alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Puluhan Remaja Putri Digembleng Menjadi Generasi Pesinden Baru

RadarBanyuwangi.id – Empat maestro gandrung Banyuwangi berkumpul di pelinggihan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin pagi (29/3). Mereka datang untuk mempersiapkan puluhan remaja putri yang akan digembleng menjadi generasi pesinden baru.

Puluhan remaja putri berseragam kaus dan bawahan kain jarik duduk bersimpuh di pelinggihan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin (29/3). Mereka adalah sinden-sinden muda yang akan mengikuti pelatihan sinden Osing yang digelar Disbudpar bersama para maestro gandrung Banyuwangi.

Di tengah keramaian tersebut, empat orang maestro gandrung Banyuwangi berjalan beriringan menuju pelinggihan. Wajah mereka tampak semringah mendatangi kantor Disbudpar. Mereka adalah Gandrung Siti Astutik, Temuk, Sunasih, dan Holipah.

Begitu datang, keempatnya langsung disambut puluhan remaja putri yang sudah memenuhi pelinggihan. Ada juga seniman seperti Cak Wan, Pak Juono, dan Adlin yang sudah siap berkolaborasi dengan keempat legenda hidup gandrung Banyuwangi tersebut.

Hari itu, Disbudpar bersama Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menggelar pelatihan sinden Osing. Kegiatan ini baru digelar pertama kali.

Selain para maestro gandrung dan seniman, tampak Ketua DKB Hasan Basri dan Kepala Disbudpar M. Yanuar Bramuda. Keduanya berada di antara puluhan orang yang memenuhi pelinggihan.

Setelah acara dibuka, seorang sinden muda melantunkan lagu Osing diiringi musik tradisional. Temuk dan Siti Astutik yang duduk bersebelahan tampak tersenyum melihat skill tarik suara penyanyi lagu tradisional muda itu. Beberapa kali Temuk terlihat memejamkan mata, mengikuti lantunan lagu yang dinyanyikan sinden muda itu.

Baca Juga :  DKB Teaterkan Drama Kunkung

”Mereka kita seleksi dari seluruh sanggar dan sekolah yang ada di Banyuwangi, mulai dari Kalibaru sampai Wongsorejo. Akhirnya muncul 40 pesinden muda dengan suara terbaik yang akan kita beri materi selama dua hari,” kata Kepala Disbudpar M. Yanuar Bramuda.

Sambil menunjuk puluhan sinden muda itu, Bramuda mengatakan, para remaja yang mengikuti pelatihan sinden Osing itu diproyeksikan untuk menjadi penerus dari para maestro gandrung. Dengan kemampuan yang mereka miliki, Bramuda  optimistis akan ada regenerasi sinden yang berkualitas. Tak hanya memiliki suara yang khas layaknya sinden, tapi juga mampu membuat mereka yang mendengarkan suaranya ikut ke dalam alunan lagu.

Pemkab Banyuwangi berharap sinden bisa menjadi sebuah budaya populer yang digemari para generasi muda. ”Jadi tak hanya berhenti di panggung-panggung kesenian saja,” kata Bramuda.

Selain itu, nyanyian para sinden bisa terkenal di platform media sosial seperti YouTube, Instagram, atau TikTok yang kini menjadi kiblat popularitas generasi muda. ”Kenapa K-Pop yang sebenarnya tidak banyak yang mengerti artinya bisa begitu populer. Kita bisa seperti itu, selagi kita terus mengikuti perkembangan zaman,” tegas Bramuda.

Baca Juga :  Minim Penari Pria, Gelar Pelatihan Tari

Dia optimistis sinden bisa menjadi budaya populer baru di Banyuwangi. Bramuda menggambarkan seperti budaya gandrung. Ketika pemkab menggelar Gandrung Sewu, secara perlahan banyak anak muda Banyuwangi yang berharap bisa menjadi gandrung dan tampil di Festival Gandrung Sewu.

Begitu juga untuk sinden, Disbudpar berencana menggelar acara untuk sinden tanggal 5 April mendatang. Hari pertama pelatihan sinden muda akan diberi materi umum. Baru di hari kedua mereka akan diajar langsung oleh para maestro dibagi sesuai lokasi tempat tinggal para peserta.

”Ibarat orang sekolah, saat ini mereka ikut diklat. Tanggal 5 April nanti mereka diwisuda. Kita akan sediakan panggung besar untuk para sinden muda ini,” tegasnya.

Frenza Ratu Espada Fediniat Putri, salah satu sinden muda mengaku ingin mendapatkan materi langsung dari para maestro agar bisa meningkatkan kemampuannya menyanyi lagu Banyuwangi. Siswi kelas 5 SDN 3 Grajagan itu tetap percaya diri bisa menampilkan kemampuannya dalam seni menyanyi tradisional Banyuwangi. ”Saya suka menyanyi apa pun. Selama ini ikut di sanggar, menari ya menyanyi lagu Banyuwangi,” pungkas anggota Sanggar Mlati Rinonce itu.

RadarBanyuwangi.id – Empat maestro gandrung Banyuwangi berkumpul di pelinggihan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin pagi (29/3). Mereka datang untuk mempersiapkan puluhan remaja putri yang akan digembleng menjadi generasi pesinden baru.

Puluhan remaja putri berseragam kaus dan bawahan kain jarik duduk bersimpuh di pelinggihan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin (29/3). Mereka adalah sinden-sinden muda yang akan mengikuti pelatihan sinden Osing yang digelar Disbudpar bersama para maestro gandrung Banyuwangi.

Di tengah keramaian tersebut, empat orang maestro gandrung Banyuwangi berjalan beriringan menuju pelinggihan. Wajah mereka tampak semringah mendatangi kantor Disbudpar. Mereka adalah Gandrung Siti Astutik, Temuk, Sunasih, dan Holipah.

Begitu datang, keempatnya langsung disambut puluhan remaja putri yang sudah memenuhi pelinggihan. Ada juga seniman seperti Cak Wan, Pak Juono, dan Adlin yang sudah siap berkolaborasi dengan keempat legenda hidup gandrung Banyuwangi tersebut.

Hari itu, Disbudpar bersama Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menggelar pelatihan sinden Osing. Kegiatan ini baru digelar pertama kali.

Selain para maestro gandrung dan seniman, tampak Ketua DKB Hasan Basri dan Kepala Disbudpar M. Yanuar Bramuda. Keduanya berada di antara puluhan orang yang memenuhi pelinggihan.

Setelah acara dibuka, seorang sinden muda melantunkan lagu Osing diiringi musik tradisional. Temuk dan Siti Astutik yang duduk bersebelahan tampak tersenyum melihat skill tarik suara penyanyi lagu tradisional muda itu. Beberapa kali Temuk terlihat memejamkan mata, mengikuti lantunan lagu yang dinyanyikan sinden muda itu.

Baca Juga :  DKB Perkuat Sikap Saling Menghargai

”Mereka kita seleksi dari seluruh sanggar dan sekolah yang ada di Banyuwangi, mulai dari Kalibaru sampai Wongsorejo. Akhirnya muncul 40 pesinden muda dengan suara terbaik yang akan kita beri materi selama dua hari,” kata Kepala Disbudpar M. Yanuar Bramuda.

Sambil menunjuk puluhan sinden muda itu, Bramuda mengatakan, para remaja yang mengikuti pelatihan sinden Osing itu diproyeksikan untuk menjadi penerus dari para maestro gandrung. Dengan kemampuan yang mereka miliki, Bramuda  optimistis akan ada regenerasi sinden yang berkualitas. Tak hanya memiliki suara yang khas layaknya sinden, tapi juga mampu membuat mereka yang mendengarkan suaranya ikut ke dalam alunan lagu.

Pemkab Banyuwangi berharap sinden bisa menjadi sebuah budaya populer yang digemari para generasi muda. ”Jadi tak hanya berhenti di panggung-panggung kesenian saja,” kata Bramuda.

Selain itu, nyanyian para sinden bisa terkenal di platform media sosial seperti YouTube, Instagram, atau TikTok yang kini menjadi kiblat popularitas generasi muda. ”Kenapa K-Pop yang sebenarnya tidak banyak yang mengerti artinya bisa begitu populer. Kita bisa seperti itu, selagi kita terus mengikuti perkembangan zaman,” tegas Bramuda.

Baca Juga :  Bisa Pilah-Pilih Ikan Sendiri di Fish Market Kampung Mandar

Dia optimistis sinden bisa menjadi budaya populer baru di Banyuwangi. Bramuda menggambarkan seperti budaya gandrung. Ketika pemkab menggelar Gandrung Sewu, secara perlahan banyak anak muda Banyuwangi yang berharap bisa menjadi gandrung dan tampil di Festival Gandrung Sewu.

Begitu juga untuk sinden, Disbudpar berencana menggelar acara untuk sinden tanggal 5 April mendatang. Hari pertama pelatihan sinden muda akan diberi materi umum. Baru di hari kedua mereka akan diajar langsung oleh para maestro dibagi sesuai lokasi tempat tinggal para peserta.

”Ibarat orang sekolah, saat ini mereka ikut diklat. Tanggal 5 April nanti mereka diwisuda. Kita akan sediakan panggung besar untuk para sinden muda ini,” tegasnya.

Frenza Ratu Espada Fediniat Putri, salah satu sinden muda mengaku ingin mendapatkan materi langsung dari para maestro agar bisa meningkatkan kemampuannya menyanyi lagu Banyuwangi. Siswi kelas 5 SDN 3 Grajagan itu tetap percaya diri bisa menampilkan kemampuannya dalam seni menyanyi tradisional Banyuwangi. ”Saya suka menyanyi apa pun. Selama ini ikut di sanggar, menari ya menyanyi lagu Banyuwangi,” pungkas anggota Sanggar Mlati Rinonce itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/