alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 18, 2022

Haji 2022

Tak Difasilitasi Pemerintah, Jemaah Teken Surat Pernyataan

MAKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 27 jemaah dari KBIHU Khairu Ummah akan melaksanakan tarwiyah. Sebagai persiapan pelaksanaan tarwiyah, ketua kloter 24 Saiful Ali membantu menghubungkan jemaah yang mengagendakan tarwiyah.

Sebanyak 27 jemaah dari KBIHU Khairu Ummah menyerahkan surat pernyataan tarwiyah. Pembayaran akomodasi selama tarwiyah diserahkan melalui ketua maktab karena di luar tanggungan pemerintah.

Pemerintah tidak melarang tarwiyah sekaligus tidak memfasilitasi jemaah, baik untuk transportasi maupun konsumsi. Selain mengisi pernyataan secara tertulis, ketua Sektor 1 juga melakukan pendataan secara online yang wajib diisi oleh peserta tarwiyah.

Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan wukuf di Arafah. Kini, pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji.

Baca Juga :  Haji Tunggu Kepastian, Umrah Tetap Jalan

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo Prayogo melaporkan, tarwiyah adalah menginap atau mabit di Mina pada tanggal 8 Zulhijah, sebelum melaksanakan wukuf di Padang Arafah. ”Di sana jemaah menunaikan salat Duhur, Ahar, Magrib, Isya, dan Subuh. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah,” jelasnya.

Sebanyak 27 jemaah dari KBIHU Khairu Ummah kloter 24 telah bersepakat dengan menandatangani surat pernyataan akan melaksanakan ibadah di hari tarwiyah atau 8 Zulhijah.

Sementara itu, momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Notaris Indonesia dan HUT ke-76 Bhayangkara menjadi perhatian tersendiri bagi jemaah haji Banyuwangi. Mereka turut mendoakan agar Ikatan Notaris Indonesia (INI) makin jaya, termasuk untuk Kepolisian Resor Indonesia (Polri).

Baca Juga :  Satu Tenda Dilengkapi 6 Unit AC, Fasilitas Armuzna Dijamin Lebih Nyaman

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) INI Banyuwangi Zulham Efendi yang sedang menunaikan ibadah haji bersama Yudi Setyo Prayogo yang juga anggota luar biasa notaris menyampaikan harapan dan doanya di depan Multazam. ”Kami berdoa semoga notaris se-Indonesia diberikan keberkahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas dan jabatannya,” tandas Yudi.

Hal senada dilakukan oleh Iptu Soenyoto yang kebetulan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Ketika berada di depan Kakbah, perwira logistik (Palog) Polresta Banyuwangi ini mengucapkan selamat HUT ke-76 Bhayangkara. Dia berharap Polri senantiasa mendukung perekonomian Indonesia maju.

”Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kombespol. Atas izin dan ridho Allah semoga apa yang dicita-citakan segera terwujud dan dikabulkan,” harapnya. (ddy/aif/c1)

MAKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 27 jemaah dari KBIHU Khairu Ummah akan melaksanakan tarwiyah. Sebagai persiapan pelaksanaan tarwiyah, ketua kloter 24 Saiful Ali membantu menghubungkan jemaah yang mengagendakan tarwiyah.

Sebanyak 27 jemaah dari KBIHU Khairu Ummah menyerahkan surat pernyataan tarwiyah. Pembayaran akomodasi selama tarwiyah diserahkan melalui ketua maktab karena di luar tanggungan pemerintah.

Pemerintah tidak melarang tarwiyah sekaligus tidak memfasilitasi jemaah, baik untuk transportasi maupun konsumsi. Selain mengisi pernyataan secara tertulis, ketua Sektor 1 juga melakukan pendataan secara online yang wajib diisi oleh peserta tarwiyah.

Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan wukuf di Arafah. Kini, pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji.

Baca Juga :  Rombongan Haji dari Raas Tempuh Waktu Lima Jam dengan Perahu Kayu

Kontributor Jawa Pos Radar Banyuwangi Yudi Setyo Prayogo melaporkan, tarwiyah adalah menginap atau mabit di Mina pada tanggal 8 Zulhijah, sebelum melaksanakan wukuf di Padang Arafah. ”Di sana jemaah menunaikan salat Duhur, Ahar, Magrib, Isya, dan Subuh. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah,” jelasnya.

Sebanyak 27 jemaah dari KBIHU Khairu Ummah kloter 24 telah bersepakat dengan menandatangani surat pernyataan akan melaksanakan ibadah di hari tarwiyah atau 8 Zulhijah.

Sementara itu, momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Notaris Indonesia dan HUT ke-76 Bhayangkara menjadi perhatian tersendiri bagi jemaah haji Banyuwangi. Mereka turut mendoakan agar Ikatan Notaris Indonesia (INI) makin jaya, termasuk untuk Kepolisian Resor Indonesia (Polri).

Baca Juga :  Jelang Armuzna, Kain Kiswah Kakbah Dibersihkan

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) INI Banyuwangi Zulham Efendi yang sedang menunaikan ibadah haji bersama Yudi Setyo Prayogo yang juga anggota luar biasa notaris menyampaikan harapan dan doanya di depan Multazam. ”Kami berdoa semoga notaris se-Indonesia diberikan keberkahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas dan jabatannya,” tandas Yudi.

Hal senada dilakukan oleh Iptu Soenyoto yang kebetulan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Ketika berada di depan Kakbah, perwira logistik (Palog) Polresta Banyuwangi ini mengucapkan selamat HUT ke-76 Bhayangkara. Dia berharap Polri senantiasa mendukung perekonomian Indonesia maju.

”Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kombespol. Atas izin dan ridho Allah semoga apa yang dicita-citakan segera terwujud dan dikabulkan,” harapnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/