alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Wakil Rakyat Tak Malu Ngarit, Ini Alasannya…

JawaPos.com – Menduduki posisi penting di lembaga legislatif tidak membuat Sugirah, 54, lupa akar. Meski dipercaya menjabat Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi, politikus asal Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, ini tak lantas meninggalkan background dirinya sebagai petani.

Ya, walau kini duduk sebagai anggota dewan, Sugirah tetap menjalankan aktivitas sebagai petani, khususnya petani hortikultura. Bahkan, dia tidak segan turun sendiri ke lahan tanaman jeruk dan buah naga yang dia miliki. ”Meski sudah ada pekerja yang mengelola, rasanya kurang mantap kalau saya tidak turun sendiri,” ujarnya.

Bukan itu saja, Sugirah juga berperan sebagai ahli sekaligus manajer budidaya jeruk dan buah naga di lahan seluas sekitar 15 hektare (ha) miliknya. ”Jangan dipikir hanya mengandalkan pupuk dan bibit berkualitas produktivitas tanaman bisa maksimal. Butuh penanganan yang komprehensif sejak tahap penyiapan lahan, proses tanam, pemeliharaan, dan lain-lain,” tuturnya.

Baca Juga :  SMPN 1 Banyuwangi Sumbang Posko Banjir

Yang menarik, Sugirah juga tidak malu menyabit rumput alias ngarit di lahan tanaman jeruk dan buah naga miliknya. ”Ini sekaligus sebagai contoh agar karyawan yang bertugas merawat tanaman tahu cara ngarit yang baik,” kata dia sembari terkekeh.

JawaPos.com – Menduduki posisi penting di lembaga legislatif tidak membuat Sugirah, 54, lupa akar. Meski dipercaya menjabat Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi, politikus asal Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, ini tak lantas meninggalkan background dirinya sebagai petani.

Ya, walau kini duduk sebagai anggota dewan, Sugirah tetap menjalankan aktivitas sebagai petani, khususnya petani hortikultura. Bahkan, dia tidak segan turun sendiri ke lahan tanaman jeruk dan buah naga yang dia miliki. ”Meski sudah ada pekerja yang mengelola, rasanya kurang mantap kalau saya tidak turun sendiri,” ujarnya.

Bukan itu saja, Sugirah juga berperan sebagai ahli sekaligus manajer budidaya jeruk dan buah naga di lahan seluas sekitar 15 hektare (ha) miliknya. ”Jangan dipikir hanya mengandalkan pupuk dan bibit berkualitas produktivitas tanaman bisa maksimal. Butuh penanganan yang komprehensif sejak tahap penyiapan lahan, proses tanam, pemeliharaan, dan lain-lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemimpin Harus Paham AKIK

Yang menarik, Sugirah juga tidak malu menyabit rumput alias ngarit di lahan tanaman jeruk dan buah naga miliknya. ”Ini sekaligus sebagai contoh agar karyawan yang bertugas merawat tanaman tahu cara ngarit yang baik,” kata dia sembari terkekeh.

Artikel Terkait

Most Read

Mama Muda Dirudakpaksa Tetangga

Promo Wallpaper Rp 60 Ribu

Kasus Pelaku Pencabulan Anak Jalan Terus

Artikel Terbaru

/