alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Haji 2022

Bus Tak Beroperasi, Jemaah Haji Jalan Kaki Menuju Masjidilharam

MAKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dihentikannya operasional bus selawat tidak menyurutkan semangat jemaah haji untuk melaksanakan salat di Masjidilharam. Sebagian jemaah memilih tetap melaksanakan ibadah ke Masjidilharam dengan berjalan kaki.

Namun demikian, pelaksanaan ibadah ke Masjidilharam dilakukan hanya pada waktu menjelang Subuh atau pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Untuk bisa sampai ke Masjidilharam, jemaah yang menginap di Hotel Arkan Bakkah harus berjalan kaki menyusuri terowongan King Abdul Aziz menuju terminal Bab Ali.

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo melaporkan, panjang terowongan 1.500 meter. Setiap 50 meter hingga 100 meter terdapat blower atau kipas berukuran besar yang menempel pada dinding atas terowongan. Blower tersebut untuk mengurangi pengap mengingat banyak jemaah yang berjalan kaki. ”Jemaah disarankan tetap menggunakan masker yang dibasahi jika melewati terowongan,” kata Yudi.

Salah seorang jemaah haji asal Banyuwangi, Sutrisno, memutuskan berjalan lewat terowongan setelah mendapati Masjid Kotak yang berada di dekat hotel masih tutup. Pegawai RSI Fatimah Banyuwangi ini bersama rekannya berjalan kaki menuju Masjidilharam. ”Butuh waktu 30 menit berjalan kaki. Jalannya santai, yang penting sampai tujuan. Selain dapat pahala, juga dapat sehat,” ujar Sutrisno.

Baca Juga :  Jemaah Haji Mulai Batuk dan Meriang, Ramai-Ramai Cek Kesehatan di Posko

Sekadar diketahui, bus selawat berhenti melayani jemaah dari hotel menuju Masjidilharam sejak, Senin (4/7) usai salat Subuh. Pelayanan dihentikan sementara waktu hingga tanggal 13 Juli.

Sementara itu, jemaah haji kloter 28 embarkasi haji Surabaya asal Banyuwangi terus mendapatkan edukasi dari petugas kloter. Jemaah diimbau menghemat tenaga dalam rangka persiapan wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi lainnya, Andi Mikoyanto mengatakan, jauh hari kantor Dakker Makkah dan Sektor 1 telah memberitahukan jika layanan bus selawat dihentikan mulai Senin siang (4/7) dan layanan kembali dibuka kembali pada Rabu (13/7). ”Menjelang Armuzna, jemaah memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk memeriksakan diri di posko PPIH kloter 28,” jelasnya.

Baca Juga :  Mbok Tik Kirim Makanan untuk Jemaah KBIHU Sabilillah

Petugas kloter sejak Senin (4/7) juga terus melakukan kunjungan ke kamar-kamar jemaah, khususnya yang berisiko tinggi (risti). ”Alhamdulillah, secara umum jemaah masih dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan puncak haji Armuzna. Petugas kloter juga tengah mendata jemaah yang dibadalkan untuk melempar lempar jumrah,” terang Andi.

Saat ini, lanjut Andi, jemaah lebih banyak memilih beristirahat untuk mengumpulkan tenaga menghadapi puncak haji. Imbasnya, masjid-masjid yang berada di sekitar hotel dipenuhi jemaah salat fardu. Masjid Kotak yang biasanya terisi hingga lantai dua, kini sejak subuh lantai tiga sudah penuh. Pelataran Masjid Kotak juga ditambahi karpet untuk menampung jemaah yang terlambat. (ddy/aif/c1)

MAKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dihentikannya operasional bus selawat tidak menyurutkan semangat jemaah haji untuk melaksanakan salat di Masjidilharam. Sebagian jemaah memilih tetap melaksanakan ibadah ke Masjidilharam dengan berjalan kaki.

Namun demikian, pelaksanaan ibadah ke Masjidilharam dilakukan hanya pada waktu menjelang Subuh atau pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Untuk bisa sampai ke Masjidilharam, jemaah yang menginap di Hotel Arkan Bakkah harus berjalan kaki menyusuri terowongan King Abdul Aziz menuju terminal Bab Ali.

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo melaporkan, panjang terowongan 1.500 meter. Setiap 50 meter hingga 100 meter terdapat blower atau kipas berukuran besar yang menempel pada dinding atas terowongan. Blower tersebut untuk mengurangi pengap mengingat banyak jemaah yang berjalan kaki. ”Jemaah disarankan tetap menggunakan masker yang dibasahi jika melewati terowongan,” kata Yudi.

Salah seorang jemaah haji asal Banyuwangi, Sutrisno, memutuskan berjalan lewat terowongan setelah mendapati Masjid Kotak yang berada di dekat hotel masih tutup. Pegawai RSI Fatimah Banyuwangi ini bersama rekannya berjalan kaki menuju Masjidilharam. ”Butuh waktu 30 menit berjalan kaki. Jalannya santai, yang penting sampai tujuan. Selain dapat pahala, juga dapat sehat,” ujar Sutrisno.

Baca Juga :  Bukan Penyembelihan yang Terpenting!

Sekadar diketahui, bus selawat berhenti melayani jemaah dari hotel menuju Masjidilharam sejak, Senin (4/7) usai salat Subuh. Pelayanan dihentikan sementara waktu hingga tanggal 13 Juli.

Sementara itu, jemaah haji kloter 28 embarkasi haji Surabaya asal Banyuwangi terus mendapatkan edukasi dari petugas kloter. Jemaah diimbau menghemat tenaga dalam rangka persiapan wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi lainnya, Andi Mikoyanto mengatakan, jauh hari kantor Dakker Makkah dan Sektor 1 telah memberitahukan jika layanan bus selawat dihentikan mulai Senin siang (4/7) dan layanan kembali dibuka kembali pada Rabu (13/7). ”Menjelang Armuzna, jemaah memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk memeriksakan diri di posko PPIH kloter 28,” jelasnya.

Baca Juga :  Jemaah Terpecah Dalam Rombongan Lain, Pengurus KBIHU Protes Kemenag

Petugas kloter sejak Senin (4/7) juga terus melakukan kunjungan ke kamar-kamar jemaah, khususnya yang berisiko tinggi (risti). ”Alhamdulillah, secara umum jemaah masih dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan puncak haji Armuzna. Petugas kloter juga tengah mendata jemaah yang dibadalkan untuk melempar lempar jumrah,” terang Andi.

Saat ini, lanjut Andi, jemaah lebih banyak memilih beristirahat untuk mengumpulkan tenaga menghadapi puncak haji. Imbasnya, masjid-masjid yang berada di sekitar hotel dipenuhi jemaah salat fardu. Masjid Kotak yang biasanya terisi hingga lantai dua, kini sejak subuh lantai tiga sudah penuh. Pelataran Masjid Kotak juga ditambahi karpet untuk menampung jemaah yang terlambat. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/