RADARBANYUWANGI.ID - Cuaca panas di negara tropis memang paling cocok kalau disandingkan sama sepiring ice cream.
Loh kok piring? Karena di zaman dahulu ice cream disandingkan dengan nasi. Menarik bukan? Mari kita bahas sejarah pembuatan ice cream.
Dahulu, ice cream pertama kali tercipta dari peradaban Cina dan dikonsumsi bersamaan dengan nasi. Semua dimulai pada tahun 200 SM, dimana kala itu orang Cina sangat suka membuat kudapan dingin yang terbuat dari es, nasi, dan susu.
Tidak disebutkan apa nama kudapan ini, tapi berawal dari kudapan inilah awal mula terciptanya ice cream.
Ratusan tahun kemudian seorang kaisar Tiongkok dari dinasti tang memiliki sebuah resep kudapan dingin yang cukup populer di era itu.
Kudapan ini terbuat dari susu dan zat aromatik atau kapur barus yang dicampur bersamaan, lalu dibekukan. Namun, kudapan ini belum bisa disebut ice cream karena masih berbeda jauh dengan apa yang kita kenal sekarang.
Pada abad ke-11 orang Persia kuno memulai eksperimen untuk menciptakan makanan penutup dengan sensasi dingin.
Makanan ini bernama sharbat, kerap kali diberi hiasan buah cheri, delima dan quince. Lalu dikarenakan faktor perang salib atau penjelajahan marcopollo, ide dari orang orang persia kuno ini mulai masuk ke Eropa.
Pria bernama Antonio Latini tercatat sebagai penulis resep “sorbetto” atau es sorbet. Karena rasanya yang unik, lezat, dan sensasi dingin, kudapan ini dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa.
Sampai akhirnya seorang bangsawan Italia bernama Catherine de Medici membawa resep ini ke Prancis ketika melangsungkan pernikahan dengan raja Henry II.
Kemudian pada 1686 seorang warga Sisilia bernama Francesco Procopio dei Coltelli membuka sebuah cafe di Paris.
Di cafe inilah ia menyajikan sebuah makanan yang berbahan dasar susu beku, krim mentega, telur, dan gelato.
Tidak hanya populer di Eropa, karena kelezatannya kudapan ini akhirnya menyebar sampai ke samudera atlantik.
Semua orang tergila gila dengan lelehan ice cream yang membawa kenikmatan lidah ini. Di tahun 1790 diduga George Washington sampai rela menghabiskan uang sebesar 200 dolar hanya untuk makan ice cream.
Ada juga Thomas Jefferson yang sampai punya rumah es untuk menyimpan ice cream favoritnya.
Tapi nyatanya, perkembangan ice cream di Amerika juga dipengaruhi oleh budak budak di sana. Contohnya seperti James Hermings seorang koki budak Thomas Jefferson yang membantu menyempurnakan resep ice cream vanilla ciptaannya.
Atau seperti Agustus Jackson seorang juru masuk gedung putih, yang dikenal sebagai orang pertama yang menambahkan garam ke ice cream untuk menurunkan suhu dan menambahkan sensasi dingin ice cream. Karena hal ini ia disebut sebagai bapak ice cream dunia.
Barulah pada abad 19 ice cream semakin berkembang dengan ditemukannya ice cream cone dan sundae ice cream.
Kenapa disebut sundae? ini karena sebuah toko soda di daerah evatson pada tahun 1890 menjual sebuah menu ice cream yang ditambah sirup soda hanya pada hari minggu.
Ide ini tercipta karena adanya larangan menjual soda pada hari minggu, karena dianggap tidak etis oleh orang orang penganut religius. Karena tidak mau rugi, maka tercetuslah menu sundae ice cream.
Sedangkan ice cream cone dikatakan pencetus ide ini bernama Ernest Hamawi. Pada saat itu di event 1904 world fair ia membuat sebuah makanan penutup sejenis wafer bernama zalabia.
Kemudian ia bekerja sama dengan seorang penjual ice cream di dekatnya dan tercipta ice cream dengan wafer berbentuk cone di bawahnya.
Namun seorang imigran pencipta ice cream asal Italia yang bernama Italo Marchiony juga mengajukan hak paten untuk alat pencipta wafer pada 1903.
Namun karena bentuk yang tidak kerucut, sejarah masih mencatat pencipta ice cream cone adalah Hamawi.
Ice cream memang selalu menjadi hidangan favorit setiap orang di Dunia. Bahkan fakta menariknya Amerika menetapkan hari ice cream nasional setiap bulan Juli.
Ternyata begitu perjalanan panjang dari ice cream. Hingga sekarang ice cream terus berinovasi dari segi bentuk, rasa, dan resep baru. Kalau kamu suka ice cream dengan rasa apa?
Penulis : Sabrina Khairunisa | Program magang jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin