alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Napi Mendadak Jadi Model, Kreativitas tanpa Batas di Tempat Terbatas

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan narapidana (napi) maupun warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendadak jadi model fashion di Lapas Banyuwangi kemarin (10/8). Setidaknya ada 18 WBP, yang terdiri dari sembilan laki-laki dan sembilan perempuan, berlenggak-lenggok di atas panggung halaman Lapas Banyuwangi.

Dengan dandanan bak model, belasan WBP begitu percaya diri tampil di hadapan petugas maupun Staf Ahli Pemkab Banyuwangi Dwiyanto yang hadir dalam acara fashion show siang itu. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M.Y. Bramuda serta Kalapas Wahyu Indarto.

Penampilan para WBP tersebut dalam rangka ikut memeriahkan Prison Art 2022 yang diadakan oleh Lapas Banyuwangi. Fashion show mengusung tema ”Kreativitas Tanpa Batas di Tempat yang Terbatas”.

Baca Juga :  Penonton Karnaval Membeludak, Pedagang Semringah

Fashion show tersebut tidak hanya diikuti para WBP. Sembilan petugas lapas dan sembilan ibu-ibu Dharma Karya Dhika ikut berlenggok-lenggok di panggung Prison Art 2022.

Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto mengatakan, event ini digelar untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika ke-77, serta Peringatan Hari Jadi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). ”Kita menggelar lomba fashion show untuk menumbuhkan kreativitas para WBP maupun petugas lapas,” katanya.

Event ini diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas para WBP dan petugas lapas. Selain itu untuk menunjukkan hasil kreativitas WBP berupa batik jeruji. ”Event ini untuk memberikan wadah kepada WBP yang menginginkan adanya fashion show,” ungkapnya.

Baca Juga :  Banyuwangi Melengkapi Keliling Dunia

Staf Ahli Pemkab Banyuwangi Dwiyanto mengapresiasi kegiatan tersebut. Dwi menilai lomba fashion ini cukup kreatif karena bisa menumbuhkan inovasi-inovasi baru untuk para WBP. Selain itu bisa menghilangkan rasa trauma maupun keterpurukan dalam menjalani masa hukuman. ”Kegiatan ini sangat positif, tentunya dalam menumbuhkan semangat dan optimisme bagi masyarakat Banyuwangi yang tinggal di dalam Lapas Banyuwangi,” katanya. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan narapidana (napi) maupun warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendadak jadi model fashion di Lapas Banyuwangi kemarin (10/8). Setidaknya ada 18 WBP, yang terdiri dari sembilan laki-laki dan sembilan perempuan, berlenggak-lenggok di atas panggung halaman Lapas Banyuwangi.

Dengan dandanan bak model, belasan WBP begitu percaya diri tampil di hadapan petugas maupun Staf Ahli Pemkab Banyuwangi Dwiyanto yang hadir dalam acara fashion show siang itu. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M.Y. Bramuda serta Kalapas Wahyu Indarto.

Penampilan para WBP tersebut dalam rangka ikut memeriahkan Prison Art 2022 yang diadakan oleh Lapas Banyuwangi. Fashion show mengusung tema ”Kreativitas Tanpa Batas di Tempat yang Terbatas”.

Baca Juga :  Lapas Kembali Rumahkan Para Napi

Fashion show tersebut tidak hanya diikuti para WBP. Sembilan petugas lapas dan sembilan ibu-ibu Dharma Karya Dhika ikut berlenggok-lenggok di panggung Prison Art 2022.

Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto mengatakan, event ini digelar untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika ke-77, serta Peringatan Hari Jadi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). ”Kita menggelar lomba fashion show untuk menumbuhkan kreativitas para WBP maupun petugas lapas,” katanya.

Event ini diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas para WBP dan petugas lapas. Selain itu untuk menunjukkan hasil kreativitas WBP berupa batik jeruji. ”Event ini untuk memberikan wadah kepada WBP yang menginginkan adanya fashion show,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengati Maulid Nabi SAW, Gus Makki Ajak Napi Berselawat

Staf Ahli Pemkab Banyuwangi Dwiyanto mengapresiasi kegiatan tersebut. Dwi menilai lomba fashion ini cukup kreatif karena bisa menumbuhkan inovasi-inovasi baru untuk para WBP. Selain itu bisa menghilangkan rasa trauma maupun keterpurukan dalam menjalani masa hukuman. ”Kegiatan ini sangat positif, tentunya dalam menumbuhkan semangat dan optimisme bagi masyarakat Banyuwangi yang tinggal di dalam Lapas Banyuwangi,” katanya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Gemar Tanam Bunga dan Tenis Meja

Paling Lama Jadi Ajudan Mantan Bupati Anas

Setiap Minggu Ikuti Bakti Sosial

Tetap Luangkan Waktu Demi Keluarga

Most Read

Artikel Terbaru

/