alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Gelorakan Semangat Kebangsaan

Teror bom di sejumah gereja di Surabaya beberapa waktu lalu mengundang keprihatinan mendalam dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kes­bang­pol) Ba­nyu­wa­ngi, Wiyono.

Pria yang pernah menjabat se­bagai Asisten Sosial Ekonomi dan Kesra Pemkab Ba­nyu­wangi menyeru kepada seluruh elemen masyarakat untuk merekatkan kesatuan dan persatuan.

Menurut Wiyono, aksi teror di­te­barkan karena pelakunya ku­rang bisa memahami tentang wawasan kebangsaan. Karena itu, untuk membekali wawasan kebangsaan yang kuat kepada anak-anak, perlu ditanamkan sejak dini. ”Kepala sekolah dan guru harus mena­namkan wawasan kebang­saan kepada anak. Dalam suatu ke­sempatan saya mengusulkan agar setiap pertemuan kepala se­kolah disisipi wawasan ke­bang­saan,’’ ujar pejabat yang akrab disapa Bopo Wiyono tersebut.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Medium Pendidikan Demokrasi

Saking semangatnya meng­ge­lorakan wawasan kebangsaan, di akhir pidatonya dia selalu ber­pantun. Isi pantun tersebut selalu menyentuh seputar Pan­casila, wawasan kebangsaan, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kalau dikumpulkan, pantun-pantun kebangsaan tersebut sudah terkumpul 300 lebih.

”Pantun-pantun tersebut kita simpan, kalau ada yang mau menerbitkan ya monggo,’’ ujar pejabat yang sangat familiar di kalangan wartawan tersebut.

Terkait wawasan kebangsaan, Wiyono mengajak kepada siapa saja (politisi, pejabat, guru, dan kepala sekolah) untuk selalu me­mekikkan semangat persatuan dan kesatuan dalam setiap ke­sem­patan. ”Saya yakin kalau dalam setiap ceramah diselipi tentang wawasan kebangsaan, anak-anak kita akan semakin cinta dengan NKRI,’’ tandas pria yang pernah menjadi anggota DPRD tersebut.

Baca Juga :  Saleh Group Desa Kelir Punya Seragam Baru

Teror bom di sejumah gereja di Surabaya beberapa waktu lalu mengundang keprihatinan mendalam dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kes­bang­pol) Ba­nyu­wa­ngi, Wiyono.

Pria yang pernah menjabat se­bagai Asisten Sosial Ekonomi dan Kesra Pemkab Ba­nyu­wangi menyeru kepada seluruh elemen masyarakat untuk merekatkan kesatuan dan persatuan.

Menurut Wiyono, aksi teror di­te­barkan karena pelakunya ku­rang bisa memahami tentang wawasan kebangsaan. Karena itu, untuk membekali wawasan kebangsaan yang kuat kepada anak-anak, perlu ditanamkan sejak dini. ”Kepala sekolah dan guru harus mena­namkan wawasan kebang­saan kepada anak. Dalam suatu ke­sempatan saya mengusulkan agar setiap pertemuan kepala se­kolah disisipi wawasan ke­bang­saan,’’ ujar pejabat yang akrab disapa Bopo Wiyono tersebut.

Baca Juga :  Rem Blong, Tabrak Truk Parkir

Saking semangatnya meng­ge­lorakan wawasan kebangsaan, di akhir pidatonya dia selalu ber­pantun. Isi pantun tersebut selalu menyentuh seputar Pan­casila, wawasan kebangsaan, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kalau dikumpulkan, pantun-pantun kebangsaan tersebut sudah terkumpul 300 lebih.

”Pantun-pantun tersebut kita simpan, kalau ada yang mau menerbitkan ya monggo,’’ ujar pejabat yang sangat familiar di kalangan wartawan tersebut.

Terkait wawasan kebangsaan, Wiyono mengajak kepada siapa saja (politisi, pejabat, guru, dan kepala sekolah) untuk selalu me­mekikkan semangat persatuan dan kesatuan dalam setiap ke­sem­patan. ”Saya yakin kalau dalam setiap ceramah diselipi tentang wawasan kebangsaan, anak-anak kita akan semakin cinta dengan NKRI,’’ tandas pria yang pernah menjadi anggota DPRD tersebut.

Baca Juga :  Kecanduan Main Game Online

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/