alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Landmark Tertua, Beberapa Kali Ganti Warna

BANYUWANGI – Satu orang memegang senapan laras panjang. Satu orang lainnya mengacungkan bambu runcing yang di ujungnya terdapat bendera merah putih dengan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya memeluk rekannya yang tubuhnya terkulai hingga nyaris roboh.

Seperti itulah gambaran Tugu Pejuang yang berlokasi di Simpang Lima Banyuwangi. Di sisi selatan tiang penyangga tugu tersebut terdapat tulisan ”Merdeka Atau Mati”.

Entah diprakarsai oleh siapa. Namun, beberapa sumber menyebut bahwa tugu itu merupakan salah satu landmark alias tetenger tertua yang terdapat di pusat Kota Banyuwangi.

Berdasar keterangan yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, tugu tersebut telah mengalami beberapa kali pemugaran. Yang terbaru dilakukan di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas pada tahun 2013 lalu.

Baca Juga :  Sempat Dikritik karena Kurang Melokal

Diperoleh keterangan, dahulu, tugu yang menggambarkan betapa heroiknya pejuang dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tersebut, berwarna kehijauan.

Saat Ratna Ani Lestari menjabat bupati pada periode 2005–2010, tugu tersebut dipugar. Kala itu, tiang penyangga tugu pejuang tersebut dipugar dan dilengkapi dengan air mancur. Bukan itu saja, perubahan juga dilakukan pada warna yang melapisi tiga sosok pejuang kemerdekaan itu. ”Saat itu tiga sosok pejuang dicat warna keabu-abuan,” ujar Sutrisno, warga Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Singkat cerita, di era kepemimpinan Bupati Anas, pemugaran kembali dilakukan. Kali ini, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) merenovasi bangunan penyangga patung. Bangunan penyangga itu dibuat lebih ramping dibandingkan sebelumnya. ”Patung pahlawan itu akan dikembalikan ke bentuk aslinya guna mendukung program Banyuwangi Bersih dan Hijau,” ujar Kepala DKP yang kala itu dijabat Arief Setiawan.

Baca Juga :  Listrik Padam, Simpang Lima Semrawut

Selain mengubah bangunan penyangga, renovasi juga ”menyentuh” bagian utama tugu tersebut. Warna tiga sosok pejuang itu diganti dengan warna keemasan. Bukan itu saja, saat pemugaran selesai, taman yang berada di bawah tugu itu pun ditata agar lebih indah. (sgt/bay/c1)

BANYUWANGI – Satu orang memegang senapan laras panjang. Satu orang lainnya mengacungkan bambu runcing yang di ujungnya terdapat bendera merah putih dengan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya memeluk rekannya yang tubuhnya terkulai hingga nyaris roboh.

Seperti itulah gambaran Tugu Pejuang yang berlokasi di Simpang Lima Banyuwangi. Di sisi selatan tiang penyangga tugu tersebut terdapat tulisan ”Merdeka Atau Mati”.

Entah diprakarsai oleh siapa. Namun, beberapa sumber menyebut bahwa tugu itu merupakan salah satu landmark alias tetenger tertua yang terdapat di pusat Kota Banyuwangi.

Berdasar keterangan yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, tugu tersebut telah mengalami beberapa kali pemugaran. Yang terbaru dilakukan di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas pada tahun 2013 lalu.

Baca Juga :  Patung Gandrung Dipenuhi Sampah

Diperoleh keterangan, dahulu, tugu yang menggambarkan betapa heroiknya pejuang dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tersebut, berwarna kehijauan.

Saat Ratna Ani Lestari menjabat bupati pada periode 2005–2010, tugu tersebut dipugar. Kala itu, tiang penyangga tugu pejuang tersebut dipugar dan dilengkapi dengan air mancur. Bukan itu saja, perubahan juga dilakukan pada warna yang melapisi tiga sosok pejuang kemerdekaan itu. ”Saat itu tiga sosok pejuang dicat warna keabu-abuan,” ujar Sutrisno, warga Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Singkat cerita, di era kepemimpinan Bupati Anas, pemugaran kembali dilakukan. Kali ini, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) merenovasi bangunan penyangga patung. Bangunan penyangga itu dibuat lebih ramping dibandingkan sebelumnya. ”Patung pahlawan itu akan dikembalikan ke bentuk aslinya guna mendukung program Banyuwangi Bersih dan Hijau,” ujar Kepala DKP yang kala itu dijabat Arief Setiawan.

Baca Juga :  Landscape Letter Taman Blambangan Dirombak

Selain mengubah bangunan penyangga, renovasi juga ”menyentuh” bagian utama tugu tersebut. Warna tiga sosok pejuang itu diganti dengan warna keemasan. Bukan itu saja, saat pemugaran selesai, taman yang berada di bawah tugu itu pun ditata agar lebih indah. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/