alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Haji Pascapandemi

Dua Jemaah Banyuwangi Tunda Berangkat Ibadah Haji

RADAR BANYUWANGI – Bupati Ipuk Fiestiandani melepas keberangkatan 444 calon jemaah haji (CJH) dari depan kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (22/6). Seluruh jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dengan diangkut sepuluh bus.

Suasana haru pecah manakala bus pengangkut jemaah bergerak meninggalkan Jalan A. Yani Banyuwangi, tempat pemberangkatan CJH. Kerabat dan pengantar rela berdesak-desakan di antara bus agar bisa menyapa hingga memeluk kerabatnya saat akan masuk bus.

Tak sedikit yang menangis haru ketika melihat keluarganya berjalan ke dalam bus. Lambaian tangan, teriakan, dan pelukan menjadi momen yang mewarnai pelepasan jemaah yang berangkat ke asrama haji. Saat bus mulai bergerak, lambaian tangan dari keluarga terus mengiringi hingga bus menjauh.

”Momen ini sangat spesial. Ini adalah pemberangkatan haji yang pertama setelah sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi. Selamat untuk Bapak Ibu semua, selamat menjadi tamu Allah. Semoga menjadi haji yang mabrur,” kata Bupati Ipuk saat memberangkatkan CJH.

Turut mendampingi Bupati Ipuk, Kapolresta AKBP Deddy Foury Millewa, Dandim 0825 Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan, Sekkab Mujiono, Kepala Kemenag M. Amak Burhanuddin, Ketua MUI KH Muhamad Yamin, serta Ketua Ikatan Pemandu Haji Indonesia (IPHI) Teguh Sumarno.

Ipuk berpesan agar jemaah bisa menjaga diri dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji. ”Di sana Bapak Ibu akan berkumpul dengan jemaah haji dari berbagai negara. Jaga diri, lakukan banyak kebaikan. Karena Ibu dan Bapak ini juga membawa nama bangsa Indonesia,” pesannya.

Ipuk juga menitipkan permohonan agar jemaah senantiasa mendoakan kebaikan untuk Banyuwangi dan Indonesia. ”Mohon doakan Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia. Kami sebagai pemimpin, tolong juga didoakan agar senantiasa amanah dan memberikan manfaat bagi warga. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga dan merahmati kita semua,” harap Ipuk.

Kepala Kantor Kemenag Amak Burhanuddin menambahkan, CJH Banyuwangi tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Yang pertama, yakni kloter 24 sudah berangkat pada 19 Juni. Jumlahnya 35 orang berangkat bersama rombongan dari Kabupaten Situbondo. ”Yang diberangkatkan hari ini adalah kloter 28 yang masuk ke dalam gelombang kedua dengan jumlah jemaah 444 orang,” ungkapnya.

Kloter 28 dijadwalkan tiba di Surabaya pukul 18.00, Rabu kemarin (22/6) dan akan dikarantina di AHES selama 24 jam. Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan menuju Jeddah. ”Kami bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk menginformasikan kondisi jemaah haji selama di tanah dengan kontributor yang telah dipilih,” kata Amak.

Sesuai kuota, jumlah CJH yang seharusnya berangkat yakni 446 orang. Namun, ada dua jemaah yang menunda keberangkatan. Bukasman, warga Wongsorejo, menunda berangkat karena sakit. Sementara jemaah lainnya, Mabruroh, warga Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, menunda haji karena terpisah dengan jadwal keberangkatan suaminya.

Terkait persiapan di Tanah Suci, jemaah sudah menerima informasi cukup detail. ”Kami sudah informasikan suhu udara di Arab Saudi saat ini 40 derajat Celsius. Kami imbau perbanyak minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi. Untuk menghindari kaki melepuh, selalu kenakan alas kaki yang layak,” imau Amak.

Untuk jadwal pemulangan, kloter 24 tiba di tanah air pada Senin 1 Agustus pukul 21.35. Sementara kloter 28 pada hari Jumat tanggal 5 Agustus pukul 01.00. (ddy/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Bupati Ipuk Fiestiandani melepas keberangkatan 444 calon jemaah haji (CJH) dari depan kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (22/6). Seluruh jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dengan diangkut sepuluh bus.

Suasana haru pecah manakala bus pengangkut jemaah bergerak meninggalkan Jalan A. Yani Banyuwangi, tempat pemberangkatan CJH. Kerabat dan pengantar rela berdesak-desakan di antara bus agar bisa menyapa hingga memeluk kerabatnya saat akan masuk bus.

Tak sedikit yang menangis haru ketika melihat keluarganya berjalan ke dalam bus. Lambaian tangan, teriakan, dan pelukan menjadi momen yang mewarnai pelepasan jemaah yang berangkat ke asrama haji. Saat bus mulai bergerak, lambaian tangan dari keluarga terus mengiringi hingga bus menjauh.

”Momen ini sangat spesial. Ini adalah pemberangkatan haji yang pertama setelah sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi. Selamat untuk Bapak Ibu semua, selamat menjadi tamu Allah. Semoga menjadi haji yang mabrur,” kata Bupati Ipuk saat memberangkatkan CJH.

Turut mendampingi Bupati Ipuk, Kapolresta AKBP Deddy Foury Millewa, Dandim 0825 Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan, Sekkab Mujiono, Kepala Kemenag M. Amak Burhanuddin, Ketua MUI KH Muhamad Yamin, serta Ketua Ikatan Pemandu Haji Indonesia (IPHI) Teguh Sumarno.

Ipuk berpesan agar jemaah bisa menjaga diri dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji. ”Di sana Bapak Ibu akan berkumpul dengan jemaah haji dari berbagai negara. Jaga diri, lakukan banyak kebaikan. Karena Ibu dan Bapak ini juga membawa nama bangsa Indonesia,” pesannya.

Ipuk juga menitipkan permohonan agar jemaah senantiasa mendoakan kebaikan untuk Banyuwangi dan Indonesia. ”Mohon doakan Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia. Kami sebagai pemimpin, tolong juga didoakan agar senantiasa amanah dan memberikan manfaat bagi warga. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga dan merahmati kita semua,” harap Ipuk.

Kepala Kantor Kemenag Amak Burhanuddin menambahkan, CJH Banyuwangi tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Yang pertama, yakni kloter 24 sudah berangkat pada 19 Juni. Jumlahnya 35 orang berangkat bersama rombongan dari Kabupaten Situbondo. ”Yang diberangkatkan hari ini adalah kloter 28 yang masuk ke dalam gelombang kedua dengan jumlah jemaah 444 orang,” ungkapnya.

Kloter 28 dijadwalkan tiba di Surabaya pukul 18.00, Rabu kemarin (22/6) dan akan dikarantina di AHES selama 24 jam. Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan menuju Jeddah. ”Kami bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk menginformasikan kondisi jemaah haji selama di tanah dengan kontributor yang telah dipilih,” kata Amak.

Sesuai kuota, jumlah CJH yang seharusnya berangkat yakni 446 orang. Namun, ada dua jemaah yang menunda keberangkatan. Bukasman, warga Wongsorejo, menunda berangkat karena sakit. Sementara jemaah lainnya, Mabruroh, warga Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, menunda haji karena terpisah dengan jadwal keberangkatan suaminya.

Terkait persiapan di Tanah Suci, jemaah sudah menerima informasi cukup detail. ”Kami sudah informasikan suhu udara di Arab Saudi saat ini 40 derajat Celsius. Kami imbau perbanyak minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi. Untuk menghindari kaki melepuh, selalu kenakan alas kaki yang layak,” imau Amak.

Untuk jadwal pemulangan, kloter 24 tiba di tanah air pada Senin 1 Agustus pukul 21.35. Sementara kloter 28 pada hari Jumat tanggal 5 Agustus pukul 01.00. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/