alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Jemaah Haji Kloter 24 Tiba, Disambut Tangis Haru

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 29 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24 tiba pukul 09.30 Selasa (2/8). Mereka disambut tangisan haru oleh keluarganya yang sejak pagi menunggu di Masjid KH Ahmad Dahlan, Banyuwangi.

Kepulangan puluhan jemaah haji tersebut diangkut menggunakan satu bus Kalisari bernopol L 7597 UG. Mereka berangkat dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada malam hari. Sebelumnya semua jemaah haji menjalani rapid test Covid-19 dan hasilnya negatif.

Pengamanan kepulangan jemaah haji cukup ketat. Sejumlah personel kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mensterilkan halaman Masjid Ahmad Dahlan. Para keluarga diminta tidak berkerumun dan bersalaman lebih dahulu. Begitu turun dari bus, jemaah langsung diarahkan menuju masjid untuk melaksanakan salat sunah.

Salat tersebut sebagai bentuk wujud syukur telah tiba dengan selamat di tanah air dan kembali berjumpa dengan keluarga. Usai melaksanakan salat dua rakaat, keluarga jemaah haji langsung menghampiri, lalu bersalaman dan berpelukan. Tak sedikit dari mereka meneteskan air mata.

Baca Juga :  256 Atlet Bulu Tangkis Turun di Kejurkab

Ada pula jemaah haji yang melepas rindu dengan putra-putrinya dan menggendong cucu kesayangannya. ”Alhamdulillah, keadaan sehat dan tidak ada halangan selama melaksanakan ibadah haji sampai pulang kembali ke tanah air,” ungkap Mohamad Hadi Mahfud, jemaah haji asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Musim haji tahun ini, kata Mahfud, memang benar-benar beda. Dari segi pelayanan sangat istimewa dan benar-benar memuaskan. Jemaah haji reguler, tapi rasa istimewa seperti haji plus. ”Alhamdulillah, kami dapat melaksanakan ibadah haji sangat sempurna. Pelayanannya lebih hebat, kami tidak pernah kelaparan di Tanah Suci, bahkan sampai lebih-lebih,” katanya.

Pengurus KBIHU Khoiru Ummah Sujanto menambahkan, jumlah jemaah haji yang datang 35 orang. Lima orang memilih bermalam di Surabaya dan akan dijemput oleh keluarganya. ”Ada juga satu jemaah yang turun di Situbondo. Total jemaah haji yang turun di Masjid Ahmad Dahlan Pusat Dakwah Muhammadiyah berjumlah 29 orang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Amir Zharif, Guide Malaysia Ini Nenek Moyangnya dari Banyuwangi

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Zaenal Abidin mengatakan, jumlah jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 24 sebanyak 35 orang. Saat tiba di Bandara Juanda mereka langsung menuju Asrama Haji Sukolilo untuk menjalani pemeriksaan rapid test. ”Alhamdulillah, untuk hasil rapid test, semua jemaah dinyatakan negatif Covid-19 dan dalam keadaan sehat,” tegas Zaenal.

Zaenal menyebutkan, sebanyak 450 jemaah haji asal Banyuwangi kini masih berada di Tanah Suci. Mereka  tergabung dalam kloter 28 dan dijadwalkan pulang ke tanah air pada Jumat (5/8). ”Tiba di Banyuwangi diperkirakan pukul 13.00. Setiap jadwal kepulangan, kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Ini sebagai antisipasi penularan Covid-19. Setiap jemaah haji wajib menjalani pemeriksaan rapid test terlebih dahulu. Jika ada jemaah yang dinyatakan positif tanpa gejala akan pulang dengan pengawalan prokes ketat,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 29 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24 tiba pukul 09.30 Selasa (2/8). Mereka disambut tangisan haru oleh keluarganya yang sejak pagi menunggu di Masjid KH Ahmad Dahlan, Banyuwangi.

Kepulangan puluhan jemaah haji tersebut diangkut menggunakan satu bus Kalisari bernopol L 7597 UG. Mereka berangkat dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada malam hari. Sebelumnya semua jemaah haji menjalani rapid test Covid-19 dan hasilnya negatif.

Pengamanan kepulangan jemaah haji cukup ketat. Sejumlah personel kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mensterilkan halaman Masjid Ahmad Dahlan. Para keluarga diminta tidak berkerumun dan bersalaman lebih dahulu. Begitu turun dari bus, jemaah langsung diarahkan menuju masjid untuk melaksanakan salat sunah.

Salat tersebut sebagai bentuk wujud syukur telah tiba dengan selamat di tanah air dan kembali berjumpa dengan keluarga. Usai melaksanakan salat dua rakaat, keluarga jemaah haji langsung menghampiri, lalu bersalaman dan berpelukan. Tak sedikit dari mereka meneteskan air mata.

Baca Juga :  256 Atlet Bulu Tangkis Turun di Kejurkab

Ada pula jemaah haji yang melepas rindu dengan putra-putrinya dan menggendong cucu kesayangannya. ”Alhamdulillah, keadaan sehat dan tidak ada halangan selama melaksanakan ibadah haji sampai pulang kembali ke tanah air,” ungkap Mohamad Hadi Mahfud, jemaah haji asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Musim haji tahun ini, kata Mahfud, memang benar-benar beda. Dari segi pelayanan sangat istimewa dan benar-benar memuaskan. Jemaah haji reguler, tapi rasa istimewa seperti haji plus. ”Alhamdulillah, kami dapat melaksanakan ibadah haji sangat sempurna. Pelayanannya lebih hebat, kami tidak pernah kelaparan di Tanah Suci, bahkan sampai lebih-lebih,” katanya.

Pengurus KBIHU Khoiru Ummah Sujanto menambahkan, jumlah jemaah haji yang datang 35 orang. Lima orang memilih bermalam di Surabaya dan akan dijemput oleh keluarganya. ”Ada juga satu jemaah yang turun di Situbondo. Total jemaah haji yang turun di Masjid Ahmad Dahlan Pusat Dakwah Muhammadiyah berjumlah 29 orang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jamaah Haji Disarankan Siapkan Kantong agar Sandal Tak Hilang

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Zaenal Abidin mengatakan, jumlah jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 24 sebanyak 35 orang. Saat tiba di Bandara Juanda mereka langsung menuju Asrama Haji Sukolilo untuk menjalani pemeriksaan rapid test. ”Alhamdulillah, untuk hasil rapid test, semua jemaah dinyatakan negatif Covid-19 dan dalam keadaan sehat,” tegas Zaenal.

Zaenal menyebutkan, sebanyak 450 jemaah haji asal Banyuwangi kini masih berada di Tanah Suci. Mereka  tergabung dalam kloter 28 dan dijadwalkan pulang ke tanah air pada Jumat (5/8). ”Tiba di Banyuwangi diperkirakan pukul 13.00. Setiap jadwal kepulangan, kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Ini sebagai antisipasi penularan Covid-19. Setiap jemaah haji wajib menjalani pemeriksaan rapid test terlebih dahulu. Jika ada jemaah yang dinyatakan positif tanpa gejala akan pulang dengan pengawalan prokes ketat,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Ajak Berguru ke BWI

Harus Bagaimana Kita pada 2018?

Truk Muatan Limbah Tabrak Tiang LPJU

Artikel Terbaru

/