alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Jemaah Haji Bergerak ke Arafah, Empat Orang Risti Tetap Berangkat

MAKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 27 orang jemaah haji kloter 24 asal Banyuwangi yang tergabung dalam KBIHU Khoiru Ummah memulai prosesi haji dengan bergerak ke Mina sejak, Rabu malam (6/7) untuk melakukan tarwiyah.

Puncak haji, yakni Wukuf di Arafah, akan digelar Jumat (8/7) atau bertepatan dengan 9 Zulhijah. Jemaah yang mengikuti tarwiyah akan menghabiskan siang dan malam di tenda-tenda yang disediakan di Mina.

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo melaporkan, tarwiyah adalah berdiam di Mina sebelum menuju Arafah. Tidak ada ritual besar di Mina, jemaah menghabiskan waktu dengan berzikir hingga Kamis sore.  ”Jemaah ada yang membaca Alquran dan mendengarkan pemantapan tausiah,” ujar Yudi.

Mina berjarak 7 km dari Masjidilharam dan dalam kondisi normal biasa menampung sedikitnya 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia. Jemaah berangkat Rabu malam (6/7) pukul 21.30 WAS menuju tenda-tenda di Mina untuk melaksanakan tarwiyah.

Jamaah tiba di Mina setelah menempuh perjalanan setengah jam dari Hotel Arkan Bakkah dengan bus yang disiapkan oleh petugas maktab dan ketua kloter 24 Saiful Ali. Tiba di pintu masuk area perkemahan Mina, jemaah mendapat perbekalan berisi makanan ringan hingga mi instan.

Baca Juga :  CJH Hadiri Temu Kader NU Sedunia, Panggung Ceramah Dijaga Banser Plampangrejo

Begitu masuk ruang tenda, jemaah merasakan dingin yang luar biasa. ”Kata siapa Makkah panas,” celetuk Siswanto, salah seorang jemaah asal Cluring.

Kapasitas tenda setiap cungkup mampu menampung 20 jemaah. Tenda berdiri di atas paving, ruangan dalamnya masih dilapisi karpet tebal, kasur busa, dan selimut.  Setiap cungkup tenda dilengkapi empat pendingin ruangan dengan embusan blower cukup kuat. Jemaah rata-rata tidak tahan terhadap embusan angin yang dingin dari blower.

Usai salat Subuh, jemaah membuat kopi maupun teh di tenda yang sudah tersedia kulkas dan pemanas air. ”Alhamdulillah, fasilitas dan pelayanan sangat baik dan terjamin,” tandas Yudi.

Sementara itu, jemaah kloter 28 bergerak ke Arafah dari Hotel Arkan Bakkah 1, Kamis pagi (7/7). Hanya satu orang dari kloter 28 yang ikut tarwiyah, yakni Ahmad Syauqi. Waktu tempuh dari hotel ke tenda Arafah sekitar 30 menit perjalanan menggunakan bus. ”Begitu tiba di tenda Arafah, seluruh jemaah langsung dapat konsumsi nasi kotak, buah, gift box isi saus, kecap, dan gula,” ujar jemaah lainnya, Erika Saraswati.

Baca Juga :  Koper CJH Wajib Ditimbang sebelum Dikumpulkan

Jemaah menempati dua tenda besar. Satu tenda bisa menampung 225 orang. Secara bertahap jemaah diberangkatkan dari hotel mulai pukul 07.00 WAS.  ”Alhamdulillah, untuk semua jemaah haji KBIHU Sabilillah telah berada di Arafah dengan kondisi sehat dan baik,” kata pembimbing KBIHU Sabilillah, Malik Syaifuddin.

Malik mengatakan, jelang pelaksanaan puncak ibadah haji suhu di Arafah cukup panas. Suhu rata-rata 39 derajat Celsius. Merasakan suhu yang cukup panas, dia tetap memberikan perhatian kepada jemaah untuk menjaga kesehatan.

”Malam ini (Kamis malam) jemaah menginap di Arafah dengan memakai kain ihram seraya menunggu waktu wukuf hari Jumat besok (hari ini). Kami tetap mengimbau agar suguhan makanan yang dilengkapi jus buah dan buah segar untuk dihabiskan agar tubuh tetap fit,” terangnya.

Petugas kloter 28 Embarkasi Haji Surabaya (EHAS) Ghufron Musthofa menambahkan, semua jemaah kloter 28 asal Banyuwangi dapat melaksanakan ibadah ke Arafah. ”Hanya empat orang jemaah yang risiko tinggi (risti) dan Alhamdulillah, kondisi semuanya sehat bisa melaksanakan ibadah ke Arafah,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

MAKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 27 orang jemaah haji kloter 24 asal Banyuwangi yang tergabung dalam KBIHU Khoiru Ummah memulai prosesi haji dengan bergerak ke Mina sejak, Rabu malam (6/7) untuk melakukan tarwiyah.

Puncak haji, yakni Wukuf di Arafah, akan digelar Jumat (8/7) atau bertepatan dengan 9 Zulhijah. Jemaah yang mengikuti tarwiyah akan menghabiskan siang dan malam di tenda-tenda yang disediakan di Mina.

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo melaporkan, tarwiyah adalah berdiam di Mina sebelum menuju Arafah. Tidak ada ritual besar di Mina, jemaah menghabiskan waktu dengan berzikir hingga Kamis sore.  ”Jemaah ada yang membaca Alquran dan mendengarkan pemantapan tausiah,” ujar Yudi.

Mina berjarak 7 km dari Masjidilharam dan dalam kondisi normal biasa menampung sedikitnya 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia. Jemaah berangkat Rabu malam (6/7) pukul 21.30 WAS menuju tenda-tenda di Mina untuk melaksanakan tarwiyah.

Jamaah tiba di Mina setelah menempuh perjalanan setengah jam dari Hotel Arkan Bakkah dengan bus yang disiapkan oleh petugas maktab dan ketua kloter 24 Saiful Ali. Tiba di pintu masuk area perkemahan Mina, jemaah mendapat perbekalan berisi makanan ringan hingga mi instan.

Baca Juga :  Koper CJH Wajib Ditimbang sebelum Dikumpulkan

Begitu masuk ruang tenda, jemaah merasakan dingin yang luar biasa. ”Kata siapa Makkah panas,” celetuk Siswanto, salah seorang jemaah asal Cluring.

Kapasitas tenda setiap cungkup mampu menampung 20 jemaah. Tenda berdiri di atas paving, ruangan dalamnya masih dilapisi karpet tebal, kasur busa, dan selimut.  Setiap cungkup tenda dilengkapi empat pendingin ruangan dengan embusan blower cukup kuat. Jemaah rata-rata tidak tahan terhadap embusan angin yang dingin dari blower.

Usai salat Subuh, jemaah membuat kopi maupun teh di tenda yang sudah tersedia kulkas dan pemanas air. ”Alhamdulillah, fasilitas dan pelayanan sangat baik dan terjamin,” tandas Yudi.

Sementara itu, jemaah kloter 28 bergerak ke Arafah dari Hotel Arkan Bakkah 1, Kamis pagi (7/7). Hanya satu orang dari kloter 28 yang ikut tarwiyah, yakni Ahmad Syauqi. Waktu tempuh dari hotel ke tenda Arafah sekitar 30 menit perjalanan menggunakan bus. ”Begitu tiba di tenda Arafah, seluruh jemaah langsung dapat konsumsi nasi kotak, buah, gift box isi saus, kecap, dan gula,” ujar jemaah lainnya, Erika Saraswati.

Baca Juga :  Lampu Terowongan Mina Mendadak Blackout

Jemaah menempati dua tenda besar. Satu tenda bisa menampung 225 orang. Secara bertahap jemaah diberangkatkan dari hotel mulai pukul 07.00 WAS.  ”Alhamdulillah, untuk semua jemaah haji KBIHU Sabilillah telah berada di Arafah dengan kondisi sehat dan baik,” kata pembimbing KBIHU Sabilillah, Malik Syaifuddin.

Malik mengatakan, jelang pelaksanaan puncak ibadah haji suhu di Arafah cukup panas. Suhu rata-rata 39 derajat Celsius. Merasakan suhu yang cukup panas, dia tetap memberikan perhatian kepada jemaah untuk menjaga kesehatan.

”Malam ini (Kamis malam) jemaah menginap di Arafah dengan memakai kain ihram seraya menunggu waktu wukuf hari Jumat besok (hari ini). Kami tetap mengimbau agar suguhan makanan yang dilengkapi jus buah dan buah segar untuk dihabiskan agar tubuh tetap fit,” terangnya.

Petugas kloter 28 Embarkasi Haji Surabaya (EHAS) Ghufron Musthofa menambahkan, semua jemaah kloter 28 asal Banyuwangi dapat melaksanakan ibadah ke Arafah. ”Hanya empat orang jemaah yang risiko tinggi (risti) dan Alhamdulillah, kondisi semuanya sehat bisa melaksanakan ibadah ke Arafah,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/