alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Melawan Rasa Malas dengan Bersepeda

HOBI bersepeda Afifah sudah berjalan enam tahun terakhir. Hampir semua posting-an di Instagram  miliknya berisi aktivitas bersepeda. Berkat hobinya tersebut, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jember itu menjadi brand ambassador salah satu merek sepeda premium asal Taiwan.

Kacamata polarized terpasang manis di wajah Afifah Kumalasari. Setelah memeriksa semua komponen sepeda road bike miliknya, Afifah melesat membelah jalanan kota Banyuwangi. Terik matahari tak membuat dara kelahiran Bondowoso 32 tahun silam itu mengurungkan keinginanya untuk tetap mengayuh sepeda.

Awalnya, Afifah tak menyangka hobi bersepedanya berlanjut menjadi sebuah rutinitas. Tahun 2016, wanita yang tinggal di Perumahan Gardenia, Kelurahan Pakis itu mulai menjajal olahraga bersepeda dengan beberapa temannya. Afifah yang sejak awal memang menyukai olahraga, semakin tertarik ikut bersepeda. 

Ketika booming komunitas bersepeda di Banyuwangi, hobinya itu semakin rutin dilakukan. ”Awalnya saya suka jogging, lalu diajak teman. Tapi dari awal memang langsung mencoba road bike, sampai sekarang,” tuturnya.

Tahun 2020 di awal pandemi Covid-19, Afifah semakin menekuni hobi bersepedanya. Dia mengaku sangat menikmati olahraga yang menguras banyak energi tersebut. Dia pun mengganti sepeda road bike miliknya dengan brand yang lebih bagus. Pikirnya, olahraga yang digeluti benar-benar memberikan efek sehat yang didambakan selama ini.

Selain jarang sakit, bersepeda bisa membentuk tubuh yang ideal. ”Ada beberapa orang yang ingin bersepeda untuk diet. Buat saya yang terpenting sehat, baru kemudian ada manfaat lainnya,” ungkapnya.

Setelah hampir lima tahun rutin bersepeda, beberapa brand pendukung olahraga sepeda mulai mengontak Afifah. Mulai dari produk kesehatan hingga jersey. Yang terbesar, salah satu brand sepeda premium mengontraknya dengan durasi dua tahun.

Afifah awalnya tak mengira hobinya akan berjalan sejauh itu. Hobi yang ditekuni itu memberikan keuntungan finansial yang cukup bagus. ”Biasanya brand sepeda kalau mengontrak brand ambassador dengan durasi pendek, antara 3 sampai 6 bulan. Tapi ini sampai dua tahun. Saya juga tidak tahu apa penilaian dari brand,” ujarnya sambil tertawa.

Saat ini, di tengah kesibukannya bekerja di bidang usaha travel, Afifah mengaku tetap rutin bersepeda. Dalam seminggu, minimal dia bersepeda antara tiga sampai empat kali dengan jarak tempuh rata-rata 30 kilometer. Setiap melakukan perjalanan ke luar kota, Afifah tak pernah absen membawa road bike kesayangannya di bagasi mobil.

Untuk perjalanan dengan pesawat, Afifah selalu mencari maskapai yang bisa mengangkut sepeda dengan biaya murah atau bahkan gratis. ”Eman rasanya kalau sudah keluar kota, tapi gak sepedaan, banyak rute yang indah di Indonesia ini,” jelasnya.

Afifah mengatakan manfaat kesehatan tetap menjadi hal utama yang dibidik dalam bersepeda. Dia pun berbagi tips kepada anak muda agar tetap gemar berolahraga. Kesehatan menjadi aset yang paling berharga. ”Harus berani mencoba, berani berubah. Memang semua kembali ke diri masing-masing. Harus berani melawan rasa malas dan punya keinginan untuk sehat,” tutupnya. 

HOBI bersepeda Afifah sudah berjalan enam tahun terakhir. Hampir semua posting-an di Instagram  miliknya berisi aktivitas bersepeda. Berkat hobinya tersebut, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jember itu menjadi brand ambassador salah satu merek sepeda premium asal Taiwan.

Kacamata polarized terpasang manis di wajah Afifah Kumalasari. Setelah memeriksa semua komponen sepeda road bike miliknya, Afifah melesat membelah jalanan kota Banyuwangi. Terik matahari tak membuat dara kelahiran Bondowoso 32 tahun silam itu mengurungkan keinginanya untuk tetap mengayuh sepeda.

Awalnya, Afifah tak menyangka hobi bersepedanya berlanjut menjadi sebuah rutinitas. Tahun 2016, wanita yang tinggal di Perumahan Gardenia, Kelurahan Pakis itu mulai menjajal olahraga bersepeda dengan beberapa temannya. Afifah yang sejak awal memang menyukai olahraga, semakin tertarik ikut bersepeda. 

Ketika booming komunitas bersepeda di Banyuwangi, hobinya itu semakin rutin dilakukan. ”Awalnya saya suka jogging, lalu diajak teman. Tapi dari awal memang langsung mencoba road bike, sampai sekarang,” tuturnya.

Tahun 2020 di awal pandemi Covid-19, Afifah semakin menekuni hobi bersepedanya. Dia mengaku sangat menikmati olahraga yang menguras banyak energi tersebut. Dia pun mengganti sepeda road bike miliknya dengan brand yang lebih bagus. Pikirnya, olahraga yang digeluti benar-benar memberikan efek sehat yang didambakan selama ini.

Selain jarang sakit, bersepeda bisa membentuk tubuh yang ideal. ”Ada beberapa orang yang ingin bersepeda untuk diet. Buat saya yang terpenting sehat, baru kemudian ada manfaat lainnya,” ungkapnya.

Setelah hampir lima tahun rutin bersepeda, beberapa brand pendukung olahraga sepeda mulai mengontak Afifah. Mulai dari produk kesehatan hingga jersey. Yang terbesar, salah satu brand sepeda premium mengontraknya dengan durasi dua tahun.

Afifah awalnya tak mengira hobinya akan berjalan sejauh itu. Hobi yang ditekuni itu memberikan keuntungan finansial yang cukup bagus. ”Biasanya brand sepeda kalau mengontrak brand ambassador dengan durasi pendek, antara 3 sampai 6 bulan. Tapi ini sampai dua tahun. Saya juga tidak tahu apa penilaian dari brand,” ujarnya sambil tertawa.

Saat ini, di tengah kesibukannya bekerja di bidang usaha travel, Afifah mengaku tetap rutin bersepeda. Dalam seminggu, minimal dia bersepeda antara tiga sampai empat kali dengan jarak tempuh rata-rata 30 kilometer. Setiap melakukan perjalanan ke luar kota, Afifah tak pernah absen membawa road bike kesayangannya di bagasi mobil.

Untuk perjalanan dengan pesawat, Afifah selalu mencari maskapai yang bisa mengangkut sepeda dengan biaya murah atau bahkan gratis. ”Eman rasanya kalau sudah keluar kota, tapi gak sepedaan, banyak rute yang indah di Indonesia ini,” jelasnya.

Afifah mengatakan manfaat kesehatan tetap menjadi hal utama yang dibidik dalam bersepeda. Dia pun berbagi tips kepada anak muda agar tetap gemar berolahraga. Kesehatan menjadi aset yang paling berharga. ”Harus berani mencoba, berani berubah. Memang semua kembali ke diri masing-masing. Harus berani melawan rasa malas dan punya keinginan untuk sehat,” tutupnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/