RADARBANYUWANGI.ID - Dunia perbankan nasional berduka. Yusuf Saadudin, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb), meninggal dunia pada Jumat (14/11/2025) pukul 00.30 WIB di RS Mayapada Bandung. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh jajaran manajemen bank bjb.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Herfinia, menyebut kepergian Yusuf meninggalkan lubang besar dalam tubuh perusahaan.
“Kami sangat kehilangan sosok pemimpin dengan kontribusi luar biasa. Integritas, dedikasi, dan nilai-nilai yang beliau tanamkan akan menjadi warisan berharga bagi seluruh insan bank bjb,” ujarnya.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jl. Gamelan No. 4 Bandung. Doa dan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk para pemegang saham, karyawan, dan insan perbankan.
Perjalanan Karier: Dari Divisi Konsumer hingga Kursi Tertinggi
Pria kelahiran Bandung tahun 1973 ini dikenal sebagai bankir yang tumbuh dari bawah. Rekam jejaknya banyak berkutat pada sektor kredit konsumer — salah satu pilar bisnis bank bjb.
Berikut perjalanan karier lengkapnya:
- 2019–2021 — Pemimpin Divisi KPR & KKB bank bjb
- 2021–2024 — Pemimpin Divisi Kredit Konsumer
- 2024–2025 — Direktur Konsumer dan Ritel
- 11 Maret 2025 — Ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama menggantikan Yuddy Renaldi
- 16 April 2025 — Resmi diangkat sebagai Direktur Utama melalui RUPST
Selama memimpin, Yusuf dikenal agresif mendorong percepatan bisnis, memperluas kemitraan strategis, memperkuat struktur permodalan, hingga memodernisasi layanan digital bank bjb.
Ia juga disebut sebagai pemimpin yang rendah hati, dekat dengan jajaran internal, dan sangat peduli pada pengembangan talenta lokal.
Warisan Kepemimpinan: Transformasi dan Konsistensi Tata Kelola
Herfinia menegaskan, masa kepemimpinan Yusuf menjadi titik penting bagi modernisasi bank bjb. Ia mendorong:
- penguatan modal perusahaan,
- transformasi layanan digital,
- peningkatan nilai perusahaan bagi pemegang saham,
- serta budaya kerja yang lebih adaptif dan profesional.
Meski kini berduka, manajemen memastikan seluruh operasional bank bjb tetap berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Latar Belakang Pendidikan
Yusuf menghabiskan masa studinya di kampus yang sama—Universitas Padjadjaran (Unpad).
- S1 Akuntansi — Universitas Padjadjaran (1999)
- S2 Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis — Universitas Padjadjaran (2015)
Kombinasi keahlian akuntansi dan hukum bisnis membuatnya dikenal sebagai bankir yang strategis, teliti, dan berorientasi pada tata kelola.
Tutup Usia di Puncak Karier
Kepergian Yusuf terasa begitu mendadak. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya.
Ia meninggal pada usia 52 tahun, hanya tujuh bulan setelah resmi menjabat sebagai Direktur Utama bank bjb.
Doa terus mengalir bagi almarhum.
“Semoga Allah menerima Iman Islamnya, menghapus dosa-dosanya, dan menempatkan beliau di surga-Nya,” demikian pesan yang menyertai pengumuman duka.
Sosok yang dikenal bersahaja ini kini telah berpulang, meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan bank bjb serta warisan kepemimpinan yang akan dikenang lama oleh dunia perbankan Jawa Barat dan Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin