alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kursi Bambu; Unik dan Ramah Lingkungan

RADAR BANYUWANGI – Bahan baku kursi tradisional umumnya menggunakan kayu. Namun, ada warga yang memanfaatkan bambu untuk bahan baku pembuatan tempat duduk.

Permintaan furnitur berbahan kayu kian meningkat. Padahal, furnitur berbahan kayu secara tidak langsung menyebabkan hutan menjadi gundul. Bagaimana tidak, pohon-pohon akan terus ditebang demi memenuhi tingginya permintaan konsumen.

Salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian kepada lingkungan adalah dengan menggunakan perabot yang tidak berbahan kayu. Alternatif bahan yang bisa digunakan adalah perabot dari bambu yang juga tidak kalah berkualitas.

Bambu merupakan sumber daya yang dapat diperbarui karena hanya butuh waktu sekitar lima tahun untuk kembali menanam bambu yang telah dipotong. Berbeda dengan kayu yang butuh waktu hingga 50 tahun.

Bambu juga dapat tumbuh menyebar dengan cepat seperti rumput. Sehingga, bambu bisa dengan mudah tumbuh dan dapat didaur ulang di kemudian hari. ”Kursi bambu ini salah satu furnitur yang memiliki keunikan,” ungkap H Fauzi pemilik salah satu warung yang menggunakan kursi bambu

Kursi bambu, kata Fauzi, cocok dijadikan furnitur di rumah maupun warung, terutama rumah bergaya tradisional atau natural. Hal ini karena warna alami dari bambu tidak membutuhkan finishing yang berlebihan

Kursi bambu juga sangat cocok diletakkan di teras rumah karena akan sangat serasi dengan taman. Selain itu, kursi bambu yang sederhana tidak mungkin ketinggalan zaman. ”Modelnya akan selalu menjadi tren yang tidak lekang sepanjang masa,” jelas warga Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi itu.

Bambu merupakan salah satu vegetasi tanaman yang mudah tumbuh. Dalam sehari, bambu bisa tumbuh mencapai 10 sentimeter. Maka, waktu panen bambu pun tidak lama. Berbeda dengan furnitur dari kayu jati yang butuh waktu puluhan tahun untuk siap dipakai. Furnitur dari bambu juga tidak membutuhkan terlalu banyak cat sehingga jika sudah tidak digunakan, akan lebih mudah terurai di dalam tanah.

Namun demikian, dalam memilih bambu juga perlu diperhatikan. Pengawetan bambu yang baik dan benar akan membuat furnitur tersebut lebih tahan lama. Biasanya, furnitur bambu yang baik bisa tahan hingga tujuh tahun. ”Furnitur bambu ini cenderung mudah diperbaiki karena bahannya yang mudah dicari di sekitar kita. Keuntungan lainnya, furnitur bambu ini memiliki sifat anti gores sehingga keindahannya tidak akan berkurang,” terang Fauzi.

Furnitur dari bambu sebenarnya cukup populer, terutama di kalangan orang-orang Asia. Hal ini karena bambu sangat mudah dibudidayakan. Karena kemudahan tersebut, tak heran jika bambu sudah banyak dimanfaatkan oleh para perajin Indonesia sejak zaman dahulu.

Karena bahannya yang melimpah, maka furnitur bambu ini pun memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan furnitur dari kayu. Umumnya, kursi bambu lokal biasa dijual dengan harga sekitar Rp 200 ribu sedangkan, untuk satu set furnitur berbahan bambu (kursi dan meja) dibanderol mulai harga Rp 1 juta.

Meski murah, Fauzi menyebut kualitas kursi bambu tidak perlu diragukan. Sebab, kursi bambu ini bakal tetap awet apalagi jika digunakan di dalam ruangan, bukan di luar ruangan (yang terpapar langsung sinar matahari dan hujan). ”Kursi bambu ini sangat elegan jika diletakkan di rumah makan, kafe, atau ruang santai,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Bahan baku kursi tradisional umumnya menggunakan kayu. Namun, ada warga yang memanfaatkan bambu untuk bahan baku pembuatan tempat duduk.

Permintaan furnitur berbahan kayu kian meningkat. Padahal, furnitur berbahan kayu secara tidak langsung menyebabkan hutan menjadi gundul. Bagaimana tidak, pohon-pohon akan terus ditebang demi memenuhi tingginya permintaan konsumen.

Salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian kepada lingkungan adalah dengan menggunakan perabot yang tidak berbahan kayu. Alternatif bahan yang bisa digunakan adalah perabot dari bambu yang juga tidak kalah berkualitas.

Bambu merupakan sumber daya yang dapat diperbarui karena hanya butuh waktu sekitar lima tahun untuk kembali menanam bambu yang telah dipotong. Berbeda dengan kayu yang butuh waktu hingga 50 tahun.

Bambu juga dapat tumbuh menyebar dengan cepat seperti rumput. Sehingga, bambu bisa dengan mudah tumbuh dan dapat didaur ulang di kemudian hari. ”Kursi bambu ini salah satu furnitur yang memiliki keunikan,” ungkap H Fauzi pemilik salah satu warung yang menggunakan kursi bambu

Kursi bambu, kata Fauzi, cocok dijadikan furnitur di rumah maupun warung, terutama rumah bergaya tradisional atau natural. Hal ini karena warna alami dari bambu tidak membutuhkan finishing yang berlebihan

Kursi bambu juga sangat cocok diletakkan di teras rumah karena akan sangat serasi dengan taman. Selain itu, kursi bambu yang sederhana tidak mungkin ketinggalan zaman. ”Modelnya akan selalu menjadi tren yang tidak lekang sepanjang masa,” jelas warga Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi itu.

Bambu merupakan salah satu vegetasi tanaman yang mudah tumbuh. Dalam sehari, bambu bisa tumbuh mencapai 10 sentimeter. Maka, waktu panen bambu pun tidak lama. Berbeda dengan furnitur dari kayu jati yang butuh waktu puluhan tahun untuk siap dipakai. Furnitur dari bambu juga tidak membutuhkan terlalu banyak cat sehingga jika sudah tidak digunakan, akan lebih mudah terurai di dalam tanah.

Namun demikian, dalam memilih bambu juga perlu diperhatikan. Pengawetan bambu yang baik dan benar akan membuat furnitur tersebut lebih tahan lama. Biasanya, furnitur bambu yang baik bisa tahan hingga tujuh tahun. ”Furnitur bambu ini cenderung mudah diperbaiki karena bahannya yang mudah dicari di sekitar kita. Keuntungan lainnya, furnitur bambu ini memiliki sifat anti gores sehingga keindahannya tidak akan berkurang,” terang Fauzi.

Furnitur dari bambu sebenarnya cukup populer, terutama di kalangan orang-orang Asia. Hal ini karena bambu sangat mudah dibudidayakan. Karena kemudahan tersebut, tak heran jika bambu sudah banyak dimanfaatkan oleh para perajin Indonesia sejak zaman dahulu.

Karena bahannya yang melimpah, maka furnitur bambu ini pun memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan furnitur dari kayu. Umumnya, kursi bambu lokal biasa dijual dengan harga sekitar Rp 200 ribu sedangkan, untuk satu set furnitur berbahan bambu (kursi dan meja) dibanderol mulai harga Rp 1 juta.

Meski murah, Fauzi menyebut kualitas kursi bambu tidak perlu diragukan. Sebab, kursi bambu ini bakal tetap awet apalagi jika digunakan di dalam ruangan, bukan di luar ruangan (yang terpapar langsung sinar matahari dan hujan). ”Kursi bambu ini sangat elegan jika diletakkan di rumah makan, kafe, atau ruang santai,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/