alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Ayumi Putri Sasaki Lolos Paskibra Nasional

Jaga Performa agar Tetap Bugar

CITA-CITA Ayumi Putri Sasaki untuk bisa menjadi polisi wanita (polwan) tinggal selangkah lagi. Dara kelahiran Banyuwangi 16 tahun silam itu dinyatakan lolos sebagai calon pasukan pengibar pusaka (paskibra) nasional pada Selasa (17/5).

Warga Banyuwangi patut bangga dengan lolosnya Ayumi sebagai calon anggota paskibra nasional. Untuk bisa lolos ke tingkat nasional, seleksinya cukup ketat. Apalagi, pesertanya pelajar dari seluruh Indonesia.

Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin menemui sulung dari dua bersaudara itu di rumahnya Jalan Rinjani Nomor 29 Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi. Ayumi mengaku senang bisa menjadi perwakilan Banyuwangi dalam paskibra nasional.

Sejak menjadi polisi cilik (pocil) di bangku sekolah dasar (SD) dulu, Ayumi sudah tertarik masuk polisi. Begitu lulus SMP, orang tuanya mendaftarkan Ayumi di SMAN 2 Taruna Bhayangkara. Minimal setelah lulus dari SMAN 2 Taruna Bhayangkara, dia bisa menggapai cita-citanya sebagai anggota Polri.

Sama seperti siswa lainnya, selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Taruna Byayangkara, Ayumi tinggal di asrama sekolah. Saat muncul tawaran untuk mendaftar sebagai anggota paskibra kecamatan, Ayumi tak melewatkan kesempatan tersebut. Berbekal tinggi badan 167,5 sentimeter dan kemampuan fisik yang mumpuni. Ayumi pun lolos.

Tahapan demi tahapan dia lalui. Mulai dari seleksi tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga terakhir ke tingkat nasional. ”Saya selalu berdoa saja bisa lancar setiap tes. Alhamdulillah, akhirnya bisa lolos. Persainganya cukup ketat. Selain lari, saya juga dites fisik seperti pushup, situp, baris-berbaris, dan tes wawancara,” kata alumnus SMPN 1 Banyuwangi itu.

Kemampuan Ayumi melewati rangkaian tes fisik tak lepas dari aktivitasnya menekuni olahraga atletik sejak SD. Ayumi pernah menjadi atlet jalan cepat dan lari estafet di level kejurkab. Dia sempat tertarik dengan olahraga atletik sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan ingin menjadi seorang polwan. ”Waktu masuk SMA sempat ingin jadi atlet. Kesibukan di sekolah cukup padat dan aturannya sangat ketat. Akhirnya, saya hanya bisa mencari celah di sore hari ketika ada kegiatan mandiri,” ujarnya.

Dara yang pernah menjadi penari gandrung termuda pada pembukaan Porprov Jatim ke-5 di Banyuwangi itu selalu menjaga kesehatan tubuhnya agar tetap prima. Ayumi mengaku kerap menghindari makanan pedas dan minuman yang menggunakan es agar fisiknya tetap sehat. Kebetulan, Ayumi tak begitu menyukai makanan pedas.

Ayumi juga masih rutin mengikuti les bahasa Inggris dan les tari untuk mendukung performanya sebagai seorang paskibra. Dia rencananya baru akan masuk karantina paskibra awal Agustus nanti, beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17 pada 3 Agustus nanti.

Selama menunggu waktu karantina, gadis berpenampilan kalem itu mengaku ingin tetap fokus mempersiapkan diri dengan berolahraga serta mengasah kemampuan bahasa Inggris dan menarinya. ”Masih ada waktu dua bulan lebih untuk bergabung dengan paskibra nasional. Kesempatan ini saya gunakan untuk menjaga stamina tubuh agar tetap fit,” tandasnya. (fre/aif/c1)

CITA-CITA Ayumi Putri Sasaki untuk bisa menjadi polisi wanita (polwan) tinggal selangkah lagi. Dara kelahiran Banyuwangi 16 tahun silam itu dinyatakan lolos sebagai calon pasukan pengibar pusaka (paskibra) nasional pada Selasa (17/5).

Warga Banyuwangi patut bangga dengan lolosnya Ayumi sebagai calon anggota paskibra nasional. Untuk bisa lolos ke tingkat nasional, seleksinya cukup ketat. Apalagi, pesertanya pelajar dari seluruh Indonesia.

Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin menemui sulung dari dua bersaudara itu di rumahnya Jalan Rinjani Nomor 29 Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi. Ayumi mengaku senang bisa menjadi perwakilan Banyuwangi dalam paskibra nasional.

Sejak menjadi polisi cilik (pocil) di bangku sekolah dasar (SD) dulu, Ayumi sudah tertarik masuk polisi. Begitu lulus SMP, orang tuanya mendaftarkan Ayumi di SMAN 2 Taruna Bhayangkara. Minimal setelah lulus dari SMAN 2 Taruna Bhayangkara, dia bisa menggapai cita-citanya sebagai anggota Polri.

Sama seperti siswa lainnya, selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Taruna Byayangkara, Ayumi tinggal di asrama sekolah. Saat muncul tawaran untuk mendaftar sebagai anggota paskibra kecamatan, Ayumi tak melewatkan kesempatan tersebut. Berbekal tinggi badan 167,5 sentimeter dan kemampuan fisik yang mumpuni. Ayumi pun lolos.

Tahapan demi tahapan dia lalui. Mulai dari seleksi tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga terakhir ke tingkat nasional. ”Saya selalu berdoa saja bisa lancar setiap tes. Alhamdulillah, akhirnya bisa lolos. Persainganya cukup ketat. Selain lari, saya juga dites fisik seperti pushup, situp, baris-berbaris, dan tes wawancara,” kata alumnus SMPN 1 Banyuwangi itu.

Kemampuan Ayumi melewati rangkaian tes fisik tak lepas dari aktivitasnya menekuni olahraga atletik sejak SD. Ayumi pernah menjadi atlet jalan cepat dan lari estafet di level kejurkab. Dia sempat tertarik dengan olahraga atletik sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan ingin menjadi seorang polwan. ”Waktu masuk SMA sempat ingin jadi atlet. Kesibukan di sekolah cukup padat dan aturannya sangat ketat. Akhirnya, saya hanya bisa mencari celah di sore hari ketika ada kegiatan mandiri,” ujarnya.

Dara yang pernah menjadi penari gandrung termuda pada pembukaan Porprov Jatim ke-5 di Banyuwangi itu selalu menjaga kesehatan tubuhnya agar tetap prima. Ayumi mengaku kerap menghindari makanan pedas dan minuman yang menggunakan es agar fisiknya tetap sehat. Kebetulan, Ayumi tak begitu menyukai makanan pedas.

Ayumi juga masih rutin mengikuti les bahasa Inggris dan les tari untuk mendukung performanya sebagai seorang paskibra. Dia rencananya baru akan masuk karantina paskibra awal Agustus nanti, beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17 pada 3 Agustus nanti.

Selama menunggu waktu karantina, gadis berpenampilan kalem itu mengaku ingin tetap fokus mempersiapkan diri dengan berolahraga serta mengasah kemampuan bahasa Inggris dan menarinya. ”Masih ada waktu dua bulan lebih untuk bergabung dengan paskibra nasional. Kesempatan ini saya gunakan untuk menjaga stamina tubuh agar tetap fit,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/