RADARBANYUWANGI.ID - Di usia yang masih belia, Sabrina Khairunisa mulai menunjukkan langkah serius menapaki dunia kreatif.
Perempuan kelahiran Banyuwangi, 14 Mei 2007 ini kini berusia 18 tahun dan tengah menempuh pendidikan sebagai pelajar kelas XII SMKN 1 Banyuwangi, jurusan Broadcasting dan Perfilman.
Di sela kesibukannya sebagai siswa, Sabrina sudah lebih dulu terjun ke dunia kerja profesional sebagai aktor dan voice over talent di salah satu agency trip di Banyuwangi.
Ketertarikan Sabrina pada dunia kreatif tumbuh seiring dengan kepribadiannya yang aktif dan senang mencoba hal baru.
Ia dikenal gemar berjalan-jalan, menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi, serta mencicipi berbagai jenis kuliner.
Aktivitas tersebut tak hanya menjadi hobi, tetapi juga sumber cerita yang kerap ia abadikan dan bagikan melalui media sosial.
Dari kebiasaan berbagi pengalaman itulah, Sabrina mulai menekuni peran sebagai konten kreator.
Ia menikmati proses menciptakan konten dari hal-hal sederhana di sekitarnya, mulai dari perjalanan, suasana tempat, hingga momen keseharian.
Tak jarang pula, ia menerima pekerjaan pembuatan konten untuk brand atau produk tertentu.
Pengalaman tersebut membuatnya belajar bagaimana menyusun cerita, membangun visual, serta menyampaikan pesan agar mudah diterima audiens.
Ketertarikan pada dunia hiburan sebenarnya telah muncul sejak kecil. Sabrina mengaku sejak dulu memiliki impian menjadi seorang model.
Saat itu, keinginan tersebut hanya sebatas angan anak-anak yang belum memahami proses dan jalur yang harus ditempuh.
Namun seiring waktu, melalui relasi dan kesempatan yang datang dari berbagai agency, langkahnya mulai mengarah ke dunia commercial modeling.
Meski masih berada pada tahap awal, ia memilih untuk menikmati setiap proses dengan penuh rasa syukur.
Sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya di SMK, Sabrina juga menjalani program praktik kerja lapangan (PKL) di Radar Banyuwangi, khususnya di divisi digital.
Dari pengalaman tersebut, ia mendapatkan banyak wawasan baru mengenai dunia kerja, terutama di bidang media dan event.
Menurutnya, salah satu momen paling menyenangkan selama PKL adalah saat terlibat langsung dalam berbagai kegiatan acara.
“Kalau sudah event, selalu ada saja hal lucu dan berkesan,” ujarnya.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika harus berperan menjadi badut dalam acara pelepasan penyu.
Pengalaman unik itu menjadi cerita tak terlupakan sekaligus memperkaya sudut pandangnya tentang kerja tim dan kreativitas di lapangan.
Selama menjalani PKL di Radar Banyuwangi, Sabrina merasa mendapatkan pengalaman nyata yang membuka wawasannya mengenai dunia profesional, sekaligus menghadirkan banyak kenangan menyenangkan.
Di mata orang-orang terdekat, Sabrina dikenal sebagai pribadi yang cukup ambisius.
Ketika memiliki keinginan, ia akan berusaha sungguh-sungguh untuk meraihnya.
Ia juga dikenal ekspresif dan tidak pandai menyembunyikan perasaan. Baginya, penampilan menjadi hal penting.
Saat keluar rumah, ia terbiasa tampil rapi, wangi, dengan perawatan kulit dan riasan yang menurutnya menunjang rasa percaya diri.
Menariknya, pujian justru menjadi pemantik semangat tersendiri bagi Sabrina.
Apresiasi dari orang lain membuatnya semakin percaya diri, bahkan kadang memunculkan sisi jahil dan “tengil” dengan caranya sendiri.
Sikap inilah yang membuatnya terlihat apa adanya dan mudah dikenali oleh lingkungan sekitarnya.
Ke depan, Sabrina Khairunisa memiliki harapan besar untuk terus berkembang di dunia kreatif.
Ia ingin memperluas pengalaman sebagai konten kreator, model, hingga terjun lebih jauh ke bidang entertainment.
Dengan semangat belajar, keberanian mencoba hal baru, serta konsistensi dalam berkarya, Sabrina perlahan menata langkah menuju masa depan yang ia impikan.
Perjalanan masih panjang, namun bagi Sabrina, setiap proses adalah bagian penting dari pembentukan diri.
Dari bangku SMK hingga dunia profesional, ia memilih untuk terus bergerak, belajar, dan berkarya. (*)
Editor : Ali Sodiqin