BANYUWANGI – Nama Suci Tacik lagi naik daun. Penyanyi muda berbakat itu kerap tampil di event-vent penting di Banyuwangi. Suara merdu Suci yang membawakan lagu bergenre pop maupun khas Banyuwangi mampu menghipnotis penggemarnya dari kalangan milenial.
Awarding Kadin Kafe Kontes 2021 yang berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan dua pekan lalu menjadi pengalaman tersendiri bagi Suci Tacik. Bersama grup band pengiring, suara emas Suci mampu menyihir tamu undangan yang hadir.
Enam buah lagi dilantunkan sembari menunggu acara awarding dimulai. Penyanyi berjilbab itu hadir di pendapa semata untuk menghibur peserta awarding. Dia datang dikawal langsung manajemen Dragon Kafe Arif Nursamsi dan Sufyan. Dua orang inilah yang menghadirkan Suci Tacik tampil di pendapa bupati tersebut.
Suci Tacik memang mulai naik daun. Berkat suara emasnya penyanyi asal Dusun Tempurejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran itu mulai digandrungi penggemarnya. Berbekal suara emas itulah, Suci sibuk mengisi acara dari kafe ke kafe. ”Dragon Kafe menyediakan peralatan musik untuk penampilan grup band Suci Tacik. Kami membina grup tersebut cukup lama,” kata Samsu.
Suci Tacik tak menyangka bakal tenar seperti sekarang. Penyanyi dengan nama asli Suci Novitasari ini mengawali karir dari kebiasaan sang ibu yang hobi karaoke di dalam rumah menggunakan kaset. Suci pun menjadi tertarik dan ikut-ikutan untuk bernyanyi. ”Saya mulai suka nyanyi sejak kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI),” ungkapnya.
Kegemarannya bernyanyi itu kemudian dilanjutkan ketika SMP kelas tiga, dia mewakili SMPN 2 Purwoharjo untuk mengikuti lomba menyanyi tingkat kabupaten di Banyuwangi. ”Saya gak pernah juara lomba nyanyi,” ujarnya polos.
Hobi menyanyi kian tersalurkan saat masuk sekolah di SMKN 1 Tegalsari. Saat itu, di sekolah ada ekstrakurikuler menyanyi. Suci pun ikut bergabung dalam grup band yang diberi nama Tambal Band yang isinya adalah siswa yang ikut ekstrakurikuler di sekolah.
Sejak saat itulah, dia mulai aktif menyanyi dalam berbagai kegiatan di sekolah, seperti saat acara perpisahan, expo, dan kegiatan lainnya. Setelah lulus sekolah, hobi menyanyi kembali tersalurkan dalam grup Parasiwa Akustik. ”Kalau bersama Parasiwa Akustik ini yang rutin mengisi acara di Dragon Kafe atau Benteng Buah Naga,” katanya.
Aksi panggungnya ditonton banyak pengunjung. Perlahan demi pasti, job manggung mulai mengalir. Tidak sedikit yang mengundang Suci untuk menyanyi di hajatan khitanan, pernikahan, hingga pesta ulang tahun. ”Alhamdulillah, sampai sekarang job nyanyi terus-terusan,” ujar anak kedua dari dua bersaudara ini.
Seiring berjalannya waktu, Suci mulai dikenal banyak orang lewat channel YouTube. Lagu-lagunya banyak diunggah di media sosial. Salah satunya lagu berjudul ”Tau Tatu” karya Prima HP. Sang pencipta lagu akhirnya menggunakan jasanya untuk menyanyikan lagu. Nama Suci semakin melejit hingga dilirik sejumlah produser rekaman.
Label music Jawa Timur melirik dia untuk mengisi kanal YouTube seperti Prima HP, Ard Management, dan Berlian Management. Di sana, Suci membawakan sejumlah lagu berjudul Tau Tatu, Cidro 3, Tamu Undangan, Wujude Roso, dan masih banyak lagu-lagu lainnya. ”Alhamdulillah berkah, selain job on air untuk rekaman, tawaran off air juga mengalir,” ujar penyanyi kelahiran 7 November 1998 ini.
Sejak namanya naik daun, pengikut akun media sosialnya melonjak drastis. Akun Instagram yang awalnya hanya 2.000 follower, kini sudah meroket hingga 15.000 follower. Akun YouTube Parasiwa Akustik juga ikut meroket. Awalnya hanya 500 subscriber, kini meningkat menjadi 8.000 subscriber. ”Pokoknya nggak nyangka kalau sampai dikenal seperti ini,” kata Suci tersenyum.
Editor : Ali Sodiqin