alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Obati Kangen, Latihan Musik Tempat Terbuka

JawaPos.com – Adanya pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 menyebabkan orkes musik tak boleh menggelar konser secara langsung (live) di tengah masyarakat. Guna mengobati rasa rindu bermain musik, para personel musisi menggelar latihan musik di tempat terbuka Kamis (28/1) lalu.

Para musisi yang tergabung dalam Javas Musik itu menggelar latihan di tempat terbuka, yakni di RTH Balai Desa Aliyan. ”Kebetulan saya pimpinan orkes musik Javas ini. Karena sudah lama tak main di panggung, maka kami mengumpulkan teman-teman musisi untuk bermain latihan bersama sekaligus sebagai ajang silaturahmi,” ungkap Anton Sujarwo.

Lelaki yang juga Kepala Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi ini mengaku mendapatkan banyak keluh kesah dan masukan dari rekan-rekan musisi yang sejauh ini biasa mentas. Sebab, selama pandemi ini mereka nyaris kehilangan ladang mata pencaharian mereka sebagai seniman musisi.

Beruntung, masih ada teman musisi yang dapat job manggung meski hanya kecil-kecilan dan terbatas. ”Paling mereka hanya dapat job manggung elektone tunggal, tidak sebesar konser musik pada umumnya,” kata Anton.

Baca Juga :  Pemecah Rekor Drum Dunia juga Bergabung di PHB Banyuwangi

Anton juga sangat memahami keluh kesah para seniman musisi. Oleh karenanya, setiap pementasan perlu ada sikap bersama. Misalnya dengan membawa musisi lain agar ikut terlibat untuk ikut tampil, meski hanya untuk bagi-bagi rezeki.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan curhat, Anton yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi agar memberikan ruang atau solusi terbaik bagi seniman musik, musisi, dan artis Banyuwangi. Agar mereka dapat kembali berkreasi dan berkarya meski harus dengan standar protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, silaturahmi dan latihan bersama yang digagas Bos Orkes Javas Musik itu diapresiasi oleh sejumlah seniman. Ajojink, salah seorang pemandu acara orkes mengaku terharu dan bangga dengan upaya yang digagas Anton Sujarwo. ”Memang beliau ini sebelum jadi kepala desa adalah seniman yang sampai sekarang masih lihai bermain kendang dan drum,” katanya.

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang, Okupansi Hotel Terjun Bebas

Ajojink juga menyampaikan rasa prihatin terhadap nasib pelaku seni Banyuwangi di tengah pandemi Covid-19. Karena para seniman tidak sebebas saat sebelum adanya pandemi. Mata pencaharian para seniman nyaris hilang. ”Khususnya bagi teman-teman kami para seniman janger dan wayang kulit sudah tak pernah manggung lagi. Pernah baru mau manggung sudah dibubarkan,” keluhnya.

Dengan latihan di tempat terbuka itu, imbuh Ajojink, para seniman tetap lihai dan mahir dalam memainkan alat musik, sekaligus menyambung tali silaturahmi antarseniman musisi di Banyuwangi. ”Kalau lama tidak latihan memang kaku, bahkan sering lupa mengingat notasi lagu. Semoga saja pandemi ini segera berakhir dan aktivitas bisa normal kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

JawaPos.com – Adanya pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 menyebabkan orkes musik tak boleh menggelar konser secara langsung (live) di tengah masyarakat. Guna mengobati rasa rindu bermain musik, para personel musisi menggelar latihan musik di tempat terbuka Kamis (28/1) lalu.

Para musisi yang tergabung dalam Javas Musik itu menggelar latihan di tempat terbuka, yakni di RTH Balai Desa Aliyan. ”Kebetulan saya pimpinan orkes musik Javas ini. Karena sudah lama tak main di panggung, maka kami mengumpulkan teman-teman musisi untuk bermain latihan bersama sekaligus sebagai ajang silaturahmi,” ungkap Anton Sujarwo.

Lelaki yang juga Kepala Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi ini mengaku mendapatkan banyak keluh kesah dan masukan dari rekan-rekan musisi yang sejauh ini biasa mentas. Sebab, selama pandemi ini mereka nyaris kehilangan ladang mata pencaharian mereka sebagai seniman musisi.

Beruntung, masih ada teman musisi yang dapat job manggung meski hanya kecil-kecilan dan terbatas. ”Paling mereka hanya dapat job manggung elektone tunggal, tidak sebesar konser musik pada umumnya,” kata Anton.

Baca Juga :  Pasca Vaksinasi, Pelabuhan Masih Sepi

Anton juga sangat memahami keluh kesah para seniman musisi. Oleh karenanya, setiap pementasan perlu ada sikap bersama. Misalnya dengan membawa musisi lain agar ikut terlibat untuk ikut tampil, meski hanya untuk bagi-bagi rezeki.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan curhat, Anton yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi agar memberikan ruang atau solusi terbaik bagi seniman musik, musisi, dan artis Banyuwangi. Agar mereka dapat kembali berkreasi dan berkarya meski harus dengan standar protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, silaturahmi dan latihan bersama yang digagas Bos Orkes Javas Musik itu diapresiasi oleh sejumlah seniman. Ajojink, salah seorang pemandu acara orkes mengaku terharu dan bangga dengan upaya yang digagas Anton Sujarwo. ”Memang beliau ini sebelum jadi kepala desa adalah seniman yang sampai sekarang masih lihai bermain kendang dan drum,” katanya.

Baca Juga :  Banyuwangi Zona Merah Lagi, Warga Perlu Lebih Hati-Hati

Ajojink juga menyampaikan rasa prihatin terhadap nasib pelaku seni Banyuwangi di tengah pandemi Covid-19. Karena para seniman tidak sebebas saat sebelum adanya pandemi. Mata pencaharian para seniman nyaris hilang. ”Khususnya bagi teman-teman kami para seniman janger dan wayang kulit sudah tak pernah manggung lagi. Pernah baru mau manggung sudah dibubarkan,” keluhnya.

Dengan latihan di tempat terbuka itu, imbuh Ajojink, para seniman tetap lihai dan mahir dalam memainkan alat musik, sekaligus menyambung tali silaturahmi antarseniman musisi di Banyuwangi. ”Kalau lama tidak latihan memang kaku, bahkan sering lupa mengingat notasi lagu. Semoga saja pandemi ini segera berakhir dan aktivitas bisa normal kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/