RADARBANYUWANGI.ID - Serial animasi Upin & Ipin kembali menghadirkan kisah penuh makna lewat episode berjudul “Sahabat Baik Abah”.
Episode ini merupakan bagian dari musim ke-18 dan ke-19 yang telah ditayangkan melalui berbagai platform digital, dan langsung mencuri perhatian penonton di Indonesia maupun Malaysia.
Diproduksi oleh Les' Copaque Production, episode ini tidak hanya menyuguhkan cerita ringan khas anak-anak, tetapi juga menyentuh sisi emosional tentang keluarga, persahabatan, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.
Cerita bermula saat Opah membuka album kenangan keluarga di rumah Kampung Durian Runtuh. Dalam suasana haru, Upin dan Ipin menemukan sebuah foto lama yang memperlihatkan sosok ayah mereka, Abdul Salam bin Yusuf, berdampingan dengan seorang sahabat karibnya.
Momen tersebut menjadi titik awal rasa penasaran si kembar tentang sosok Abah yang selama ini hanya mereka kenal lewat cerita. Dialog polos Upin yang menyebut Opah memiliki begitu banyak kenangan bersama Abah, namun mereka bahkan tidak mengetahui wajahnya secara jelas, menjadi salah satu adegan paling mengharukan dalam episode ini.
Opah kemudian menjelaskan bahwa pria dalam foto tersebut adalah sahabat dekat ayah mereka yang telah menjalin persahabatan sejak lama. Penjelasan sederhana itu justru memperdalam emosi penonton, terutama bagi mereka yang mengikuti perjalanan Upin dan Ipin sejak awal kemunculannya.
Episode “Sahabat Baik Abah” juga menampilkan sebuah ruangan khusus yang menyimpan berbagai peninggalan mendiang ayah si kembar. Abdul Salam bin Yusuf diceritakan berprofesi sebagai tentara.
Di dalam ruangan itu tersimpan rapi seragam militer, lencana kehormatan, topi, hingga sepatu dinas. Detail-detail tersebut memperkuat latar belakang keluarga Upin dan Ipin serta menegaskan bahwa Abah adalah sosok yang berdedikasi dan penuh tanggung jawab.
Penggambaran ruangan tersebut bukan sekadar properti cerita, melainkan simbol penghormatan terhadap jasa seorang ayah yang telah tiada. Les’ Copaque sukses menyelipkan nilai penghargaan terhadap orang tua dan jasa pahlawan dalam balutan animasi yang sederhana.
Menariknya, dalam episode ini Upin dan Ipin juga menyebut keinginan mereka untuk mencari aktor Malaysia ternama, Rosyam Nor, yang dijuluki “Hero Malaya”.
Dalam alur cerita, Rosyam Nor disebut sebagai sahabat ayah mereka dari Kampung Durian Runtuh. Julukan “Hero Malaya” sendiri melekat pada Rosyam karena peran-perannya dalam film aksi populer di Malaysia yang identik dengan karakter tangguh dan berani.
Penyebutan nama Rosyam Nor menjadi kejutan tersendiri bagi penggemar. Selain memberi sentuhan budaya populer, adegan tersebut juga menghadirkan nuansa kebanggaan lokal dan kedekatan dengan figur publik Malaysia.
Sejak pertama kali tayang pada 2007, Upin & Ipin telah berkembang menjadi salah satu serial animasi paling sukses di Asia Tenggara. Hingga kini, Les’ Copaque Production telah menghasilkan lebih dari 690 episode.
Memasuki musim ke-19, serial ini tetap konsisten menghadirkan cerita-cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, namun tetap menyisipkan pesan moral mendalam.
Episode “Sahabat Baik Abah” menjadi bukti bahwa Upin & Ipin tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyentuh emosi lintas generasi.
Kisah tentang persahabatan ayah mereka, kenangan keluarga, serta rasa rindu yang terpendam membuat episode ini terasa lebih personal. Penonton diajak memahami arti penting menghargai kenangan, menjaga persahabatan, dan mencintai keluarga.
Dengan balutan animasi sederhana, dialog ringan, dan sentuhan emosional yang kuat, “Sahabat Baik Abah” mempertegas posisi Upin & Ipin sebagai tontonan edukatif yang tak lekang oleh waktu di Indonesia dan Malaysia.
Episode ini bukan sekadar cerita anak-anak, melainkan refleksi tentang keluarga, jasa orang tua, dan makna sahabat sejati yang tetap hidup dalam ingatan.
Editor : Ali Sodiqin