Tindakan slepet dengan kain sarung itu, biasanya ditujukan untuk membangunkan santri yang tidur dan mengingatkan mereka yang malas atau lalai.
Selain itu, slepet juga dijadikan permainan di lingkungan pesantren dengan menggunakan sarung. Sehingga muncul istilah slepet sarung yang sudah sangat familiar di kalangan santri.
Di kalangan masyarakat awam, istilah slepet itu diperkenalkan oleh Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar saat Debat Pemilu Presiden 2024. Cak Imin mengucapkan istilah slepet kurang lebih sebanyak 15 kali.
Kata slepet sendiri diketahui berasal dari bahasa Jawa, yang memiliki makna melecut atau menyebat. Biasanya, lecutan itu berasal dari sebuah benda, bisa berupa kain seperti sarung yang ditemui di kalangan pesantren.
Selain saat Debat Pilpres, Cak Imin juga sempat memeragakan slepet sarung saat membuat konten video tiga fungsi sarung bersama Capres Anies Baswedan. Fungsi yang pertama menurut Cak Imin yakni untuk sarungan.
Cak Imin menyebut, kepiawaian seorang santri bisa dilihat dari kemampuannya bersarung. Anies kemudian menanyai Cak Imin, tentang bagaimana memakai sarung yang benar. Cak Imin lalu mencontohkan di hadapan Anies.
Fungsi sarung yang kedua, kata Cak Imin, untuk menemani tidur di lantai. Atau digunakan sebagai selimut agar tidak kedinginan.
Kemudian, fungsi terakhir untuk nyelepet. Saat itu, Cak Imin mengambil sarung yang sudah dibentuk seperti cambuk. Di video itu, Cak Imin kemudian memperagakan dengan mengarahkan sarung ke bagian kaki Anies. (gas/bay)
Editor : Niklaas Andries