Kandungan nilai pahala puasa di bulan Ramadhan ini cukup besar. Bahkan Allah SWT sendiri yang menyatakan bahwa balasan bagi orang yang berpuasa akan ditentukan secara langsung oleh-Nya.
Bukan itu saja, selama menjalankan puasa, ada dua kebahagian yang telah dijanjikan. Pertama saat berbuka puasa. Dan kedua saat bertemu dengan Allah SWT di hari akhir kelak.
Sinyal kebahagiaan itu setidaknya bisa tampak dalam aktivitas yang dilakukan saat menunggu saat berbuka puasa tiba. Banyak ragam cara dan istilah yang mengiringi tradisi yang dilakukan masyarakat menunggu datangnya waktu berbuka puasa.
Dalam bahasa gaulnya, ada istilah ngabuburit yang cukup familiar dikaitkan dengan aktifitas menunggu waktu berbuka puasa.
Istilah ini sangat popular di Indonesia secara luas bahkan di Banyuwangi juga digunakan.
Menilik asal usulnya, Ngabuburit sendiri ternyata berasal dari bahasa Sunda. Kata ngabuburit merujuk pada kata kerja yaitu melakukan kegiatan mengisi waktu sore tiba.
Dalam tatanan bahasa Sunda, keterangan waktu dalam hal ini burit bisa menjadi kata kerja setelah mendapatkan kata awalan yaitu nga.
Dari sanalah istilah ini kemudian dipakai hingga identik dengan tradisi menunggu waktu berbuka puasa tiba. Hingga akhirnya istilah ini menjadi tradisi umum di Indonesia untuk menunggu buka tiba.
Lalu bagaimana dengan Bahasa Osing yang menjadi Bahasa keseharian orang Banyuwangi. Tak dinyana Bahasa Osing juga punya padanan istilah untuk ngabuburit lho. Istilahnya disebut Ngerandu Buko.
Ngerandu bisa diartikan dalam bahasa Osing dengan menunggu. Sedangkan Buko adalah waktu berbuka puasa.
Ngerandu Buko bisa diartikan sebagai wujud aktivitas menunggu berbuka dengan melaksanakan aktivitas di luar ruangan.
Sejumlah tempat jadi jujukan menunggu waktu buka tiba seperti mengunjungi pantai, lokasi ramai, cafe, hingga tempat wisata.
Ngabuburit maupun Ngerandu Buko sama sama dilakukan di tempat keramaian. Bentuk kegiatannya mirip yakni menghabiskan waktu hingga saat berbuka tiba.
Tidak jarang Ngabuburit maupun Ngerandu Buko juga jadi ajang sampingan. Bagi yang belum punya jodoh bisa menjadi sarana untuk mencari teman hidup atau lainnya, sekadar mencari kenalan baru. (*)
Editor : Niklaas Andries