengan bahasa Indonesia bisa melalui radio FM 96.800 MHz atau bisa melalui laman (web) https://manaratalharamain.gov.sa/sp/323747840.

Berikut tip untuk bisa mengetahui materi khotbah secara langsung dengan terjemahan bahasa Indonesia. Modalnya ponsel dan headset. Langkah pertama, aktifkan headset ke ponsel Anda. Kedua, aktifkan aplikasi Radio FM, dan ketiga, pilih frekuensi 96.800 FM. ”Bila hendak mendengarkan terjemahan khotbah melalui handphone sebaiknya dipersiapkan sebelum khatib memulai khotbah,” saran Yudi. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/