alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Kursi Wakil Rakyat; Sudah 3 Periode Dipertahankan

BANYUWANGI – Bagaimana rupa kursi wakil rakyat di DPRD Banyuwangi? Rupanya, sudah tiga periode pimpinan dewan mempertahankan tempat duduk berbahan kayu dengan ornamen ukiran lokal.

Enam kursi berjejer di bagian depan ruang rapat paripurna kantor DPRD Banyuwangi. Empat kursi di antaranya merupakan ”jatah” ketua dan tiga wakil ketua dewan. Sedangkan dua kursi yang lain merupakan tempat duduk bupati dan wakil bupati (wabup) saat mengikuti rapat paripurna dewan.

Nah, di deretan kursi itulah sejumlah keputusan penting yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat Banyuwangi diputuskan. Tidak terkecuali pengambilan keputusan dewan tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang tahun ini mencapai Rp 3 triliun lebih.

Walaupun keputusan-keputusan penting diambil di kursi itu, namun kursi pimpinan dewan tersebut ternyata bukanlah kursi yang benar-benar ”wah”. Bahkan, kursi berbahan kayu jati itu bisa dibilang sebagai kursi bekas.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kursi pimpinan DPRD periode 2019–2024 ternyata merupakan kursi lama yang telah digunakan sejak kepemimpinan dewan dua periode terdahulu. Tepatnya di masa keanggotaan dewan masa jabatan 2009–2014. Artinya, sudah tiga periode ini kursi tersebut digunakan, yakni di masa keanggotaan dewan masa jabatan 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sigit Harijanto melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Umum Sekretariat DPRD Banyuwangi Imam Basuki membenarkan, kursi pimpinan DPRD Banyuwangi periode ini bukanlah kursi baru. ”Pengadaan kursi tersebut sudah lama. Sebelum tahun 2015,” ujarnya.

Selain itu, Imam menuturkan tidak ada yang spesial dari kursi pimpinan dewan yang berada di ruang rapat paripurna kantor DPRD Banyuwangi tersebut. Kursi itu terbuat dari kayu jati dan dilapisi semacam spons atau busa. ”Tidak ada yang istimewa. Hanya saja, kayu jati yang digunakan memang kayu jati yang bagus,” kata dia.

Karena terbuat dari bahan yang bagus, imbuh Imam, pihaknya tinggal melakukan pemeliharaan secara berkala sehingga hingga kini kursi masih tampak baru. ”Ada beberapa petugas kebersihan yang masing-masing punya tugas di ruang-ruang tertentu. Sehingga ada rapat atau pun tidak, kebersihan ruangan di kantor DPRD tetap terjaga. Sebab, tidak jarang ada rapat bersifat insidental. Maka, ruang-ruangan di kantor DPRD, termasuk ruang rapat paripurna harus selalu bersih dan siap digunakan kapan pun,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

BANYUWANGI – Bagaimana rupa kursi wakil rakyat di DPRD Banyuwangi? Rupanya, sudah tiga periode pimpinan dewan mempertahankan tempat duduk berbahan kayu dengan ornamen ukiran lokal.

Enam kursi berjejer di bagian depan ruang rapat paripurna kantor DPRD Banyuwangi. Empat kursi di antaranya merupakan ”jatah” ketua dan tiga wakil ketua dewan. Sedangkan dua kursi yang lain merupakan tempat duduk bupati dan wakil bupati (wabup) saat mengikuti rapat paripurna dewan.

Nah, di deretan kursi itulah sejumlah keputusan penting yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat Banyuwangi diputuskan. Tidak terkecuali pengambilan keputusan dewan tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang tahun ini mencapai Rp 3 triliun lebih.

Walaupun keputusan-keputusan penting diambil di kursi itu, namun kursi pimpinan dewan tersebut ternyata bukanlah kursi yang benar-benar ”wah”. Bahkan, kursi berbahan kayu jati itu bisa dibilang sebagai kursi bekas.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kursi pimpinan DPRD periode 2019–2024 ternyata merupakan kursi lama yang telah digunakan sejak kepemimpinan dewan dua periode terdahulu. Tepatnya di masa keanggotaan dewan masa jabatan 2009–2014. Artinya, sudah tiga periode ini kursi tersebut digunakan, yakni di masa keanggotaan dewan masa jabatan 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sigit Harijanto melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Umum Sekretariat DPRD Banyuwangi Imam Basuki membenarkan, kursi pimpinan DPRD Banyuwangi periode ini bukanlah kursi baru. ”Pengadaan kursi tersebut sudah lama. Sebelum tahun 2015,” ujarnya.

Selain itu, Imam menuturkan tidak ada yang spesial dari kursi pimpinan dewan yang berada di ruang rapat paripurna kantor DPRD Banyuwangi tersebut. Kursi itu terbuat dari kayu jati dan dilapisi semacam spons atau busa. ”Tidak ada yang istimewa. Hanya saja, kayu jati yang digunakan memang kayu jati yang bagus,” kata dia.

Karena terbuat dari bahan yang bagus, imbuh Imam, pihaknya tinggal melakukan pemeliharaan secara berkala sehingga hingga kini kursi masih tampak baru. ”Ada beberapa petugas kebersihan yang masing-masing punya tugas di ruang-ruang tertentu. Sehingga ada rapat atau pun tidak, kebersihan ruangan di kantor DPRD tetap terjaga. Sebab, tidak jarang ada rapat bersifat insidental. Maka, ruang-ruangan di kantor DPRD, termasuk ruang rapat paripurna harus selalu bersih dan siap digunakan kapan pun,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/