alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Joko Yuhono

Nostalgia di Kampung Halaman

RADAR BANYUWANGI – Bisa pulang ke kampung halaman menjadi anugerah tersendiri bagi Joko Yuhono. Alumnus SMPN 1 Banyuwangi tahun 1983 ini pulang ke Banyuwangi bersama dengan kontingen duta seni dari Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini.

Saat ini pria asal Kelurahan Singotrunan tersebut menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tanjung Pinang. ”Sejak kecil saya sudah berkesenian. Sampai hari ini saya senang bergelut dengan seni budaya,” ungkap Joko Yuhono saat ditemui di Pelinggihan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Joko mengaku sangat bahagia bisa menemani rombongan seni dari Kota Tanjung Pinang melakukan muhibah budaya Negeri Kata-Kata ke Banyuwangi. Selama di Banyuwangi, Joko juga bernostalgia dengan para sahabat ketika masih sekolah dulu. ”Saya pernah diajari santet ketika masih kecil menggunakan merica,” ujarnya terbahak-bahak.

Meski kini menjabat sebagai Kajari, Joko kerap menjadi fasilitator seni budaya di Tanjung Pinang yang menjadi tempatnya bertugas. Selain seni pertunjukan, Joko tengah menginisiasi digitalisasi Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. ”Saya bersyukur bisa datang ke Banyuwangi dan ikut membaca puisi,” ujarnya. (ddy/aif/c1)  

RADAR BANYUWANGI – Bisa pulang ke kampung halaman menjadi anugerah tersendiri bagi Joko Yuhono. Alumnus SMPN 1 Banyuwangi tahun 1983 ini pulang ke Banyuwangi bersama dengan kontingen duta seni dari Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini.

Saat ini pria asal Kelurahan Singotrunan tersebut menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tanjung Pinang. ”Sejak kecil saya sudah berkesenian. Sampai hari ini saya senang bergelut dengan seni budaya,” ungkap Joko Yuhono saat ditemui di Pelinggihan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Joko mengaku sangat bahagia bisa menemani rombongan seni dari Kota Tanjung Pinang melakukan muhibah budaya Negeri Kata-Kata ke Banyuwangi. Selama di Banyuwangi, Joko juga bernostalgia dengan para sahabat ketika masih sekolah dulu. ”Saya pernah diajari santet ketika masih kecil menggunakan merica,” ujarnya terbahak-bahak.

Meski kini menjabat sebagai Kajari, Joko kerap menjadi fasilitator seni budaya di Tanjung Pinang yang menjadi tempatnya bertugas. Selain seni pertunjukan, Joko tengah menginisiasi digitalisasi Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. ”Saya bersyukur bisa datang ke Banyuwangi dan ikut membaca puisi,” ujarnya. (ddy/aif/c1)  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/